Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Jumat, 28 Februari 2014

PBA Pindah ke Fakultas Tarbiyah

       
       Pendidikan Bahasa Arab adalah salah satu jurusan di fakultas humaniora UIN Maliki Malang. Tahun ini, seperti tahun sebelumnya, terjadi polemik yang sedikit merisaukan hati segenap anggota jurusan PBA. Apalagi kalau bukan masalah perpindahan jurusan PBA dari fakultas Humaniora ke Fakultas Tarbiyah. Tahun lalu, memang masalah ini sudah menjadi trending topic di kalangan masyarakat humaniora, meski sempat redam karena peran Kajur, tapi tahun ini, masalah ini kembali muncul dengan sedikit ancaman dan bentuk yang berbeda. 
       Menurut berita burung, Pak Rektor Universitas mengancam tidak mau menandatangani ijazah wisudawan PBA tahun ini kalau jurusan PBA tidak mau pindah ke fakultas tarbiyah. Beberapa kakak angkatan juga kawan seangkatan merasa galau dan mencaci maki sana-sini. Kalau saya sendiri menyikapi hal ini dengan tenang. Saya masih teringat kata Kajur PBA tahun lalu, Ustadzah Umi Machmudah ketika acara sosialisasi akademik usai UAS semester 1. Beliau mengatakan bahwa selama belum ada SK (Surat Keputusan) yang turun, maka kita semua (PBA) tetap berada di Humaniora. Jadi, kalau sekarang SK sudah turun, maka mau tidak mau kita harus terima itu semua dan tentu dengan segala konsekuensinya. 
       Masalah perpindahan jurusan dari satu fakultas ke fakultas lain menyangkut segala hal termasuk administrasi, dosen, karyawan semuanya harus bahu-membahu dalam hal perpindahan ini. Tidak mungkin yang pindah hanya mahasiswanya saja, sedangkan dosen, administrasi dan lain-lain yang berhubungan dengan itu masih tetap di fakultas yang lam. Maka, bila semuanya sudah siap dan ikhlas dengan perpindahan ini, saya kara masalah perpindahan ini tidak menjadi masalah. 


Kamis, 27 Februari 2014

Proporsionallah


       Tak jarang kita terlalu memaksakan kehendak dalam berbagai hal. Contoh saja, kita tidak tahu sama sekali masalah elektronika, kok kita dengan mudahnya memperbaiki sesuatu yang erat hubungannya dengan elektronika, sehingga yang terjadi malah alat tersebut menjadi rusak dan tidak berfungsi kembali. Maka dari itu, kita sebagai seorang manusia hendaknya berlaku proporsional alias tahu diri. Tahu kapasitas diri ini seberapa dalam segala hal.
       Proporsional berarti seimbang dalam menyikapi sesuatu. Kalau misalnya kita sudah tidak sanggup melakukan suatu hal, maka kita bisa meminta bantuan kepada teman, guru, atau orang lain yang lebih tahu dan mengerti. Proporsional begitu penting dalam kehidupan. Kalau saja semua orang bisa melakukan segala sesuatu dan menguasainya, maka alangkah monotonnya hidup ini. Tak ada interaksi antar sesama, tidak ada lagi hubungan darah, persaudaraan. Dunia seakan milik personal. Maka, patut kiranya kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan hambaNya, terutama manusia dengan berbagai kelebihan yang satu orang dengan yang lainnya berbeda. Maka, ingatlah selalu bahwa setiap orang itu memiiki keahlian dan kelebihan masing-masing, maka janganlah kiranya kita menghina orang lain yang mungkin tidak bisa melakukan suatu hal karena bisa jadi ia mampu melakukan sesuatu selain itu.


Rabu, 26 Februari 2014

MUHARRIK/AH MSAA 2014


       Hari-hari ini, MSAA disibukkan dengan pendaftaran muharrik atau penggerak. Muharrik adalah mahasantri yang memiliki kapabilitas di berbagai bidang yang diharapkan mampu membantu terwujudnya program MSAA. Maksud dari diadakannya pendaftaran muharrik ini tak lain dan tak bukan adalah sebagai media latihan dan juga wahana aplikasi pengalaman mahasantri selama beberapa bulan tinggal di MSAA ini. Untuk tahun ini memang pendaftarannya tidak begitu lama seperti tahun lalu. Saya masih ingat, tahun lalu ketika menjadi muharrik mabna ibnu rusydi bagian ubudiyah, diri ini harus bersaing dengan kawan-kawan lain yang juga berkeinginan pada devisi yang sama. Dan alhamdulillah, diri ini terpilih bersama satu lagi kawanku bernama Haris anak jurusan PAI asal Bima.

