Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Senin, 08 Desember 2014

Manfaat Organisasi


       Sebagai seorang mahasiswa, rasanya tak cukup bila hanya berangkat dan pulang kuliah tanpa mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Salah satu dari hal yang dapat mengisi kekosongan itu ialah dengan bergabung dalam sebuah organiasi. Berkutat dengan banyak organisasi terkadang membuat banyak waktu pribadi tersita. Ketika tugas kuliah menumpuk dan selalu memanggil untuk dikerjakan, seringkali itu semua terkalahkan dengan agenda organisasi, apa pun organisasinya. Bagi saya, kepentingan organisasi dan waktu yang berkualitas bagi diri sendiri tetap perlu untuk diperuangkan. Sehingga, tak jarang saya skip semua agenda organisasi demi tugas dan waktu berkualitas bagi diri sendiri. Setiap kita punya kepentingan dan kepentingan kita dibatasi oleh kepentingan orang lain, begitu juga kebebasan kita. Sesungguhnya dengan mengikuti banyak organisasi kita akan mendapat banyak keuntungan, di antaranya sebagai berikut: 
1. Memperbanyak relasi. Relasi ini akan sangat berguna di masa mendatang. Mungkin saat ini dampak atau menfaatnya belum terasa, tetapi di masa mendatang keberadaan relasi yang banyak akan memudahkan kita dalam berbagai hal, berbagai aktivitas. 
2. Belajar mengatur waktu 24 jam seefisien mungkin. Tentunya dengan tanggungan organsasi yang banyak ditambah dengan beban kuliah yang cukup banyak juga akan banyak menyita waktu. Maka, hal ini akan menjadikan seorang mahasiswa yang mengaku akademis aktivis mampu mengatur waktunya dengan baik sehingga setiap detik waktunya sangat berharga dan tentunya tak mau hilang dengan sia-sia begitu saja. 
3. Bekerja secara kooperatif. Dengan mengikuti organisasi kita diajarkan bagaimana mengerjakan suatu program bersama dengan orang lain, tidak sendirian atau individual. Hal ini akan sangat bermanfaat ketika nanti kita telah terun ke masyarakat dimana sangat dibutuhkan sekali skill untuk bekerja dengan banyak orang. 
4. Belajar bertanggungjawab dengan apa yang telah diamanahkan. Dalam sebuah organisasi tiap kader atau anggota mendapat beberapa tanggungjawab dari organisasi bersangkutan, entah itu dalam hal kepanitiaan, dsb. Hal ini menuntut setiap anggota untuk senantiasa bertanggungjawab atas amanah yang diembannya. 
Dari berbagai kemanfaatan di atas, maka saya sarankan kepada pembaca untuk terus berproses dalam organisasi, apa pun itu bentuknya, karena sesungguhnya manfaatnya banyak sekali baik bagi masa kini maupun masa mendatang. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa aturlah jadwalmu dengan baik bila engkau mengikuti organisasi. Jangan sampai lupakan tugas dan tanggungjawab utama sebagai mahasiswa, yaitu belajar. Teruslah mengukir prestasi dalam hal akademik dan non-akademik. Tetap semangat dan salam sukses bagi kita semua. 

Kamis, 04 Desember 2014

ORGANISASI "Sebuah Ulasan Tentang Semangat Berorganisasi"


Oleh Muhammad Amin
(Sekbid Organisasi IMM Komisariat Reformer UIN Maliki Malang)

       “Aku itu akademis, aktivis, dan organisatoris”. Begitulah kira-kira satu ungkapan yang dikatakan oleh beberapa mahasiswa yang tak mau dianggap mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah-Pulang, Kuliah-Pulang). Berbicara masalah organisatoris, tentu terbersit dalam benak kita masing-masing apa sih sebenarnya makna organisasi itu sendiri.
       Organisasi menurut Paul Preston dan Thomas Zimmerer adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Stephen P. Robbins menyatakan organisasi merupakan sebuah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasim yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Bila diambil intisari dari dua pendapat pakar tersebut, organisasi adalah sebuah wadah yang di dalamnya beberapa orang berkumpul atas dasar-dasar tertentu guna mencapai tujuan yang dirancang bersama.
       Adapun ciri-ciri organisasi adalah sebagai berikut :
1. Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama
       Organisasi adalah suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian tempat di sini tidak dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat disini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadahi keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.

Selasa, 21 Oktober 2014

Mimpi itu datang lagi


       Beberapa waktu lalu, tepatnya 19 September 2014 aku mendapat satu sms dari mahasantri Ibnu Sina tahun 2013, Azhari Mulyana, bahwa ia akan berangkat ke Maroko Rabu yang akan datang. Ia meminta maaf atas segala kesalahan dan minta doa agar semuanya lancar. Seketika aku langsung teringat pada mimpi-mimpiku yang tak pernah kandas, yaitu belajar agama dan bahasa arab di luar Indonesia. Bayangan itu tak pernah lekang oleh waktu, terus terpatri dengan kuat dalam jiwa dan juga otak ini. Intinya, bercita-citalah setinggi langit, maka semesta akan mendengar impianmu dan teruslah berusaha untuk meraihnya, maka semesta pun akan ikut andil menyampaikan impianmu. Tuhan pun akan memeluk mimpi-mimpi itu dan cepat atau lambat akan mewujudkannya meski tidak harus selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. 

Pelajaran dari Bapak Kebersihan Kantin Putra


       Semalam, usai rapat mabna Ibnu Kholdun membahas masalah bedah kitab Fathul Izaar, aku bergegas menuju kantin putra karena lapar yang tak mau sedikit diajak kompromi. Maklum, waktu sudah agak malam, pukul 20.30 dan biasanya semakin malam, maka keadaan perut kosong menjadi satu masalah yang harus segera dicarikan solusi, yaitu makan. Sejurus kemudian, aku menemui Fikri, teman sekelas di MAN 3 Malang dulu yang kini sedang fokus di UNIOR. Terdengar percakapan kesana-kemari membahas seputar UNIOR. Malumlah, UNIOR sedang menjaring anggota baru. Aku menuju ke salah satu penjual nasi di kantin itu lalu memesan mie instan dan nasi. Sambil menunggu aku pun ikut nimbrung ngobrol kesana-kemari bersama Fikri dan kawan-kawan lainnya. 
       Setelah beberapa saat, aku ambil pesanan makanku lalu mengambil satu tempat kosong di dekat temanku. Baru makan beberapa suapan, seketika orang yang biasa bersih-bersih piring mendekatiku sambil bertanya tentang hp yang dari tadi kumainkan. Bapak tersebut langsung saja mengambil tempat duduk tepat di sebelahku. Bapak itu bertanya kesana-kemari dan kami pun asyik mengobrol mengenai hp, sedikit riwayat hidup. Kuketahui beliau adalah orang Gondanglegi yang memang masih baru di kantin ini. Beliau punya saudara yang dulu pernah beliau suruh untuk ikut sekolah teknisi hp yang diadakan oleh Dompet Dhuafa beberapa tahun yang lalu. Hasilnya mereka semua sukses menjadi teknisi hp di konter-konter tempat mereka bekerja. Ketika kusebutkan diriku berasal dari Bojonegoro, beliau menimpali bahwasannya beliau pernah punya saudara dan saudaranya meninggal ketika mengendarai truk yang mengangkut cabai di perbatasan Babat-Bojonegoro. Aku pun ikut sedih mendengarnya. 
       Beliau melanjutkan bertanya tentang jurusanku. Kubalas bahwa aku mahasiswa jurusan PBA. Seketika beliau berkata, "Oh, yang mengadakan lomba di atas tadi siang ya mas?" Kubalas "ya, pak". Beliau berkata lagi, "Itu saya kasih kardus-kardus di tangga agar anak-anak disini tidak naik ke atas, karena di atas adalah kantin khusus dosen dan tidak boleh dipakai mahasiswa. Terkadang beberapa mahasiswa bandel dan ngotot untuk tetap makan dan minum di bawah sampai-sampai meninggalkan bekas piring dan gelas dan tidak membawanya ke bawah. Kalau begitu kan saya yang susah." Ia melanjutkan perkataannya, "Setiap yang memakai ruang di lantai 2 selalu saya pesan untuk tidak meninggalkan sampah sedikit pun dan mengembalikan kursi dan meja sesuai susunan awal" Dalam hati aku berkata, "Oh, yaya. Aku juga baru dengar kalau di atas itu khusus untuk dosen". Setelah itu beliau pamit untuk membersihkan kantin. Aku pun mengiyakan dan kembali ke mabna untuk melanjutkan aktivitas. Pada intinya, kenalilah siapa pun karena kau tak tahu dari akan nasibmu di masa depan. Bisa jadi yang kau ajak bicara sekarang menjadi jembatan kesuksesanmu di masa depan.  

