Selasa, 11 Februari 2014

Injakkan Kakimu di Setiap Jengkal Bumi Ini

         Menilik dan bersandar pada sebuah trilogi novel karya A. Fuadi, Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara, maka diri ini selalu bermimpi untuk bisa menginjakkan kaki di setiap jengkal muka bumi ini. Hal ini memang banyak menjadi keinginan setiap orang. Dengan adanya sarana transportasi yang kian hari kian semakin mmudahkan manusia tak lupa disertai usaha keras untuk bisa keliling dunia, maka semua itu tidak mustahil terwujud.
       Beberapa kunci yang harus kita pegang bila kita ingin menjejakkan kaki di setiap jengkal muka bumi ini adalah kesungguhan. Kesungguhan dalam berbagai hal, belajar, mencoba, berkompetisi, dan terus berjuang sampai akhir. Diserta dengan sifat pantang menyerah pada keadaan yang sekarang ini menimpanya.
       Kita lihat tokoh Alif yang kecil di desa, dengan usahanya yang tidak biasa. Di dalam novel biasa disebutkan, “Going Extra miles” atau dalam bahasa indonesia berarti melebihkan usaha di atas usaha rata-rata orang lain. Si Alif pantang banyak menghabiskan malam-malamnya demi mengejar cita-citanya keliling dunia. Ia tak malu dengan latar belakang yang dimilikinya. Karena usaha kerasnya, maka ia pun bisa pergi berkeliling dunia dan itu semua gratis. Itulah hadiah dari Yang Maha Kuasa atas segala jerih payahnya selama bertahun-tahun untuk mendapatkan sesuatu yang tidak biasa.

       Berkca dari hal itu, banyak hal positif yang kita dapatkan bila kita bisa berkeliling dunia. Pertama, kita bisa mengenal berbagai kebudayaan di berbagai negara, mengunjungi berbagai tempat-tempat indah di atas bumi Allah ini, mengucap subhanallah berkali-kali, mengenal berbagai negara yang maju peradabannya, serta banyak lagi lainnya. Tapi, satu yang perlu kita ingat adalah jangan sampai itu semuanya membuat diri ini lupa lantas sombong. Alangkah lebih baiknya bila kita mengetahui esensi sebenarnya dari sebuah perjalanan, yaitu kita akan mengenal bahwa di negara maju pun nanti yang mungkin kita kunjungi, masih banyak manusia yang hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga tak semua orang akan seberuntung dirimu bila nanti dirimu bisa mewujudkan itu semua. Kata-kata ini sering sekali ditulis oleh Bang Tere Liye dalam akun facebooknya.
      Kalau Alif bisa, kenapa kita tidak? Tentu, keinginan itu selalu terbersit di setiap benak orang, apalagi remaja yang suka berpetualang, mencari jati diri serta menambah pengalaman hidup sekaligus menciptakan sebuah cerita yang akan memiliki kenangan manis di belakang nanti. Maka, segeralah berlari untuk mengejar segala cita-citamu berkeliling dunia selagi waktu masih mengizinkan diri ‘tuk menghirup nafas, selagi Allah masih menunggu usaha kerasmu dan mengganjarnya dengan berbagai kejutan-kejutan tak terduga.   


Lokasi: Bojonegoro, جاوة الشرقية، إندونيسيا

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. :)

Podcast Sang Pembelajar