Selasa, 25 Februari 2014

A Quite Birthday Ever


       Hari ini aku berulang tahun ke-20. Sungguh cepat waktu ini berlalu. Berasa baru kemarin berumur belasan dan sejak hari ini umur ini sudah berkepala dua yang tentu itu berarti sudah tidak ada lagi yang namanya malas-malasan dalam beribadah, belajar, bersosialisasi, organisasi, dan juga harus lebih profesional dan proporsional dalam berbagai hal dan bidang. Namun, ada hal lain yang kurasakan dari ultahku yang ke-20 ini. Aku memang sengaja beberapa saat yang lalu membuat privasi tanggal lahirku hanya bisa dilihat olehku dan tidak oleh orang lain. Aku memang sengaja melakukannya untuk menghindari adanya kejutan-kejutan yang tak diharapkan di hari bahagia. Aku lebih suka diam dan tak ada sesuatu apa pun di hari spesialku ini. Aku merasa hari ini menjadi hari dimana aku harus banyak berbenah diri, muhasabah diri sejauh mana manfaat yang sudah disebarkan kepada sesama, seberapa besar keseriusan dalam mencari ilmu dan juga beribadah, terutama sholat tahajud.
       Alasan lainnya adalah agar diriku tahu, siapa saja sih yang memang benar-benar perhatian dan begitu tahu pada tanggal berapa aku ultah. Dan ternyata kutahu hanya sedikit saja yang mengingatnya. Yang mengingatnya hanya ayah, ibu, adik-adikku, Farla, Rifa teman MABIku dulu, dan juga Jihan, anak psikolog dan penulis sekaligus peliput berita. Terkadang, memang seru tak ada kejutan di hari ultah ke-20ku ini. Yang sedikit membuat jengkel adalah pernyataan Jihan tadi malam yang katanya mau ngasih aku tepung spesial + telor lah, atau diceburin ke kali lah. Hmzzz, awas kau ya.
       Menurutku, dengan bertambahnya umur ini, aku rasa Allah juga mengambil jatah hidup yang telah diberikan Allah kepadaku. Hal ini juga kutulis tadi pagi untuk Jihan yang juga berulang tahun ke-20 pada tanggal 16 Februari lalu. Dan akhirnya, harapanku di hari ultahku yang ke-20 semoga diri ini bisa semakin bersemangat dalam beribadah, baca Qur’an, baca buku, menuntut ilmu, berorganisasi. Tak lupa aku juga berharap semoga datang berbagai keajaiban di umurku yang ke-20 ini denga tercapainya segala keinginan dan cita-cita dan tak terkecuali juga cinta.

ARGHHH


Muak ...
Sungguh muak diriku dibuatmu
Sejak bergabung beberapa bulan lalu
Serasa dalam diri berkecamuk benci walau terkadang rindu

Ah, sudahlah ..
Tak ada yang mau mengerti
Kecuali Tuhan Ilahi Rabbi
Kurasa ini bukan jalanku
Walau akhirnya aku begitu terpaksa
Masuk merasuk dalam pada itu

Keluar
Hanya itu satu pilihanku
Atau sekadar tidak datang pada pertemuan
Menghilang tanpa kabar
Dan tatkala ditanya
sedikit urusan jawabannya


25 Februari 2014 22:56 

Senin, 24 Februari 2014

Akademik Dianaktirikan


       Entah kenapa, beberapa hari ini, pikiran ini dipusingkan dengan adanya pemira di kampus uin malang. Euforia demokrasi itu tampaknya dengan cepat mengambil hati para mahasiswa yang katanya sih sok aktivis. Aktivis sih memang benar, tapi kadang mereka melupakan aspek lain yang begitu dan teramat penting yaitu sisi akademis mereka. Beberapa teman ada yang juga berani nyalon padahal ketika di kelas, ia tak pernah atau sangat jarang sekali masuk dan mementingkan kuliahnya.

Minggu, 23 Februari 2014

Aku Ikut Bahagia


       Tanggal 16 Februari lalu, seseorang yang baru 1,5 tahun kukenal ultah. Jihan namanya. Mahasiswa Psikologi asal Gresik yang kukenal ketika OPAK Universitas hari kedua.  Entah kenapa, setiap kali diri ini mengingat Jihan, selalu ingat saja tanggal lahirnya karena memang tanggal lahirnya aku gunakan sebagai pin ketika transaksi pulsa. Ya, terlepas dari itu semua, yang pasti aku ikut bahagia melihat teman yang kukenal ultah.
       Aku pun tak tahu juga kenapa seperti orang bingung. Aku mencari-cari kado apa yang cocok untuk aku berikan kepadanya. Akhirnya kuputuskan untuk pergi ke Gramedia Matos untuk membeli sebuah buku berjudul “Saleha is me, karena cantik saja tidak cukup.” Semoga buku itu bermanfaat sebagai bacaan bagi dirinya. Kuharap ia bisa memperbaiki dirinya dari berbagai aspek, terutama dalam hal ibadah. Aku hanya berharap ia menjadi gadis sholehah di masa depan dan mendapat pasangan hidup yang bisa membimbingnya menuju Syurga.


Sabtu, 22 Februari 2014

Mahasiswa Kok Gak Bisa Buat Makalah


       Beberapa waktu lalu, aku ditanya oleh ayahku yang saat itu sedang mengoreksi makalah mahasiswa TI AKN Bojonegoro. Anehnya, banyak sekali mahasiswa yang mengalami kesalahan, baik itu kesalahan yang kecil sampai kesalahan yang kadang begitu fatal. Entah apa alasannya, sekilas aku lihat mereka banyak melakukan kesalahan mulai membuat sampul makalah, berlanjut pada kata pengantar yang banyak menjiplak yang sampai-sampai mereka lupa untuk mengedit matakuliah dan dosennya. Kesalahan di dalam penulisan makalah selanjutnya adalah penulisan bahasa arab, ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi yang hampir tidak ada yang benar.
       Sungguh miris memang melihat mahasiswa Teknik Informatika yang notabenenya lebih tahu dan lebih pintar masalah komputer, seharusnya lebih bisa dalam hal membuat makalah. Tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya. Hal ini kadang bisa dimaklumi karena mahasiswa ayahku berada di bojonegoro yang tentu kualitas mahasiswanya tdak bisa disamakan dengan kualitas mahasiswa yang belajar di universitas-universitas ternama semacam UI ataupun UIN. Di universitas tersebut tampaknya dosen tidak mewajibkan model atau format yang sama dalam pembuatan makalah bagi tiap mahasiswanya, sehingga kesalahan seringkali tak terhindarkan. Aku sempat ngomong ke ayahku kenapa tidak diberi semacam sebuah format atau standar dalam pembuatan makalah.
       Tapi, yang terpenting dari hal-hal di atas adalah bahwa kualitas pendidikan di negeri ini tak bisa semuanya dikatakan maju. Masih ada beberapa lini yang harus diperbaiki bersama-sama demi terwujudnya model pendidikan nasional yang berkualitas tinggi.