Selasa, 07 Oktober 2014

Esensi Idul Adha


       Pagi tadi, kembali memasuki aktivitas perkuliahan seperti biasanya. Matakuliah pada pukul setengah 7 pagi ini adalah PTK. Sembari menunggu teman-teman yang belum hadir meski waktu telah menunjukkan pukul 7 lebih. Beberapa saat kemudian, ust. Bisri Musthofa membuka perkuliahan dengan bercerita sedikit masalah berqurban karena baru saja diriku berkata kalau teman-teman masih banyak yang pesta sate di kediaman mereka. Beliau berkata bahwa sesungguhnya ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dari momen idul adha ini. Salah satunya adalah forum silaturrahim. Islam sangat pintar mengatur berbagai ritual ibadah, tak terkecuali idul adha ini. Idul adha sebagai forum silaturrahim tentu dapat dimaknai beragam. Mulai nyate bareng-bareng, menyembelih hewan qurban dengan warga sekitar, dsb. Dalam budaya kita, bila kita diundang dalam sebuah perjamuan, tetapi tak ada maksud seperti membicarakan suatu hal atau hanya sekadar untuk mengisi keinginan perut, maka dirasa perkumpulan tersebut sia-sia belaka. Maka dari itu, dengan adanya idul adha, orang-orang berkumpul untuk paling tidak makan bersama-sama. 

Minggu, 05 Oktober 2014

Kebebasan Berserikat


       Sebagai manusia yang hidup di atas dunia yang fana, tentunya kita tak mampu untuk hidup sendiri. Dalam keseharian kita, kita pasti membutuhkan bantuan dan sokongan dari orang lain. Contoh saja dalam hal berpakaian, kita tak mungkin membuat baju sendiri, dst. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang akhirnya berserikat atau berkelompok dengan berbagai variasinya. Ada kelompok yang mendasarkan pada hobi, ada pula sebagian yang lain mendeklarasikan kelompok berdasarkan profesi, dsb.
       Lalu kemudian, muncul satu pertanyaan, apakah setiap orang bebas untuk mengikuti semua perkumpulan tersebut ataukah ada aturan-aturan yang mengatur akan hal itu? Sepanjang yang penulis ketahui, setiap orang berhak dan bebas untuk menentukan pilihannya mengikuti dan masuk golongan yang mana. Tak ada satu paksaan pun di dalamnya.
       Sore ini, aku mendapat satu pesan singkat dari adik kelas di jurusan yang memang mengikuti salah satu OMEK di kampus hijau ini. Isinya kurang lebih mengajak untuk masuk dalam kelompok atau komunitas OMEK nya. Dengan sedikit iseng aku menjawabnya, “Biarlah setiap orang menentukan pilihannya sendiri”. Sekilas terbayang dalam benakku bagaimana beberapa tahun lalu aku mengikuti orientasi jurusan dan ujung-ujungnya juga diminta untuk mengikuti salah satu OMEK. Kalau saya sebagai orang yang sudah lama bergumul dengan carut marut organisasi baik formal, informal, maupun sosial, maka sangat biasa mendapatkan propaganda semacam itu. Penulis merasa kasihan dengan kawan-kawan seperjuangan yang dengan mudah terbujuk rayu omongan kakak-kakak tingkat yang menjanjikan. Yang pada akhirnya, kawan-kawan saya pun  mendapatkan getahnya di belakang dan oleh kakak-kakak tingkat di OMEK tersebut tidak dibolehkan untuk meninggalkan OMEK tersebut dengan diimingi satu jabatan penting dalam sebuah kepanitiaan dan sebagainya.

Sabtu, 27 September 2014

KATA MUTIARA


Dalam sebuah acara motivasi, aku dapatkan beberapa kata indah, yaitu
1. Bisa berbahagia di atas orang lain, maka sesungguhnya engkau telah berdoa atas dirimu sendiri
2. Kunci kesuksesan hidup : berdo’a, berusaha, dan berbuat baik
3. Pemimpin yang baik dilihat dari kepribadiannya yang baik
4. Etika berteman : menghormati, menghargai, rendah hati, tidak merasa paling pandai
5. Hakikat berteman : berkorban, melindungi, perhatian 

Sabtu, 20 September 2014

Pancaran akhlaqmu mengalahkan ayumu


       Acapkali diri ini memandang pada wanita yang berkelebat di depan mata. Bila sudah bertemu kedua mata ini, maka akan terasa lain bila diri ini menatap seorang wanita hafidzoh misalnmya, atau yang baik akhlaknya. Maka, langsung kupalingkan muka ini karena takut terjerumus oleh pesonanya. Sungguh, wanita menjadi satu cobaan yang terberat bagi laki-laki sesuai dengan pesan Baginda Nabi Muhammad SAW. Sehingga, sudah barang tentu, lelaki yang tak kuat iman dan pendirian dapat dengan mudah terbawa arus alias pikirannya terus terfokus pada wanita, wanita, dan wanita. 
       Wanita memang diciptakan oleh Allah SWT sebagai penghias dunia ini. Tanpanya, generasi penerus sebuah bangsa tak akan ada. Tanpa keberadaan wanita yang baik dalam sebuah negara, disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa bangsa tersebut akan buruk secara keseluruhan. Oleh karena itu, hormatilah wanita. Muliakan ia, berikan hak-haknya agar kau tak mudah terjerat pada wanita yang buruk akhlaknya. 
       Salah satu kriteria dalam menentukan calon pendamping hidup bagi seorang laki-laki adalah agama yang berarti akhlaknya. Dengan mengedepankan aspek akhlak dalam diri seorang wanita, maka sesungguhnya seorang lelaki sudah mendapat satu poin penting dalam mengarungi kehidupan berumahtangga. Akhlaq yang baik akan mendatangkan ketenangan jiwa, keberkahan rezeki, keluasan ilmu, kesetiaan tiada kira, serta berbagai nikmat lain yang tentunya sangat indah. Karena hal itu sebagaimana yang diungkapkan suatu riwayat "Beruntunglah dengan yang baik agamanya (akhlaknya)". 
       Pancaran akhlak atau budi pekerti seorang wanita akan mengalahkan pesona ayu wanita yang tak berakhlak mulia. Syukur alhamdulillah bagi laki-laki yang mendapat keduanya. Sungguh, syurga dunia telah didapatkannya. Tinggal bagaimana ia mengelola semua itu sesuai ketetapan dan syariat Allah SWT dan sunnah rasulNya. Pada intinya, wanita berakhlak mulia merupakan satu investasi dunia sekaligus akhirat yang tiada tara. 

