Senin, 16 Agustus 2010

Karakteristik Wanita Sholihah


Dalam beberapa kurun terakhir, wanita muslimah dihadapkan pada era jahiliyah modern, yang sulit untuk dihindari. Ekses yang disebut jahiliyah modern ini muncullah banyak wanita karir yang kebablasan dalam segala levelnya jumlah mereka kian hari kian hari kian bertambah. Boleh di bilang nyaris tidak ada jenis profesi yang belum di rambah kaum hawa.
Walhasil eksistensi sebagai ratu rumah tangga yang membawa kedamaian dalam lingkungannya, berangsur-angsur memudar. Begitupun tugas sebagai ibu dari anak – anaknya mulai terabaikan. Yang terjadi justru sebaliknya, bahwa setiap saat, dengan mudahnya kita dapati wanita – wanita jahiliyah yang liar, dengan segala perilakunya yang jauh dari norma dan fitrahnya sebagai wanita. Beberapa waktu lalu bahkan dikejutkan dengan munculnya ” Geng Wanita” yang perilakunya begitu sadis.
Anehnya semua itu dianggap emansipasi. Ini semua adalah kebutuhan manusia di era masa kini, katanya. Padahal sejatinya, apa yang mereka lakukan justru memperburuk citra dan fitrah sebagai wanita. Sebuah bentuk emansipasi yang salah kaprah. Mereka mengharap segenggam berlian dengan memasuki wilayah-wilayah kaum pria. Namun yang di dapati, biduk keluarga yang berantakan, anak – anak terlantar dan perceraian meningkat.

Anehnya, kaum muslimah juga terseret dalam arus utama masyarakat jahiliyah ini. Akibatnya, nilai – nilai agung yang di bawa Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu pun disisihkan. Padahal bila mereka tetap pada posisinya, kemuliaan akan senantiasa Allah SWT limpahkan kepada mereka.
Rasulullah SAW bersabda, ” Tidaklah yang menghormati wanita – wanita kecuali orang – orang mulia. Dan tidaklah menghinakan wanita kecuali orang yang hina pula. ”
”wanita itu tiang negara, bila dia wanita baik, maka baiklah negara itu. Tetapi bila wanita itu rusak maka rusaklah negara itu.(ahli hikmah)”.
Mestinya wanita bangga dengan sanjungan serta pujian tersebut. Bahkan hendaknya bersyukur karena Islam dengan segala keagungan syariatnya telah menjunjung tinggi martabat wanita.
Seorang wanita akan memeliki kekuatan sebagai benteng  sebuah bangsa apabila kepribadiannya telah terbebas dari berbagai bentuk kejahiliyahan. Dengan kata lain, bangsa tersebut akan berkembang dengan baik kalau penyelenggara negara itu sendiri gigih memperjuangkan kaum wanitanya agar bersih dari sifat kejahiliyahan.
Rasullah SAW bersabda ” setelah kepergianku tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki2 melebihi wanita.” (riwayat mutafaqun alaihi)
Juga dalam sabda yang lain Rasulullah SAW berpesan : ” takutlah kalian dengan fitnah dunia dan fitnah wanita. Sesungguhnya permulaan fitnah terhadap bani israil terjadi dari arah wanita ” (riwayat muslim).
 Sumber fitnah ?
Kita kaum wanita pun bertanya benarkah wanita merupakan sumber fitnah bagi kaum pria ? tidakkah mengada – ada bila wanita dikatakan sebagai perangkap setan untuk menjerumuskan lawan jenisnya ke lembah kemaksiatan ?
Tak perlu di tutup tutupi, bahwa dengan segala keindahan dan kelemahan yang kita miliki - yang sekaligus sesungguhnya merupakan kekuatan wanita -  setan memperalat  kita untuk mempengaruhi kaum pria dengan segala cara.
Dalam sejarah manusia hal tersebut dapat dibuktikan. Tatkala setan gagal menggoda Adam AS secara langsung, Hawa memakan buah yang terlarang itu. Maka terjadilah maksiat dan pelanggaran terhadap Allah SWT. Sampai detik ini, terhadap kita di lingkungan masyarakat tempat kita berkiprah, setan masih menggunakan trik2 seperti itu.
Itulah mengapa setan memilih wanita untuk menggelincirkan manusia ? karena wanita adalah sosok yang sangat unik dan menarik. Sosok yang tidak akan ada habisnya untuk di bahas dari berbagai segi. Seniman mempunyai gambaran tentang wanita bahwa wanita sarat dengan berbagai keindahan dan sumber inspirasi yang tak pernah kering.
Bagi kaum materilalistis wanita adalah mesin produksi uang yang paling menguntungkan. Hampir di semua sisi wanita bisa dieksploitasi untuk menghasilkan pundi pundi uang.
Di sinilah tragedi yang menimpa wanita. Maksud hati menaklukan dunia, namum yang terjadi adalah para wanita sejatinya dijadikan obyek dengan segala bentuknya. Mereka diperalat dengan sedikit iming-iming kesenangan. Walhasil , ruang istana yang disangka, tetapi kubang duka yang diperolehnya.jika demikian halnya, mengapa kita tidak memilih apa yang telah dipilihkan oleh Allah SWT untuk kita menjadi wanita istimewa (shalihah) menjadi cahayanya zaman ?
Taken from : http://m.cybermq.com 

MUHAMMAD AMIN
Lokasi: Malang, Malang City, East Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. :)

Podcast Sang Pembelajar