Rabu, 19 Februari 2014

Pelantikan KORKOM IMM Se-Malang Raya


     Bulan Desember lalu, aku berkesempatan hadir dalam acara Pelantikan Pengurus KORKOM IMM Se-Malang Raya. Berbagai mahasiswa yang tergabung dalam IMM dari berbagai universitas datang memeriahkan acara tersebut yang berlokasi di aula kampus II Universitas Muhammadiyah Malang. Sebagai tuan rumah, UMM menyambut dengan baik dan ramah setiap mahasiswa yang hendak memasuki ruangan pelantikan. Suasana tampak riuh dengan canda dan gelak tawa disana-sini, tak terkecuali pembicaraan-pembicaraan serius mengenai IMM sendiri. Acara dimulai setelah hampir 80 persen mahasiswa yang ditargetkan telah hadir memenuhi ruangan pelantikan. Sampai-sampai di tengah acara banyak peserta pelantikan yang tidak kebagian tempat duduk sehingga harus rela berdiri bermenit-menit bahkan berjam-jam hanya demi melihat pelantikan pengurus KORKOM dan tak lupa sambutan dari pengurus atau pembina IMM yang datang langsung dari PDM Malang. 

Selasa, 18 Februari 2014

Ayat Kauniyah Terpojokkan


       Sebagai seorang muslim, kita sudah tentu membaca kalam ilahi atau surat cinta dari Allah SWT yang begitu indah susunan kata, mengalahkan syair sepiawai-piawainya seorang penyair sekalipun. Di dalam ayat Al-Qur’an ternyata hampir atau sebagian besar isinya mengenai ayat kauniyah atau tanda-tanda kekuasaan Allah yang terjadi di alam semesta ini. Selain itu, sebagai akibatnya kita banyak melihat olimpiade sains sampai tingkat internasional. Hal ini sungguh memang perlu diapresiasi. Namun, alangkah lebih baiknya bila Al-Qur’an dijadikan landasan dalam mengkaji ilmu sains, begitu pula ilmu lainnya.

Senin, 17 Februari 2014

Ekstrakulikuler dinomorduakan


       Beberapa saat lalu, aku mendengar kabar dari seorang adik kelasku MAN 3 Malang bahwa sekarang ini kepala sekolah sedang menggenjot masalah akademik. Saking semangatnya, sampai-sampai diterapkan semacam semester pendek semacam di universitas. Aku pun bertanya-tanya, bagaimana penerapannya pada siswa SMA yang notabene juga masih suka bermain macam anak SD. Kutemukan jawabnya ternyata siswa yang tidak tuntas di sebuah mata pelajaran harus menambah jam pelajaran sepulang sekolah.
       Namun, yang aku sayangkan adalah ada sisi lain yang “mati” menurut pengamatanku. Ekstrakulikuler tak ubahnya sebuah onggokan sampah yang amat sedikit orang mau menyentuhnya. Namun, itulah yang terjadi. Masih begitu hangat dalam ingatan, ketika aku aktif di pramuka, keadaan anggota begitu banyak dan aktif. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pergantian rotasi pimpinan dan juga generasi membuat semua itu berubah. Suasana sudah tak senyaman dulu, sanggar pun sudah jarang dikunjungi kecuali pada saat hendak mengadakan event besar semacam BFSC atau PERAK LINGGARJATI. Padahal, kalau sekali lagi amati, betapa banyak orang yang berhasil bukan lewat jalur akademik. Sebagian mereka mendapatkan pekerjaan dari hal-hal sampingan yang mereka tekuni meski akademik mereka agak “kocar-kacir”. Jadi, mungkin yang perlu menjadi perhatian kepala MAN 3 Malang adalah mengaktifkan kembali ekstrakurikuker. Untuk masalah semster pendek sebaiknya ditiadakan dan mungkin perlu dicari solusi lain yang lebih baik. Dan satu pesan saya, bagi semua siswa MAN 3 Malang, seimbangkan sisi akademik, organisasi, ibadah, dan juga bergaul. Kelak, kalian akan memetik buah yang begitu ranum yang memang bisa jadi masa ini belum kalian rasakan.


Masyarakat Damai

 
     Pernah terpikir dan terbayang olehku suatu masyarakat tentram. Masyarakat yang majemuk dengan berbagai latar belakang tetapi bisa hidup guyup rukun. Bisa kita ambil contoh sebuah masyarakat pedesaan yang begitu permai, kalau di kartun semacam masyarakat pada film Upin Ipin. Disana semua masyarakatnya tampak begitu nyaman, asri, aman serta menenangkan jiwa. Ada lagi sebuah bayangan sebuah negeri yang dibentuk oleh seorang budayawan Indonesia yang sedikit nyeleneh karena menggunakan istilah jawa yang sedikit kacau, siapa lagi kalau bukan Republik Jancukers milik Sudjiwo Tejo. Disana, ia memimpikan dan selalu membayangkan sebuah masyarakat yang sangat mementingakan dan memperhatikan berbagai aspirasi rakyat, hingga pada segala hal yang begitu remeh temeh sekali pun semacam payung presiden dll.