MUHAMMAD AMIN

GURU PROFESIONAL


       Siapa yang tak kenal guru. Satu sosok patriotik yang menjadi tumpuan sebuah bangsa dan diharapkan mampu mendidik serta mencetak generas-generasi penerus yang handal dalam berbagai bidang disiplin ilmu. Menurut Husnul Chotimah, guru merupakan fasilitator alih ilmu pengetahuan dari sumber belajar kepada peserta didik. Makna tersebut terkesan masih begitu sempit. Maka, saat ini arti guru sudah mengalami perluasan. Kata guru dapat diartikan seorang yang menguasasi sebuah bidang ilmu pengetahuan, pendidik, pengarah, suri tauladan bagi orang yang ia ajar.
       Kata-kata guru kembali familiar di telinga saya mengingat saat ini saya sedang menempuh jurusan Pendidikan Bahasa Arab di sebuah kampus yang digadang akan menuju kampus berlevel internasional. Sebagai seorang calon pengajar atau calon guru, tentunya keingintahuan mengenai profesi guru ini semakin menjadi-jadi. Ditambah lagi, saat ini penulis sedang berada di semester 5 yang kurang lebih 2 tahun lagi akan menyelesaikan program strata 1 ini. Alhamdulillah, sejauh ini, sudah banyak materi-materi atau matakuliah yang berhubungan dengan pendidikan yang penulis ketahui. Mulai psikologi pendidikan, psikologi perkembangan, pengantar pendidikan, dan sebagainya. Sehingga, hal ini semakin memantapkan hati penulis untuk menjadi seoran guru yang benar-benar guru.

Rabu, 28 Mei 2014

BINCANG RINGAN TENTANG JOKOWI VS PRABOWO

       Sungguh menyenangkan hari ini. Pagi hari, kusholat subuh, dilanjutkan dengan shobahullughoh seperti biasa. Karena ini terakhir, maka kami berfoto ria. Saat itu, tak sengaja kami melihat satu orang yang datang ke kampus dengan mengendarai sepeda motor. Setelah memarkir sepeda motornya di parkir gedung B, ia menggeser palang yang biasanya melintangi sepeda motor untuk melewatinya. Usai itu aku dan kawan-kawan berujar, mission 1 complete, next to the mission 2. Lalu kami berlalu dan kembali ke mabna. Kusiapkan segala sesuatunya karena hari ini aku berencana pulang ke Bojonegoro. Aku bersih diri, sarapan dan aku ikuti perkuliahan istima' yang diampu oleh Ust. Qoribullah Ba Biker. 
       Meski hari ini teman-teman banyak yang pulang, tetapi Ustadz Sudan ini tetap masuk dan mengajar seperti biasanya. Judul istima' kali ini adalah Quds atau Yerussalem yang menjadi pusat bagi 3 agama samawi, yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam. Beliau bercerita panjang lebar tentang Quds. Quds Qodiim yang di dalamnya jalan begitu sempit, bangunan lama, jalan tak teratur, Kota dilingkupi dengan pagar. Namun, setelah beberapa waktu pagar itu dirasa tak begitu berguna sehingga mereka menghancurkannya dan membangun bangunan baru di luar pagar tersebut. Mereka bangun peradaban baru, jalan yang luas, tata kota yang rapi, bangunan mewah bertingkat, dsb. Usai matakuliah ini, aku bersiap untuk pulang. Setelah sampai di terminal langsung saja aku naik Patas Jatim menuju terminal Bungurasih pukul 11.00. Jalanan hari ini sungguh macet tak terkira. 2 jam setelahnya, aku sudah berada di terminal bungurasih dan kutemui ayahku yang sudah menunggu sedari tadi. Langsung saja kami berdua ditemani oleh supir Mas Min -begitu aku memanggilnya- menuju Kota Angling Dharma. Di tengah jalan usai melewati sebuah gerbang tol, kami bertemu dengan 2 orang tentara yang tampaknya ayahku kenal dan mereka juga memang sedang ingin mencari tumpangan untuk pulang. Langsung saja mereka masuk mobil dan bersama kami meluncur ke Kota Bojonegoro. 

Selasa, 27 Mei 2014

BINCANG AGAMA (ISLAM DAN KRISTEN)


       Alhamdulillah, hari ini begitu istimewa. Meski libur, tapi aku mendapat banyak pelajaran berharga. Mulai pagi hari pukul 08.30 aku bersama Isti, Ika Uswah, Lilis, Arina dan Ana membantu menyelesaikan tugas skripsi mas Agung, mantan Ketua LKP2M PBA semester 8 di ruang LKP2M, SC, UIN Maliki Malang. Dari pertemuan sekitar satu jam tersebut, kudapat ilmu baru bahwa tathbiq atau praktek berbicara bahasa arab begitu mudah, asal kita mau memaksa diri kita untuk berbicara bahasa arab, tentunya disertai dengan 'ibaaroh-'ibaroh laazimah atau ungkapan bahasa arab yang semestinya sehingga memperkaya khazanah kosakata kami dalam berbicara bahasa arab. Hari ini, kami belajar mengenai ungkapan selamat dan juga mohon maaf. Ada selamat nikah, selamat atas kemenangan yang diraih, dan sebagainya. 

Senin, 26 Mei 2014

OQ V Sambut Satu Dasa Warsa UIN Maliki Malang


       Pagi masih menyisakan tetes embun, tatkala mentari menaik memuncaki ubun-ubun. Langkah kaki para panitia OQ V HTQ Unit Mahasiswa UIN Maliki Malang berbarengan dengan semangat membara para peserta menggetarkan jagad UIN Sabtu kemarin (Sabtu, 24 Mei 2014). Aku berjalan sedikit berlari menuju parker sepeda motor dan langsung mengendarainya menuju parker bawah perpustakaan. Sesudah sampai, dengan langkah agak cepat, aku menuju Home Theater lantai 3 Fakultas Humaniora. Penampilan rapi, hem putih berpadu dengan dasi, celana, dan jas hitam menambah percaya diri untuk tampil sebagai MC pada acara pembukaan OQ V yang memang sudah menjadi agenda rutin HTQ UIN Maliki Malang. Pukul 08.00, grup Banjari mulai memainkan musiknya sampai sekitar pukul 08.30. Kini gliranku dan Ela sebagai MC untuk memandu jalannya acara pada pagi hari yang cukup cerah ini. Aku dan Ela tahun lalu menjadi MC penutupan OQ IV dan pada tahun ini, aku dan Ela menjadi MC pada pembukaan OQ V. Karena sudah pernah duet, maka kami semacam sudah punya chemistry satu sama lain, meski ada satu adegan yang harus didalami dengan penuh konsentrasi agar MC berjalan lancer. Ketika hendak mengucapkan tema OQ V, aku dan Ela harus bertemu mata satu sama lain, awalnya sempat grogi, namun kukuatkan diriku, kutambah kepercayaan diriku, kutunjukkan keprofesionalan diri, maka hal itu menjadi hal yang begitu sulit ‘tuk dilakukan dan akhirnya semua sukses, meski ketika salam pembuka, aku mengikuti prosedur dan Ela menurunkan suaranya. But, all is well. Usai itu, kami turun panggung dan menempati meja dan kursi yang MC di sisi kiri panggung.

Rabu, 14 Mei 2014

TEGAKKAN KEBENARAN, BERANTAS KEMUNAFIKAN #SaveImamSuprayogo


       Hari-hari ini UIN Maliki Malang digemparkan dengan isu korupsi yang ditujukan kepada pembesar kampus. Sebenarnya isu mengenai korupsi ini sudah lama diketahui, namun baru beberapa hari ini dimunculkan dengan menggugat bahwasannya Prof. Imam Suprayogo masuk dalam kawasan tersangka.
       Mengingat jasa Prof. Imam Suprayogo dalam membangun kampus UIN Maliki Malang ini sejak masih model sekolah impres ala Belanda sampai sekolah dengan berbagai teknologinya  yang canggih memang tak perlu diragukan lagi. Tapi lagi-lagi ada sekelompok orang yang mungkin merasa rishi melihat majunya kampus ini dengan segala hal di dalamnya. Mereka mungkin ingin menunjukkan eksistensi lewat hal ini, atau mungkin ada hal lain, saya pun tak dapat memastikan alasan apa itu.
        Isu korupsi ini berawal dari pembelian tanah kampus UIN II yang berlokasi di Batu. Awalnya, Beliau menjadi saksi atas kasus korupsi ini, namun hari-hari ini Beliau disebut menjadi tersangka oleh Kejari Malang setelah pemeriksaan dokumen, saksi dan segala hal yang berkaitan dengan kasus tersebut. Kasus ini pada 2008 dianggap telah merugikan Negara sebesar 6,6 milyar.

Sabtu, 10 Mei 2014

Pembekalan KKM POSDAYA MASJID 2014

       Pagi tadi, telah dilaksanakan pembekalan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) 2014 gelombang II yang bertempat di Gedung Rektorat Lantai 5, Gedung C dan Gedung Saintek lt. 4. Pembekalan diisi oleh Bu Mufidah sebagai nahkoda alias Ketua LP2M dengan materi Ke-POSDAYA-an berbasis masjid. Setelah itu, materi dilanjutkan oleh Pak Mahpoer, Wadek III Kemahasiswaan Fakultas Psikologi yang mengisi analisis sosial yang sedianya dilanjutkan usai ISHOMA siang hingga pukul 16.30 senja. Pada materi kedua dan ketiga, kami diajari mengenai analisis SWOT (Strength, Weak, Opportunity, and Threat) dan juga pohon masalah dan pohon harapan. Pada intinya di hari pertama ini kami mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat, khususnya ilmu untuk terjun nantinya di masyarakat ketika KKM berlangsung. 

Jumat, 18 April 2014

ULAMA MENINGGAL (TANDA AKHIR ZAMAN)


       Beberapa saat lalu, Rais ‘Am PBNU yang terkenal, Kyai Sahal Mahfudz meninggal dunia. Beliau adalah orang yang sangat disegani di kalangan Nahdhiyyin. Terlepas dari perbedaan keyakinan NU-Muhammadiyah, beliau adalah orang terpandang yang patut dicontoh oleh umat Islam.
       Menanggapi hal itu, saya sempat membaca buku yang menjelaskan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah sudah banyaknya orang pintar atau alim atau biasa kita sebut dengan ulama meninggal dunia. Hal ini dapat kita saksikan bahwa akhir-akhir ini memang banyak sekali ulama Indonesia yang meninggal seperti Ustadz Jefri Al-Bukhori yang akrab disapa dengan Ustadz Uje, beberapa kyai dan pembesar umat Islam juga telah menghembuskan nafas terakhirnya. Maka, kita harus senantiasa waspada dengan bahaya akhir zaman ini dengan cara mempertebal keimanan kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Semoga kita dijauhkan dari fitnah dan huru-hara akhir zaman yang mungkin waktunya sudah tidak lama lagi.


WIRAUSAHA


       Ahad ini, aku mendapat pengetahuan baru tentang mengubah mindset orang Indonesia dari yang awaknya hanya mental pekerja menjadi mental wirausaha. Berikut paparannya. 

Saat ini adalah waktunya untuk mengubah mindset (pola pikir). Kita ketahui bahwa orang Indonesia paling susah kalau diajak untuk beubah, maka sudah saatnya umat Islam membuat sebuah oembaharuan. Kita (muslim) berbeda dengan orang Kristen yang terkesan kuno. Dalam memberikan sebuah pemahaman, maka perbanyak ajarkan praktek, tidak hanya teori saja. Mari kita ajarkan kepada anak kita bahwa semuanya mulai dari nol, tidak langsung sak dek sak nyek (istilah orang Jawa yang digunakan untuk mengungkapkan bahwa segala sesuatu itu langsung jadi tanpa proses), tetapi semua itu harus melalui proses panjang dan susah, tidak hanya kemudahan saja. Pengalaman orang tua pada zaman dahulu begitu berharga dan penting. Zaman dahulu, kita disuruh belajar kemana-mana oleh orang tua kita Hal itu dimaksudkan agar kita semua mendapatkan pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. 

Senin, 14 April 2014

Sajak Jum'at Indah

Di suatu hari yang cerah
Kuderap langkah
Menuju satu tempat terarah
Seketika kulihat siluet wajah
Kau lemparkan senyum indah
Bukankah itu sebuah anugrah Yang Maha Pemurah?
Belum lagi ditambah rinai
Membuat jiwa dan hati kian damai

Bila saja kau tahu
Sungguh hati ini rindu
Pada pertemuan di suatu waktu
Dimana raga dam jiwa menyatu jadi satu
Tak ada lagi kata aku atau kamu

Semua telah melebur menjadi KITA 
Jum'at, 11 April 2014
Di bawah rinai qobla jum'at
MUHAMMAD AMIN

Rabu, 09 April 2014

GOLPUT >> MIKIR DULU DONK !!!


     Pagi ini, masyarakat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu PEMILU atau Pemilihan Umum. Pemilu kali ini menentukan siapa saja yang akan menduduki kursi DPRD dan juga DPD. Beberapa partai bersing di dalamnya. Namun, yang amat disayangkan sekarang adalah banyak masyarakat Indonesia lebih memilih untuk golput atau tidak memilih daripada bersusah payah pulang kampung untuk nyoblos atau sekadar mengurus surat pindah pilih di KPUD setempat. Hal ini sungguh amat riskan untuk Indonesia di masa yang akan datang. Hal ini ditujukan terutama pada umat Islam. Karena menurut berita dan laporan beberapa pemilihan di berbagai negara lain (Belanda, Jerman, dsb), persentase pemilih muslim semakin berkurang, tidak seperti pada tahun 2009 lalu. Pemilih didominasi oleh umat kristiani atau lebih tepatnya non-muslim yang tentu akan memilih calon orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka. 
       Di Indonesia, hal yang sama nampaknya akan terjadi. Coba saja kita tanya teman kita yang satu jurusan atau satu fakultas tempat kita kuliah, saya begitu yakin tak banyak yang mau menggunakan hak pilihnya hari ini. Mereka beralibi dengan berbagai alasan yang saya kira kurang masuk akal, mulai ribet, tidak tahu siapa calonnya, dll. Hal ini akan sangat berbahaya. Bayangkan, saat ini, masyarakat seperti sedang digiring untuk diam dan acuh tak acuh terhadap kondisi negaranya sendiri. Mereka tak mau berbuat untuk merubah sedikit demi sedikit. Dan saya beranggapan bahwa melalui pemilu inilah, salah satu media yang cukup bagus untuk merubah wajah Indonesia baik di mata warga negaranya maupun warga dunia. 
       Coba kita bayangkan, kalau benar kita sebagai umat muslim banyak yang tidak mau nyoblos, lalu yang duduk di dewan adalah orang-orang non-muslim, saya yakin bahwa ke depan, masyarakat digiring untuk mengikuti segala keinginan nafsu syetan mereka, mereka akan dengan tidak segan lagi meraup uang rakyat hanya demi menyejahterakan kehidupan mereka sendiri, dan siapa akhirnya yang akan menderita? tentu saja rakyat Indonesia. Maka, saran saya adalah silahkan pilih PARTAI ISLAM, terserah apa pun itu partainya. Saya ada beberapa saran dari seorang teman untuk memilih calon legislatif yang representatif, yaitu : 
1. Kalau semuanya baik, pilihlah yang paling banyak kebaikannya
2. Kalau ada yang baik dan ada yang buruk, pilih yang baik
3. Kalau semuanya buruk, pilih yang paling sedikit keburukannya. 