Minggu, 16 Februari 2014

MENYIKAPI BENCANA


       Makna bencana bagi orang yang beriman
1. Ujian keimanan, masih murnikah atau sudah terkotori oleh sifat-sifat buruk atau praktek-praktek kesyirikan. Bagaimana seorang hamba menjaga akhlaq dalam kesehariannya, mu’amalahnya dengan sesama, ibadahnya,
  
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.S. Al-Ankabut : 2)
2. Bencana sebagai akibat dari ulah manusia yang dilakukan. Jika kita berkaca pada zaman nabi-nabi sebelum Muhammad SAW. Bencana-bencana ini tentu berakibat pada hal-hal baik materi maupun non-materi. Kita ingat tahun 2007, bojinegoro dipenuhi air bah.


Nah, untuk menanggulangi agar hal-hal tersebut terulang kembali, maka kita harus mengamalkan perintah Allah, seperti berdo’a. Mengapa berdo’a? Karena berdo’a bisa mencegah takdir Allah yang jelek. Selain berdo’a, kita juga bisa membaca Qur’an meski tidak benyak yang penting adalah istiqomah karena sebaik-baik amal adalah keajegannya meski sedikit, terlebih bila bisa lebih banyak, alhamdulillah. Selain itu, kita juga harus mendirikan sholat fardhu tepat waktu, infak dan sedekah serta sholat tahajud.  

Sabtu, 15 Februari 2014

ISLAM AGAMA RAHMATAN LIL ‘AALAMIIN

73. dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.
Manusia banyak yang bila diberi peringatan dengan ayat Allah maka mereka seakan-akan buta dan tuli dengan hal itu.
Valentine hanya satu hari, dalam Islam, kasih sayang antar sesama manusia diaplikasikan dalam hal-hal dan ritual yang lebih dalam maknanya. Seperti zakat, sedekah, dsb. Kalau hanya lewat valentine, kita lihat dari tahun ke tahun, maka hasilnya atau akhirnya rata-rata adalah kemaksiatan. Rasul memberitakan melalui haditsnya yaitu “Tidak dikatakan mukmin salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya dengan apa-apa yang ia cintai”. Wujud kesetiakawanan dengan sesama muslim akan terjadi bila antara muslim satu dengan muslim lainnya itu saling peduli. Karena sabda Rasul, “Barangsiapa yang tidak mementingkan perkara orang muslim, maka ia tidak termasuk golongan muslim”.

Jumat, 14 Februari 2014

No Valentine, I'm A Moslem

     Awal Februari lalu, saya membuat status di facebook dan twitter yang intinya Selamat datang di bulan penuh cinta. Pada kolom komentar, teman lama, Mabafasa mengatakan untuk tidak membuat status yang terlalu umum, karena memang bulan februari sekarang ini sedang maraknya yang namanya hari valentine atau kasih sayang. Akhirnya, aku merubah status itu menjadi "Selamat datang di bulan cinta #bukanvalentineday". 
       Mengenai hari valentine, anak muda hampir keseluruhan, baik yang non-islam, bahkan yang mengaku beragama islam pun tak mau ketinggalan dengan momen ini. Lalu, bagaimana seharusnya kita sebagai pemuda Islam menyikapi hal-hal yang bertentangan dengan ajaran serta syari'at Islam ini. Nah, insyaAllah pada postingan kali ini akan saya bahas meski mungkin tidak terlalu banyak dan detail. Hanya pada pokok-pokonya saja. 
       Berbicara masalah sejarah dari Valentine Day, berikut adalah sejarah valentine day yang saya kutip dari blog http://oktymac.blogspot.com/2010/02/sejarah-valentine-world-book.html

Kelud pun Muntah - Peringatan Yang Maha Kuasa

      Pagi ini, negeri kita tercinta, Indonesia kembali menangis. Setelah air bah yang meggenangi ibu kota dan beberapa kota di tanah air, khususnya Pulau Jawa, tadi malam sekitar pukul 22.30 menjelang tengah malam, Gunung Kelud mengeluarkan letusannya yang menurut berita berulang sampai 10 kali. Hal ini mengakibatkan hujan pasir, hujan debu, dan juga hujan kerikil di beberapa daerah di sekitar Kelud. Nampaknya, karena angin berhembus dengan sangat cepat dari arah timur ke arah barat sehingga menyebabkan daerah Pujon, Ngantang dilanda hujan kerikil sehingga harus mengungsi mengamankan dan menyelamatkan diri.

بكاء كلود


حينما هذه البلدة قلق بأنواع المسائل والمشاكل
سنة السياسة مشهور في الخبر
ماأكثر البلاء فالمسيبة يجيئان هذه البلدة المحبوبة
سينبوغ يخَرجُ حممه ومطر رمله
عاصمة هذه البلدة مملوء بماء الفيضانات
طريق كديري مالانق مفسدة بالفيضانات الشديدة

وعندما بعض الناس ينامون نوما هادئا في البارحة
بغير فكر و بغير ظن
قرب إلي وسط الليل، كلود يخرج ما حواه
يخرج محتويات هذه الأرض
حمام، مطر الرمل، ومطر الغبار

نحن كأعضاء هذه البلدة
وجب علينا أن نملك التعاطف
وواجب علينا أن ندعو إلي الله
علي جميع المصيبة المحدثة

وهذا الشعور في القلب والنفس
من لديه الذنب هذه المصيبة
هل هذا خطأ الحكومة التي ليس لها رعاية
هل هذا خطأ المسؤول الذي يتكاثر في الحياة