maka, gunakan hak pilih Anda pada hari ini, karena nasib Indonesia 5 tahu ke depan ditentukan hari ini. So, jangan GOLPUT. GOLPUT bukan pilihan cerdas dan bijak, bahkan GOLPUT adalah pilihan orang yang sekadar kecewa dengan kinerja dewan dan tak mau berpartisipasi untuk mengubah bangsanya. 

SALAM DAMAI PEMILU LUBERJURDIL 9 April 2014 

Sabtu, 29 Maret 2014

Mimpi Nikah

       Semalam, entah apa yang membuatku masih terbawa mimpi sampai hari yang sudah hampir siang ini. Semalam, sesudah sampai di kota Angling Dharma, 2 bulan lalu tepatnya, aku terakhir kali menginjakkan kaki di kota ini, alhamdulillah kemarin bisa melihat gemerlapnya kota ini. Karena lelah, diri ini langsung bersih diri, sholat dan makan malam, usai makan malam, sembari mendengarkan alunan lagu dari tablet Axioo PicoPad diri ini pun tertidur menuju alam mimpi. 
       Dalam mimpiku, aku merasa kaget, karena tiba-tiba saja aku dalam keadaan mau menikah. Saat itu, aku mempersiapkan segala sesuatunya untuk akad nikah sekaligus resepsinya. Tak begitu jelas siapa calon pendampingku, yang pasti dan kuingat saat itu adalah aku berkali-kali mengucapkan ijab kabul "Qobiltu nikaahahaa wa tazwiijahaa bil mahril madzkur" 
       Ya Allah, pertanda apakah ini ? Aku pun tak tahu, yang pasti semoga baik-baik saja di kehidupan hari-hari depan. Aamiin. 

Jumat, 28 Maret 2014

Pelantikan Pengurus Eksekutif-Legislatif Fakultas Humaniora 14/15


       Tadi malam, Kamis, 27 Maret 2014 menjadi hari yang begitu membahagiakan dan menggembiarakan dalam hidupku. Untuk pertama kalinya aku bersama kawan-kawan sejurusan maupun dari jurusan lain yang berada di fakultas humaniora dilantik menjadi pejabat legislatif maupun eksekutif fakultas humaniora. Mulai dari SEMA-F, DEMA-F maupun HMJ baik PBA, BSA, maupun BSI. Alhamdulillah, aku menjadi wakil sekretaris HMJ PBA, sedangkan jabatan sekretaris diisi oleh Diana Kurniawati alias Nana yang memang sudah pernah menjadi pengurus HMJ tahun lalu. Tahun lalu, sebenarnya aku sudah ingin sekali menjadi pengurus HMJ PBA, tapi karena mungkin kala itu, aku sedang sibuk dengan masalah kuliah dan memang hanya ingin fokus pada kuliah saja, maka aku pun membatalkan itu semua dan mengurungkan niat itu sampai satu tahun. 
       Untuk tahun ini, sebenarnya aku menjadi pengurus HMJ PBA juga bukan karena aku mendaftar dan ikut seleksi, tetapi karena aku endapat tawaran dari Ketua HMJ PBA, Hasan Abdillah untuk menjadi pengurus. Tepatnya, Rabu, 26 Maret 2014 sebelum aku masuk ruang Lab. Bahasa untuk kuliah Istima' aku ditawari untuk menjadi pengurus HMJ PBA. Awalnya aku menyanggupi tetapi untuk di bagian apa aku diberi dua tawaran yaitu tarqiyatuth tholabah atau ta'liimul lughoh, tergantung nanti bagaimana hasilnya ketika dirapatkan di bagian inti. 
       Kalau saja aku tidak ditawari, aku tidak mau menjadi pengurus HMJ PBA. Kalau diri ini diharuskan ikut mendaftar dan harus seleksi, tentu aku akan menolak untuk menjadi pengurus HMJ PBA, tetapi Hasan begitu pintar merayuku dan alhamdulillah karena memang aku juga tidak ada job dan banyak waktu luang. Apa salahnya aku mencoba untuk menjadi pengurus harian, lagian diri ini sudah lama tidak bergelut di dunia surat-menyurat yang sudah lama kutinggalkan. 
       Akhirnya, semoga amanah ini dapat kujalankan dan kuemban dengan baik dan tanpa pengkhianatan. Salam PBA. 

Senin, 10 Maret 2014

Pesta Demokrasi UIN Malang 2014


       Hari ini, 10 Maret 2014 pesta demokrasi di kampusku tercinta UIN Maliki Malang dilaksanakan. Serempak seluruh jurusan dan fakultas melaksanakan pemilihan umum di lingkungan kampus. Sebelumnya, para calon telah mendaftar melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam lingkup universitas, selanjutnya melakukan uji validasi baik dari data dan sebagainya. Dilanjutkan dengan kampanye selama beberapa hari dan akhirnya tiba pada hari ini, pesta ini dilaksanakan.

Sabtu, 08 Maret 2014

TATA RUANG UIN MALANG


       Menanggapi tata ruang UIN Maliki Malang, bagi saya, saya melihatnya sudah tertata namun ada beberapa hal yang masih kurang. Dari beberapa seminar yang saya ikuti, saya tahu bahwa desain tata ruang UIN Maliki Malang meggunakan desain timur tengah mengingat dana pembangunan kampus ini mayoritas berasal dari bank Islam yang notabene anggotanya adalah Negara-negara Islam di timur tengah sana. Desain timur tengah memang bagus, namun bila diterapkan di Indonesia misalnya ada beberapa kekurangan. Misalnya kurang adanya ruang hijau untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekitarnya. Kita lihat di sekitar kampus UIN Maliki Malang jumlah pohon yang tertanam hanya sedikit, hal ini tidak sebanding dengan volume kendaraan bermotor yang mengeluarkan emisi gas setiap harinya yang kita tahu kian hari kian banyak saja jumlahnya.

Jumat, 07 Maret 2014

English Language in University Level


       Sometimes, i feel so strange to see how English Language works in university level. I see there are so many students, even they study in English Department they feel not able to study English. In additon to the students outside the English Department like Arabic Language Department. Whereas, this subject is the compulsory subject in Arabic Language Department and has three SKS in one semester. And there is English Language I and English Language II. The prerequirement to take English Language II is the student must be passed the English Language I. 

Senin, 03 Maret 2014

Seminar Kepenulisan


       2 hari lalu, tepatnya 1 Maret 2014, saya mengikuti seminar kepenulisan yang diadakan oleh KBMB (Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi) UIN Maliki Malang. Dalam seminar ini, pemateri adalah Pak Husnun N. Juraid dari Radar Malang dan Pak Abdul Aziz yang saat ini menjabat sebagai pembina KBMB.
       Dalam seminar yang digelar selama kurang lebih 5 jam tersebut, saya mendapatkan beberapa ilmu yang sangat bermanfaat. Seperti bahwa menulis itu ditularkan. Lalu, menulislah dahulu, masalah pengeditan, sistematika dsb bisa dipejari sambil jalan. Bahasa Indonesia sendiri banyak disampaikan lewat media tulis. Meski begitu, sebagai bangsa Indonesia kita masih sering mendiskriminasikan yang namanya tulisan dan menitikberatkan pada sisi pembicaraan semacam yang kita saksikan di televisi hari-hari ini. Tulislah yang kita pikirkan, dan jangan memikirkan apa yang anda tulis. Adanya media sosial hendaknya digunakan lebih bijak dengan menulis tulisan yang lebih panjang dan lebih berisi. Dalam menulis, tentunya kita mengalami berbagai kesulitan disana-sini yang pada intinya kita harus dengan cepat mengatasi hal itu bila kita menginginkan menjadi seorang penulis handal di masa kini maupu masa yang akan datang. Menjadi penulis harus ditunjang dengan pembacaan yang baik. Hal ini tentunya membutuhkan banyak latihan yang intens. Tunjukkan tulisan kita melalui media sosial atau kepada rekan kerabat kita agar kita tahu sejauh mana tulisan kita bisa mendapat tempat di hati pembaca kita nantinya.
       Itulah sedikit ilmu yang saya dapatkan di seminar kepenulisan dua hari lalu. Semoga bermanfaat.



Minggu, 02 Maret 2014

MAKNA HAJI (WAKTU)

      

       Haji adalah salah satu ibadah yang masuk dalam jajaran rukun Islam. Tepatnya rukun Islam yang kelima. Sebagai rukun, maka hendaknya dari setiap kita untuk senantiasa berusaha untuk bisa melaksanakannya paling tidak satu kali seumur hidup. Jangan sampai tidak terbersit sedikit pun di benak seorang muslim untuk tidak mengunjungi Baitullah Kakbah Al-Musyarrafah. Kakbah memiliki banyak keajaiban, keunikan, juga keindahan. Keberadaan Mekkah yang begitu strategis sangat cocok untuk dijadikan salah satu tujuan ibadah kaum muslim.
       Di dalam ibadah haji terdapat salah satu aktivitas yaitu thawaf. Thawaf berarti mengelilingi kakbah sebanyak tujuh kali putaran dan putarannya berlawanan dengan jarum jam. Thawaf ini memiliki arti tersirat bahwa begitu berartinya waktu bagi umat manusia. Kita tahu, dahulu kala, ilmuwan muslim kita sudah banyak menemukan berbagai penemuan yang sampai saat ini dampaknya masih dapat kita rasakan, tak terkecuali dengan penemu jam pasir atau bahkan jam yang kita kenal sekarang ini.

       Maka dari itu, pada intinya, maka marilah gunakan kesempatan dan waktu yang ada untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kita tak merugi di akhir nanti.

Sabtu, 01 Maret 2014

Alun-Alun Bojonegoro




       Setiap kota atau kabupaten tentunya memiliki ikon tersendiri yang menjadi kebanggaan. Salah satu dari kebanggan sebuah kota tersebut adalah Alun-alun. Alun-alun menjadi satu tempat penting di dalam sebuah kota/kabupaten. Letak alun-alun sendiri biasanya di tengah kota, lalu dikelilingi oleh kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, kantor polisi, dan tempat ibadah.

Jumat, 28 Februari 2014

PBA Pindah ke Fakultas Tarbiyah

       
       Pendidikan Bahasa Arab adalah salah satu jurusan di fakultas humaniora UIN Maliki Malang. Tahun ini, seperti tahun sebelumnya, terjadi polemik yang sedikit merisaukan hati segenap anggota jurusan PBA. Apalagi kalau bukan masalah perpindahan jurusan PBA dari fakultas Humaniora ke Fakultas Tarbiyah. Tahun lalu, memang masalah ini sudah menjadi trending topic di kalangan masyarakat humaniora, meski sempat redam karena peran Kajur, tapi tahun ini, masalah ini kembali muncul dengan sedikit ancaman dan bentuk yang berbeda. 
       Menurut berita burung, Pak Rektor Universitas mengancam tidak mau menandatangani ijazah wisudawan PBA tahun ini kalau jurusan PBA tidak mau pindah ke fakultas tarbiyah. Beberapa kakak angkatan juga kawan seangkatan merasa galau dan mencaci maki sana-sini. Kalau saya sendiri menyikapi hal ini dengan tenang. Saya masih teringat kata Kajur PBA tahun lalu, Ustadzah Umi Machmudah ketika acara sosialisasi akademik usai UAS semester 1. Beliau mengatakan bahwa selama belum ada SK (Surat Keputusan) yang turun, maka kita semua (PBA) tetap berada di Humaniora. Jadi, kalau sekarang SK sudah turun, maka mau tidak mau kita harus terima itu semua dan tentu dengan segala konsekuensinya. 
       Masalah perpindahan jurusan dari satu fakultas ke fakultas lain menyangkut segala hal termasuk administrasi, dosen, karyawan semuanya harus bahu-membahu dalam hal perpindahan ini. Tidak mungkin yang pindah hanya mahasiswanya saja, sedangkan dosen, administrasi dan lain-lain yang berhubungan dengan itu masih tetap di fakultas yang lam. Maka, bila semuanya sudah siap dan ikhlas dengan perpindahan ini, saya kara masalah perpindahan ini tidak menjadi masalah. 


Kamis, 27 Februari 2014

Proporsionallah


       Tak jarang kita terlalu memaksakan kehendak dalam berbagai hal. Contoh saja, kita tidak tahu sama sekali masalah elektronika, kok kita dengan mudahnya memperbaiki sesuatu yang erat hubungannya dengan elektronika, sehingga yang terjadi malah alat tersebut menjadi rusak dan tidak berfungsi kembali. Maka dari itu, kita sebagai seorang manusia hendaknya berlaku proporsional alias tahu diri. Tahu kapasitas diri ini seberapa dalam segala hal.
       Proporsional berarti seimbang dalam menyikapi sesuatu. Kalau misalnya kita sudah tidak sanggup melakukan suatu hal, maka kita bisa meminta bantuan kepada teman, guru, atau orang lain yang lebih tahu dan mengerti. Proporsional begitu penting dalam kehidupan. Kalau saja semua orang bisa melakukan segala sesuatu dan menguasainya, maka alangkah monotonnya hidup ini. Tak ada interaksi antar sesama, tidak ada lagi hubungan darah, persaudaraan. Dunia seakan milik personal. Maka, patut kiranya kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan hambaNya, terutama manusia dengan berbagai kelebihan yang satu orang dengan yang lainnya berbeda. Maka, ingatlah selalu bahwa setiap orang itu memiiki keahlian dan kelebihan masing-masing, maka janganlah kiranya kita menghina orang lain yang mungkin tidak bisa melakukan suatu hal karena bisa jadi ia mampu melakukan sesuatu selain itu.