وهذا من شيء ممكن
ويمكن لا
وأذكر الغني القديم حينما يزلزل أجه وسونامي
يمكن ربنا بدئ بضجر ينظر ما قد فعلنا
نحن الذين نفعل الخطيئات وفخورة بالذنوب
إذن، قد حان الوقت لترك المعصية والذنوب
كي لايغضب الله ولا يرسل البلاء
ندعو كي أخواتنا الذي يضرب بالمصيبة
خاصة في كلود الذي يزلزل في البارحة
عسي الله أن يعطيه السلامة والصبر
اصبروا أيها الإخوة
لأن جميع الذي حدث قد قدره الله
وبالطبع خلف هؤلاء المصيبة لديها الحكمة

وندعو الله كي نستطيع أن نأخذ الحكمة من كل المصيبة المحدثة 

KELUD BATUK

Tatkala negeri bingung dengan berbagai problematika
Tahun politik pun tak luput dari liputan
Tak sedikit pula bencana demi bencana merambah di republik ini
Sinabung mengeluarkan lahar dan hujan pasirnya
Ibu kota dipenuhi air bah
Jalur Kediri Malang jalannya digerus banjir hebat

Dan ketika sebagian orang tidur nyenyak tadi malam
Tak dinyana dan tak dikira
Jelang tengah malam kelud pun ikut terbatuk
Mengeluarkan segenap isi bumi
Lahar, hujan pasir, juga hujan debu pun menyertainya

Sebagai anak bangsa yang bersimpati
Sudah layaknya kita senantiasa berdoa kepada Yang Maha Esa
Atas segala musibah dan bencana yang menimpa

Terbersit dalam hati dan jiwa
Ini salah siapa
Salahkah pemerintah yang tak lagi peduli
Salahkah pejabat yang hanya bisa berfoya-foya

Bisa jadi memang begitu
Tapi barangkali juga tidak
Terngiang lagu lama ketika aceh diguncang gempa dan tsunami
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Maka sudah saatnya kita tinggalkan maksiat dan tingkah dosa
Agar Tuhan tak lagi marah dan mengirim bala
Semoga saudara kita yang tertimpa bencana
Terutama kelud yang berguncang malam tadi
Tetap diberi keselamatan dan kesabaran
Sabarlah kawan, ini semua sudah kehendakNya
Tentu dibalik ini semua ada hikmahnya
Semoga kita selalu dapat mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang menimpa


Bojonegoro, Jum'at, 14/2/14 setelah mendapat berita letusan Gunung Kelud pukul 22.30. 

Kamis, 13 Februari 2014

MENGGAPAI HIDUP TERPUJI, MULIA DAN TERHORMAT


-        الحمد لله الذي خلق الموتي ...
-        أشهد أن لا إله إلا الله ...
-        - اللهم صل وسلم علي نبينا محمد ...
-        أما بعد، فيا أيها الحاضرون ...
1. Berusaha menjadi hamba Allah yang mulia di sisiNya :
“Kalau kita ingin tahu dimana kedudukan kita di hadapan Allah à bagaimana kita mendudukkan Allah dalam hidup kita”
Kalau kita ingin hidup mulia, tidak ada pilihan kita harus memuliakan Allah SWT. DIsamping Allah dipuja, dipuji, disanjung dengan kalimah-kalimah thoyyibah kita, yang lebih penting dari itu semua adalah Allah dita’ati perintahNya, dijauhi laranganNya, dipedomani hokum-hukumNya, ditakuti murka dan siksaNya, digapai ridho dan kasih sayangNya.

Mari Sambung Silaturrahim

       Tadi malam, ada 2 orang tamu yang datang berkunjung ke rumah. Mereka berdua adalah kawan ayahku. Terlihat dari wajahnya, usianya tak muda lagi. Kesemuanya bercerita kesana-kemari. Tak jarang terdengar gelak tawa yang cukup keras dari ruang tamu karena memang kamar tidurku tepat di sebelah ruang tamu. Tiba-tiba saja, terbersit dalam hati untuk menulis mengenai silaturrahim. 
       Islam mengajarkan umatnya untuk saling menjaga ukhuwah islamiyah. Salah satu jalannya adalah dengan silaturrahim. Yang sering membingungkan kita adalah kadang kita mendengar dua istilah yang mirip. Yaitu, istilah silaturrahmi dan silaturrahim. Tapi, menurutku, yang lebih tepat digunakan adalah silaturrahim. 
       Silaturrahim dianjurkan karena memang memiliki banyak faedah. Kita lihat bila silaturrahim telah dilaksanakan oleh semua orang Islam di dunia ini, maka akan tentramlah kehidupan ini. Selain itu, manfaat lainnya adalah silaturrahim dapat memanjangkan umur kita sebagaimana yang banyak kita temui di hadits Rasul dan kitab-kitab hadits. 
       Efek lain dari silaturrahim adalah adanya rasa simpati dari satu orang kepada orang lainnya. Karena sesungguhnya orang muslim dengan saudaranya itu bagaikan satu bangunan, bila salah satu sakit, maka yang lainnya pun akan merasakan hal yang sama. Dengan memperbanyak silaturrahim, tentu kita memperluas relasi yang akan sangat berguna di masa depan. Karena bisa jadi, karena kita kenal dengan banyak orang, hal itu akan membawa kesuksesan di masa yang akan datang. 
       Tetapi, bila kita memutus silaturrahim, maka ia juga tidak termasuk dalam golongan umat Rasulullah. Oleh karena itu, sering-seinglah berkunjung dan menyambung silaturrahim dengan saudara-saudara kita sesama muslim karena sesama muslim adalah saudara. 