Rabu, 26 Februari 2014

MUHARRIK/AH MSAA 2014


       Hari-hari ini, MSAA disibukkan dengan pendaftaran muharrik atau penggerak. Muharrik adalah mahasantri yang memiliki kapabilitas di berbagai bidang yang diharapkan mampu membantu terwujudnya program MSAA. Maksud dari diadakannya pendaftaran muharrik ini tak lain dan tak bukan adalah sebagai media latihan dan juga wahana aplikasi pengalaman mahasantri selama beberapa bulan tinggal di MSAA ini. Untuk tahun ini memang pendaftarannya tidak begitu lama seperti tahun lalu. Saya masih ingat, tahun lalu ketika menjadi muharrik mabna ibnu rusydi bagian ubudiyah, diri ini harus bersaing dengan kawan-kawan lain yang juga berkeinginan pada devisi yang sama. Dan alhamdulillah, diri ini terpilih bersama satu lagi kawanku bernama Haris anak jurusan PAI asal Bima.

Selasa, 25 Februari 2014

A Quite Birthday Ever


       Hari ini aku berulang tahun ke-20. Sungguh cepat waktu ini berlalu. Berasa baru kemarin berumur belasan dan sejak hari ini umur ini sudah berkepala dua yang tentu itu berarti sudah tidak ada lagi yang namanya malas-malasan dalam beribadah, belajar, bersosialisasi, organisasi, dan juga harus lebih profesional dan proporsional dalam berbagai hal dan bidang. Namun, ada hal lain yang kurasakan dari ultahku yang ke-20 ini. Aku memang sengaja beberapa saat yang lalu membuat privasi tanggal lahirku hanya bisa dilihat olehku dan tidak oleh orang lain. Aku memang sengaja melakukannya untuk menghindari adanya kejutan-kejutan yang tak diharapkan di hari bahagia. Aku lebih suka diam dan tak ada sesuatu apa pun di hari spesialku ini. Aku merasa hari ini menjadi hari dimana aku harus banyak berbenah diri, muhasabah diri sejauh mana manfaat yang sudah disebarkan kepada sesama, seberapa besar keseriusan dalam mencari ilmu dan juga beribadah, terutama sholat tahajud.
       Alasan lainnya adalah agar diriku tahu, siapa saja sih yang memang benar-benar perhatian dan begitu tahu pada tanggal berapa aku ultah. Dan ternyata kutahu hanya sedikit saja yang mengingatnya. Yang mengingatnya hanya ayah, ibu, adik-adikku, Farla, Rifa teman MABIku dulu, dan juga Jihan, anak psikolog dan penulis sekaligus peliput berita. Terkadang, memang seru tak ada kejutan di hari ultah ke-20ku ini. Yang sedikit membuat jengkel adalah pernyataan Jihan tadi malam yang katanya mau ngasih aku tepung spesial + telor lah, atau diceburin ke kali lah. Hmzzz, awas kau ya.
       Menurutku, dengan bertambahnya umur ini, aku rasa Allah juga mengambil jatah hidup yang telah diberikan Allah kepadaku. Hal ini juga kutulis tadi pagi untuk Jihan yang juga berulang tahun ke-20 pada tanggal 16 Februari lalu. Dan akhirnya, harapanku di hari ultahku yang ke-20 semoga diri ini bisa semakin bersemangat dalam beribadah, baca Qur’an, baca buku, menuntut ilmu, berorganisasi. Tak lupa aku juga berharap semoga datang berbagai keajaiban di umurku yang ke-20 ini denga tercapainya segala keinginan dan cita-cita dan tak terkecuali juga cinta.

ARGHHH


Muak ...
Sungguh muak diriku dibuatmu
Sejak bergabung beberapa bulan lalu
Serasa dalam diri berkecamuk benci walau terkadang rindu

Ah, sudahlah ..
Tak ada yang mau mengerti
Kecuali Tuhan Ilahi Rabbi
Kurasa ini bukan jalanku
Walau akhirnya aku begitu terpaksa
Masuk merasuk dalam pada itu

Keluar
Hanya itu satu pilihanku
Atau sekadar tidak datang pada pertemuan
Menghilang tanpa kabar
Dan tatkala ditanya
sedikit urusan jawabannya


25 Februari 2014 22:56 

Senin, 24 Februari 2014

Akademik Dianaktirikan


       Entah kenapa, beberapa hari ini, pikiran ini dipusingkan dengan adanya pemira di kampus uin malang. Euforia demokrasi itu tampaknya dengan cepat mengambil hati para mahasiswa yang katanya sih sok aktivis. Aktivis sih memang benar, tapi kadang mereka melupakan aspek lain yang begitu dan teramat penting yaitu sisi akademis mereka. Beberapa teman ada yang juga berani nyalon padahal ketika di kelas, ia tak pernah atau sangat jarang sekali masuk dan mementingkan kuliahnya.

Minggu, 23 Februari 2014

Aku Ikut Bahagia


       Tanggal 16 Februari lalu, seseorang yang baru 1,5 tahun kukenal ultah. Jihan namanya. Mahasiswa Psikologi asal Gresik yang kukenal ketika OPAK Universitas hari kedua.  Entah kenapa, setiap kali diri ini mengingat Jihan, selalu ingat saja tanggal lahirnya karena memang tanggal lahirnya aku gunakan sebagai pin ketika transaksi pulsa. Ya, terlepas dari itu semua, yang pasti aku ikut bahagia melihat teman yang kukenal ultah.
       Aku pun tak tahu juga kenapa seperti orang bingung. Aku mencari-cari kado apa yang cocok untuk aku berikan kepadanya. Akhirnya kuputuskan untuk pergi ke Gramedia Matos untuk membeli sebuah buku berjudul “Saleha is me, karena cantik saja tidak cukup.” Semoga buku itu bermanfaat sebagai bacaan bagi dirinya. Kuharap ia bisa memperbaiki dirinya dari berbagai aspek, terutama dalam hal ibadah. Aku hanya berharap ia menjadi gadis sholehah di masa depan dan mendapat pasangan hidup yang bisa membimbingnya menuju Syurga.


Sabtu, 22 Februari 2014

Mahasiswa Kok Gak Bisa Buat Makalah


       Beberapa waktu lalu, aku ditanya oleh ayahku yang saat itu sedang mengoreksi makalah mahasiswa TI AKN Bojonegoro. Anehnya, banyak sekali mahasiswa yang mengalami kesalahan, baik itu kesalahan yang kecil sampai kesalahan yang kadang begitu fatal. Entah apa alasannya, sekilas aku lihat mereka banyak melakukan kesalahan mulai membuat sampul makalah, berlanjut pada kata pengantar yang banyak menjiplak yang sampai-sampai mereka lupa untuk mengedit matakuliah dan dosennya. Kesalahan di dalam penulisan makalah selanjutnya adalah penulisan bahasa arab, ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi yang hampir tidak ada yang benar.
       Sungguh miris memang melihat mahasiswa Teknik Informatika yang notabenenya lebih tahu dan lebih pintar masalah komputer, seharusnya lebih bisa dalam hal membuat makalah. Tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya. Hal ini kadang bisa dimaklumi karena mahasiswa ayahku berada di bojonegoro yang tentu kualitas mahasiswanya tdak bisa disamakan dengan kualitas mahasiswa yang belajar di universitas-universitas ternama semacam UI ataupun UIN. Di universitas tersebut tampaknya dosen tidak mewajibkan model atau format yang sama dalam pembuatan makalah bagi tiap mahasiswanya, sehingga kesalahan seringkali tak terhindarkan. Aku sempat ngomong ke ayahku kenapa tidak diberi semacam sebuah format atau standar dalam pembuatan makalah.
       Tapi, yang terpenting dari hal-hal di atas adalah bahwa kualitas pendidikan di negeri ini tak bisa semuanya dikatakan maju. Masih ada beberapa lini yang harus diperbaiki bersama-sama demi terwujudnya model pendidikan nasional yang berkualitas tinggi.


Rabu, 19 Februari 2014

Pelantikan KORKOM IMM Se-Malang Raya


     Bulan Desember lalu, aku berkesempatan hadir dalam acara Pelantikan Pengurus KORKOM IMM Se-Malang Raya. Berbagai mahasiswa yang tergabung dalam IMM dari berbagai universitas datang memeriahkan acara tersebut yang berlokasi di aula kampus II Universitas Muhammadiyah Malang. Sebagai tuan rumah, UMM menyambut dengan baik dan ramah setiap mahasiswa yang hendak memasuki ruangan pelantikan. Suasana tampak riuh dengan canda dan gelak tawa disana-sini, tak terkecuali pembicaraan-pembicaraan serius mengenai IMM sendiri. Acara dimulai setelah hampir 80 persen mahasiswa yang ditargetkan telah hadir memenuhi ruangan pelantikan. Sampai-sampai di tengah acara banyak peserta pelantikan yang tidak kebagian tempat duduk sehingga harus rela berdiri bermenit-menit bahkan berjam-jam hanya demi melihat pelantikan pengurus KORKOM dan tak lupa sambutan dari pengurus atau pembina IMM yang datang langsung dari PDM Malang. 

Selasa, 18 Februari 2014

Ayat Kauniyah Terpojokkan


       Sebagai seorang muslim, kita sudah tentu membaca kalam ilahi atau surat cinta dari Allah SWT yang begitu indah susunan kata, mengalahkan syair sepiawai-piawainya seorang penyair sekalipun. Di dalam ayat Al-Qur’an ternyata hampir atau sebagian besar isinya mengenai ayat kauniyah atau tanda-tanda kekuasaan Allah yang terjadi di alam semesta ini. Selain itu, sebagai akibatnya kita banyak melihat olimpiade sains sampai tingkat internasional. Hal ini sungguh memang perlu diapresiasi. Namun, alangkah lebih baiknya bila Al-Qur’an dijadikan landasan dalam mengkaji ilmu sains, begitu pula ilmu lainnya.

Senin, 17 Februari 2014

Ekstrakulikuler dinomorduakan


       Beberapa saat lalu, aku mendengar kabar dari seorang adik kelasku MAN 3 Malang bahwa sekarang ini kepala sekolah sedang menggenjot masalah akademik. Saking semangatnya, sampai-sampai diterapkan semacam semester pendek semacam di universitas. Aku pun bertanya-tanya, bagaimana penerapannya pada siswa SMA yang notabene juga masih suka bermain macam anak SD. Kutemukan jawabnya ternyata siswa yang tidak tuntas di sebuah mata pelajaran harus menambah jam pelajaran sepulang sekolah.
       Namun, yang aku sayangkan adalah ada sisi lain yang “mati” menurut pengamatanku. Ekstrakulikuler tak ubahnya sebuah onggokan sampah yang amat sedikit orang mau menyentuhnya. Namun, itulah yang terjadi. Masih begitu hangat dalam ingatan, ketika aku aktif di pramuka, keadaan anggota begitu banyak dan aktif. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pergantian rotasi pimpinan dan juga generasi membuat semua itu berubah. Suasana sudah tak senyaman dulu, sanggar pun sudah jarang dikunjungi kecuali pada saat hendak mengadakan event besar semacam BFSC atau PERAK LINGGARJATI. Padahal, kalau sekali lagi amati, betapa banyak orang yang berhasil bukan lewat jalur akademik. Sebagian mereka mendapatkan pekerjaan dari hal-hal sampingan yang mereka tekuni meski akademik mereka agak “kocar-kacir”. Jadi, mungkin yang perlu menjadi perhatian kepala MAN 3 Malang adalah mengaktifkan kembali ekstrakurikuker. Untuk masalah semster pendek sebaiknya ditiadakan dan mungkin perlu dicari solusi lain yang lebih baik. Dan satu pesan saya, bagi semua siswa MAN 3 Malang, seimbangkan sisi akademik, organisasi, ibadah, dan juga bergaul. Kelak, kalian akan memetik buah yang begitu ranum yang memang bisa jadi masa ini belum kalian rasakan.


Masyarakat Damai

 
     Pernah terpikir dan terbayang olehku suatu masyarakat tentram. Masyarakat yang majemuk dengan berbagai latar belakang tetapi bisa hidup guyup rukun. Bisa kita ambil contoh sebuah masyarakat pedesaan yang begitu permai, kalau di kartun semacam masyarakat pada film Upin Ipin. Disana semua masyarakatnya tampak begitu nyaman, asri, aman serta menenangkan jiwa. Ada lagi sebuah bayangan sebuah negeri yang dibentuk oleh seorang budayawan Indonesia yang sedikit nyeleneh karena menggunakan istilah jawa yang sedikit kacau, siapa lagi kalau bukan Republik Jancukers milik Sudjiwo Tejo. Disana, ia memimpikan dan selalu membayangkan sebuah masyarakat yang sangat mementingakan dan memperhatikan berbagai aspirasi rakyat, hingga pada segala hal yang begitu remeh temeh sekali pun semacam payung presiden dll.

Minggu, 16 Februari 2014

MENYIKAPI BENCANA


       Makna bencana bagi orang yang beriman
1. Ujian keimanan, masih murnikah atau sudah terkotori oleh sifat-sifat buruk atau praktek-praktek kesyirikan. Bagaimana seorang hamba menjaga akhlaq dalam kesehariannya, mu’amalahnya dengan sesama, ibadahnya,
  
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.S. Al-Ankabut : 2)
2. Bencana sebagai akibat dari ulah manusia yang dilakukan. Jika kita berkaca pada zaman nabi-nabi sebelum Muhammad SAW. Bencana-bencana ini tentu berakibat pada hal-hal baik materi maupun non-materi. Kita ingat tahun 2007, bojinegoro dipenuhi air bah.


Nah, untuk menanggulangi agar hal-hal tersebut terulang kembali, maka kita harus mengamalkan perintah Allah, seperti berdo’a. Mengapa berdo’a? Karena berdo’a bisa mencegah takdir Allah yang jelek. Selain berdo’a, kita juga bisa membaca Qur’an meski tidak benyak yang penting adalah istiqomah karena sebaik-baik amal adalah keajegannya meski sedikit, terlebih bila bisa lebih banyak, alhamdulillah. Selain itu, kita juga harus mendirikan sholat fardhu tepat waktu, infak dan sedekah serta sholat tahajud.  

Sabtu, 15 Februari 2014

ISLAM AGAMA RAHMATAN LIL ‘AALAMIIN

73. dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.
Manusia banyak yang bila diberi peringatan dengan ayat Allah maka mereka seakan-akan buta dan tuli dengan hal itu.
Valentine hanya satu hari, dalam Islam, kasih sayang antar sesama manusia diaplikasikan dalam hal-hal dan ritual yang lebih dalam maknanya. Seperti zakat, sedekah, dsb. Kalau hanya lewat valentine, kita lihat dari tahun ke tahun, maka hasilnya atau akhirnya rata-rata adalah kemaksiatan. Rasul memberitakan melalui haditsnya yaitu “Tidak dikatakan mukmin salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya dengan apa-apa yang ia cintai”. Wujud kesetiakawanan dengan sesama muslim akan terjadi bila antara muslim satu dengan muslim lainnya itu saling peduli. Karena sabda Rasul, “Barangsiapa yang tidak mementingkan perkara orang muslim, maka ia tidak termasuk golongan muslim”.
Back to top