Rabu, 12 Februari 2014

Nikmatnya Mencari Ilmu

       Rasulullah bersabda : "Mencari ilmu wajib atas setiap muslim" 
[Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224), dari jalur Anas bin Malikradhiyallahu’anhu. Hadits ini diriwayatkan pula oleh sekelompok para shahabat, seperti Ali bin Abi Thalib, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Sa’id Al-Khudriy, Al-Husain bin ‘Ali, dan Jabir radhiyallahu’anhum. Para ulama ahli hadits telah menerangkan jalur-jalur hadits ini dalam kitab-kitab mereka, seperti: Imam As-Suyuthi dalam kitab Juz Thuruqi Hadits Tholabil Ilmi Faridhotun ’Ala Kulli Muslimin, Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Wahiyat (I/67-71), Imam Ibnu ‘Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/69-97), dan Syaikh Al-Albani dalam kitab Takhrij Musykilah Al-Faqr (hal. 48-62)]

Selasa, 11 Februari 2014

Jangan Membuang-buang Waktu Berhargamu

        Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, dan mau saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran” (Q.S. Al-‘Ashr : 1-3).
       Tiga ayat di atas mnyiratkan pesan begitu berharga kepada kita semua, umat manusia. Allah mengawali surat ini dengan bersumpah. Bila Allah bersumpah untuk mengawali sebuah surat, maka isi surat itu atau ayat-ayat sesudahnya maka berisi informasi yang sangat penting. Allah bersumpah dengan waktu. Waktu meliputi manusia. Allah mengatakan bahwa semua manusia dalam keadaan rugi. Lantas, siapa yang beruntung? Kita bisa lihat terjemahan sesudahnya, yaitu orang yang beriman, beramal sholeh, nasihat dalam kebaikan dan kesabaran. Allah memberikan waktu kepada umat manusia sebanyak 24 jam agar manusia menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Allah berharap manusia mau menggunakan waktu itu untuk senantiasa beribadah kepadaNya. Tetapi, alangkah malangnya manusia, manusia menyikapi semua nikmat Allah ini dengan menyiakan-nyiakan waktunya bermaksiat kepada Allah, bersenang-senang yang tiada artinya dan bahkan membahayakan keselamatan jiwanya.
       Maka, sebagai seorang muslim, kita sebaiknya menggunakan waktu kita sebaiknya, ditambah dengan senantiasa menjaga keimanan kita agar selalu berada pada level tertinggi, selalu beramal kebaikan di atas muka bumi serta tak segan-segan saling menasihati dalam hal kebenaran dan kesabaran dengan orang lain.
YOUR TIME IS SO PRECIOUS, SO, USE IT WELL AND WISELY


Bahasa Arab, Bahasa Dunia Islam

       Bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran yang mulia. Bahasa Nabi Muhammad, Rasul akhir zaman. Bahasa ini begitu mempesona bila dilihat dari berbagai segi. Dalam segi semantik atau maknanya, bahasa arab memiliki banyak kata yang memiliki berbagai makna yang satu sama lain begitu berbeda. Dari segi akar kata atau shorof, satu akar kata bisa berubah makna dengan penambahan, pengurangan atau perubahan harakat akhir.
       Bahasa Arab pernah menjadi bahasa internasional yang dipakai dalam konferensi dan rapat PBB. Sebagai umat Islam, tentu kita sangat malu bila tidak mau mempelajari bahasa arab ini. Dengan mempelajari bahasa arab kita bisa mengetahui makna Al-Qur’an, makna hadits yang disabdakan Rasulullah dan juga kitab klasik (kitab kuning) yang banyak mengandung pengetahuan baik pengetahuan yang berkaitan dengan agama Islam maupun pengetahuan umum.
       Maka, mari kita sedikit demi sedikit mempelajari bahasa agung ini, bahasa syurga, bahasa umat Islam di dunia. Dengan begitu kita berharap bahasa arab tidak punah ditelan zaman yang semakin menjadikan bahasa arab sebagai bahasa yang kurang mengambil hati umat Islam.
SEMANGAT BELAJAR BAHASA ARAB.


Injakkan Kakimu di Setiap Jengkal Bumi Ini

         Menilik dan bersandar pada sebuah trilogi novel karya A. Fuadi, Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara, maka diri ini selalu bermimpi untuk bisa menginjakkan kaki di setiap jengkal muka bumi ini. Hal ini memang banyak menjadi keinginan setiap orang. Dengan adanya sarana transportasi yang kian hari kian semakin mmudahkan manusia tak lupa disertai usaha keras untuk bisa keliling dunia, maka semua itu tidak mustahil terwujud.
       Beberapa kunci yang harus kita pegang bila kita ingin menjejakkan kaki di setiap jengkal muka bumi ini adalah kesungguhan. Kesungguhan dalam berbagai hal, belajar, mencoba, berkompetisi, dan terus berjuang sampai akhir. Diserta dengan sifat pantang menyerah pada keadaan yang sekarang ini menimpanya.
       Kita lihat tokoh Alif yang kecil di desa, dengan usahanya yang tidak biasa. Di dalam novel biasa disebutkan, “Going Extra miles” atau dalam bahasa indonesia berarti melebihkan usaha di atas usaha rata-rata orang lain. Si Alif pantang banyak menghabiskan malam-malamnya demi mengejar cita-citanya keliling dunia. Ia tak malu dengan latar belakang yang dimilikinya. Karena usaha kerasnya, maka ia pun bisa pergi berkeliling dunia dan itu semua gratis. Itulah hadiah dari Yang Maha Kuasa atas segala jerih payahnya selama bertahun-tahun untuk mendapatkan sesuatu yang tidak biasa.

GENERASI ULUL ALBAB


       Alhamdulillah, aku masuk dalam salah satu kampus islam ternama yang meski usianya belum sedasawarsa tetapi sudah mampu melejitkan prestasinya di level nasional maupun internasional. Universitasku memiliki julukan sebagai pembeda dengan kampus lain yaitu kampus ulul albab. Awalnya aku bertanya, apa sih makna ulul albab?
       Di semester pertama, aku mendapatkan matakuliah Tarbiyah Ulul Albab yang isinya kurang lebih menjelaskan sejarah, visi, misi universitas islam ini dan tak lupa pula dengan penjelasan ulul albab. Karena kampus ini menginginkan segenap civitas akademikanya mampu mengimplementasikan apa yang sudah tertulis di dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menjadi generasi ulul albab.
       Ulul Albab kurang lebih berarti generasi cerdas dalam berbagai hal, ilmu pengetahuan luas, spiritual yang tinggi, profesionalitas dalam berkarya, serta ditopang dengan akhlaq mulia. Kesemuanya itu menjadi 4 pilar utama kampus islamku. Sebagai generasi ulul albab, kita sebagai seorang muslim harus dengan sungguh-sungguh mencari ilmu sebanyak-banyaknya, tentunya yang sesuai dengan passion atau bagian yang kita tertarik di dalamnya. Sehingga dengan begitu akan melahirkan sebuah keprofesionalan dalam bidang yan kita tekuni. Berbekal itu semua tak cukup. Masih harus ditambah dengan akhlaq mulia yang menghiasi diri ini. Ditambah lagi dengan spiritual yang tinggi dan mendalam yang tercermin dalam perilaku ibadah kita sehari-hari seperti sholat, puasa, berbuat baik, menolong orang lain, dsb.
       Menjadi generasi ulul albab akan membawa dampak baik di masa kini dan juga akan datang. Di masa modern sekarang ini yang ilmu pengetahuan semakin berkembang, kita sebagai generasi muslim tidak boleh tinggal diam dan tidak mau bergerak mengejar ketertinggalan. Sudah waktunya kita tunjukkan kepada dunia bahwa umat islam bisa bersatu. Untuk menciptakan itu semua, maka miliu harus dibentuk sedemikian rupa agar semua orang bisa mengembangkan keilmuan, mempelajarinya dengan mendalam, yang tentu didasari dengan keimanan yang kokoh demi tegaknya agama Allah di atas muka bumi ini.


HIDUP GENERASI ULUL ALBAB. 

Jilbab Syar'i Pancarkan Pesona Ayumu

       Sekali lagi, saya merasa prihatin dengan nasib para remaja putri Islam khususnya dan kaum Hawa pada umumnya yang tidak mau memakai jilbab syar’i. Hal ini terjadi karena banyak faktor, seperi faktor keluarga, sekolah, lingkungan dan juga media yang gencar sekali memberitakan seruan untuk tidak berjilbab syar’i. Ada kalangan yang mengatakan, “kalau saya sudah dapat hidayah, maka pasti saya akan memakai jilbab”. Menanggapi perkataan semacam ini harus dijawab dengan, “Kalau menunggu hidayah, tetapi Anda sendiri tidak mau mencari dan mengejar hal itu, maka itu hanya omong kosong belaka.”
       Tentu hampir semua muslim yang sudah pernah belajar tentang Islam mengetahui bahwa Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 yang mengharuskan dan mewajibkan setiap wanita muslimah untuk berjilbab syar’i. Pada ayat itu memang Allah hanya menyuruh kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyuruh istri-istri Beliau dan anak-anak perempuan Beliau untuk berjilbab, tetapi sebenarnya ada makna tersembunyi di balik itu yaitu anjuran kepada setiap wanita muslimah untuk berjilbab.

Budaya Berdo'a Sebelum Belajar yang Harus Dibiasakan

       Ada satu hal yang kadang terpikirkan oleh otakku ini. Kangen rasanya dengan aroma pesantren, madrasah yang setiap kali pelajaran akan dimulai selalu membaca Al-Qur’an dan berdo’a. Teramat jarang bahkan susah hal itu kudapati di bangku kuliah yang meski notabene kampusku berlebel Islam. Entah kenapa hal ini mengusik pikiranku. Mungkin karena kenangan itu sudah terlalu lama terpatri sehingga ketika direcall kembali pada saat ini akan melahirkan sebuah kebimbangan dan kekuranglengkapan bila hal itu tidak dilaksanakan.
       Menurut pengamatanku, dua hal itu begitu baik untuk dibiasakan sejak dini sampai kapan pun. Kedua hal itu akan membawa dampak baik yang mungkin hasilnya tak terlalu kentara semacam uang, jabatan, dsb. Tetapi, lebih dari itu semua, ada satu hal yang akan didapat yaitu kemanfaatan suatu ilmu yang akan kita pelajari. Bila segala sesuatu diawali dengan sebuah munajat kepada Ilahi Rabbi, terlebih ditambah dengan adanya tilawah Al-Qur’an entah satu halaman, dua halaman, satu maqra’, atau terserah lah berapa. Hal ini juga sejalan dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan juga sering kita jumpai pada lagu-lagu religi.
       Oleh karena itu, hendaknya kita sebelum belajar, kita berdo’a dan alangkah lebih baiknya bila kita punya wudhu sehingga bisa membaca Al-Qur’an karena kita dalam keadaan suci. Mari senantiasa membiasakan hal-hal baik meski tampak remeh. Karena meski amalannya kecil dan remeh tetapi bila disertai dengan adanya kekonsistenan atau keistiqomahan dalam melakukannya, tentu akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.


Senin, 10 Februari 2014

Queen of Marijuana

       Satu fenomena yang sekarang sedang hangat-hangatnya dibicarakan, khususnya pagi hari ini, diberitakan di berbagai stasiun televisi bahwa Corby atau yang mendapat julukan Ratu Mariyuana akan dibebaskan bersyarat oleh pemerintah Indonesia. Ia sudah banyak mendapat pengurangan tahanan ketika ia mendekam di lapas Denpasar, Bali. Saya kurang begitu paham sejarah bagaimana ia bisa masuk dan akhirnya dipenjara, yang pasti melihat dari namanya, tindak kejahatan yang dilakukannya sudah cukup mencederai hukum Indonesia yang memang begitu sulit diterapkan dengan penuh integritas. Menurut opini beberapa orang sebagai pengamat hukum, hal ini menunjukkan inkonsistensi penegakan hukum Indonesia, Bebas bersyarat dan tidak di tahanan lagi. Menurut masyarakat umum menyatakan sebaiknya pihak WNA (Warga Negara Asing) sepatutnya punya surat-surat imigrasi untuk tinggal di Indonesia dan bila melakukan tindak kejahatan seperti penyelundup narkoba (pada kasus Corby) sebaiknya dipenjara atau yang penting ditindak sesuai hukum yang berlaku. Yam begitulah hukum Indonesia. Sangat banyak sekolah hukum, tetapi banyak lulusannya yang beberapa kini duduk di pemerintahan hukum Indonesia tak mampu menerapkan hukum dengan baik. Karena memang miliu bangsa kita terlalu berbelit kalau berbicara masalah hukum. 

Bagaimana menurut Anda ? 

Salam Indonesia 

Minggu, 09 Februari 2014

Indahnya Menimba Ilmu di Negeri Orang

       Di era modern ini, era dimana sarana transportasi dan komunikasi begitu cepat dan efisien, siapa sih yang tidak ingin menuntut ilmu di luar negeri. Tak terkecuali diri ini, saya pun juga bekeinginan suatu saat nanti 'tuk bisa barang sebentar menimba ilmu di negeri orang. Memang, sudah banyak info-info beasiswa didapatkan dari berbagai sumber, mulai mading fakultas, mading kampus, WA, apalagi internet yang sebegitu banyaknya. 
    
       Memang, semua itu tidak mudah. Kita harus berlomba dengan peserta lain yang sama-sama ingin mendapatkan beasiswa belajar di luar negeri. Kompetensi, mental, fisik,dsb harus disiapkan dengan baik oleh peserta yang ingin lolos mendapatkan beasiswa belajar di luar negeri. Menimba ilmu di negeri orang kadang memiliki sensasi dan kisah tersendiri bagi siapa saja yang menjalaninya. Selain belajar, tentu banyak tempat-tempat rekreasi menarik di negara asing tersebut. Sebut saja di Madinah, kita bisa mengunjungi masjid Nabawi, di Mekkah ada Masjidil Haram. Bila pergi ke Eropa, dapat kita kunjungi Menara Eiffel, Big Ben, berbagai stadion sepakbola yang terbilang wah, dsb. 
       
       Sensasi lainnya adalah kita dapat berkenalan dengan banyak orang dari berbagai negara di dunia, berbicara bahasa inggris atau bahasa arab, atau bahasa lainnya cap cis cus. Kita juga temukan berbagai kebudayaan yang mungkin berbeda 180 derajat dari yang selama ini kita tahu di negeri kita sendiri. Kata seorang teman yang sekarang sedang balajar di Universitas Internasional Afrika, Khurtoum, Sudan, kita dapat mendapatkan sebuah miliu pendidikan yang bertaraf tinggi, tidak seperti bila kita belajar di dalam negeri. Memang, taraf pendidikan di negara asing jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara sendiri
       
       Selain sensasi-sensasi di atas, terkadang pembelajar di luar negeri juga menghadapi beberapa kesulitan hidup seperti beradaptasi dengan musim yang begitu ekstrem, makanan halal yang kadang mudah, kadang susah didapatkan, suara adzan dari masjid, dsb. Itu semua kembali pada pribadi, bagaimana ia bisa hidup dengan nyaman di negeri orang. 

       Dan akhirnya, semoga siapa saja yang ingin menambah ilmunya di luar negeri, dimana pun itu, dapat tercapai dan mendapat hasil maksimal dari studinya. 

Salam sukses 

Sajak Perindu Daki

       "Duhia para pendaki, bolehkah diri ini ikut bergabung barang sekali saja untuk memandang indah ciptaanNya, menyisakan jejak langkah indah pada setiap derap langkah, merasakan hembusan angin dari titik tertinggi bumi."

       Itulah sajak saya sebagai sesorang yang begitu ingin mendaki dan menjejaki tiap gunung di dunia ini. Meski sampai saat ini, keinginan itu tak kunjung terwujud, tapi mimpi dalam jiwa, melambungnya pikiran akan hal itu, senangnya hati tatkala menatap foto-foto indah pendaki gunung selalu saja membuatku iri untuk tidak sabar mendakinya juga. 

       Gunung begitu mempersonaku. Entah kenapa, sejak aku ikut pramuka di MA dulu, hasrat itu senantiasa membuancah setiap saat. Gunung menyimpan berbagai rahasia alam, keindahan ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, ciptaan yang dalam Al-Qur'an dijadikan sebagai penyangga bumi ini. Entahlah, kapan aku bisa kesana. 

       Yang pasti, dalam setiap do'a, selalu terpanjatkan do'a 'tuk bisa segera meraih asa itu, browsing berbagai gambar gunung-gunung tertinggi di dunia, memandang dari kejauhan gunung menjulang tinggi menatap awan putih. 

     Semoga ini tak sekadar sebuah mimpi yang tak jadi kenyataan. Selalu ada cara menuju setiap target dalam hidup ini. 

Salam sukses. 

Back to top