Selasa, 27 Mei 2014

BINCANG AGAMA (ISLAM DAN KRISTEN)


       Alhamdulillah, hari ini begitu istimewa. Meski libur, tapi aku mendapat banyak pelajaran berharga. Mulai pagi hari pukul 08.30 aku bersama Isti, Ika Uswah, Lilis, Arina dan Ana membantu menyelesaikan tugas skripsi mas Agung, mantan Ketua LKP2M PBA semester 8 di ruang LKP2M, SC, UIN Maliki Malang. Dari pertemuan sekitar satu jam tersebut, kudapat ilmu baru bahwa tathbiq atau praktek berbicara bahasa arab begitu mudah, asal kita mau memaksa diri kita untuk berbicara bahasa arab, tentunya disertai dengan 'ibaaroh-'ibaroh laazimah atau ungkapan bahasa arab yang semestinya sehingga memperkaya khazanah kosakata kami dalam berbicara bahasa arab. Hari ini, kami belajar mengenai ungkapan selamat dan juga mohon maaf. Ada selamat nikah, selamat atas kemenangan yang diraih, dan sebagainya. 

       Usai itu, siang hari sekitar pukul 13.00, Aku, Ika Uswah, Isti dan Ana berkumpul di samping Masjid Tarbiyah untuk bersama-sama berangkat ke Coffee Story di Jalan Kawi Atas untuk bertemu bule asal Amerika yang kebetulan pada hari Minggu yang lalu, Ana menemuinya di Pasar Minggu lalu mengajaknya untuk bertemu kembali pada hari ini. Sebenarnya, kami hanya ingin berbicara sebentar dengan kedua orang bule tersebut sebagai tugas akhir PPBI (Program Pengembangan Bahasa Inggris), tetapi karena saking asyiknya, kami malah sharing kemana-mana sampai menyentuh ranah religi alias agama dan kepercayaan masing-masing. Berikut wawancara singkat kami dengan mereka berdua mengenai agama, 
Bule 1 : Dalam agama kalian, tentu kalian mengenal dosa, dalam agama kami, kami tahu bahwa Adam dan Hawa diturunkan Allah dari Syurga ke dunia ini hanya karena satu dosa kecil, yaitu memakan buah terlarang. Saya yakin dalam agama kalian ada hal serupa? 
Amin : Ya, itu benar adanya. 
Bule 1 : Lalu, dalam agama kami, kami mengenal bahwa setelah Nabi Adam, Allah mengutus Musa, Ibrahim. lalu terakhir mengutus Isa yang akhirnya mati dan kami meyakininya bahwa Isa telah menanggung segala dosa umat manusia yang percaya padanya karena kami percaya bahwa Isa adalah putra Tuhan yang suci yang korbannya diterima oleh Allah. Hal itu didapatkan pula pada saat Allah menerima pengorbanan dari Nabi-nabi yang lain. Dengan begitu, kami yakin bahwa kami nanti akan bersama Allah di Syurga. 
Amin : Menurut pandangan kami, orang Islam, setelah Nabi Isa, Allah masih mengutus Nabi Muhammad, Nabi akhir zaman, Nabi penyempurna utusan. Nah, Nabi Muhammad berkata dan bertindak sesuai perintah Allah dan kami sebagai muslim mengikutinya karena kami berharap dengan mengikutinya kami akan mendapat keselamatan d dunia dan di akhirat. 
Bule 2 : Lalu, bagaimana dengan beban dosa yang kalian bawa? Apakah kalian akan masuk Neraka terlebih dahulu atau langsung masuk Syurga? 
Amin : Dalam kepercayaan kami, Islam, meski kami muslim, kami yang berdosa tentunya akan masuk Neraka terlebih dahulu sesuai kadar dalam hal dosa yang mereka perbuat. 
Bule 2 : Jadi, tidak ada yang menjamin bahwa kalian akan selamat di akhirat atau kalian pasti masuk syurga? 
Amin : Ya, tidak ada. Segala yang kami perbuat itu dicatat dan akan ditimbang di hari akhir nanti, lalu Allah akan menentukan ke mana kami selanjutnya, ke Neraka atau ke Syurga. 
Bule 1 : Kalau seperti itu, Allah berarti tidak sayang dengan hambaNya. Lalu, apa bentuk kasih sayang Tuhan yang diberikan kepada kalian sebagai orang Islam? 
Amin : Ya, Allah telah menciptakan kami lalu juga telah menanyakan kepada kami sebelum kami lahir di dunia, "Apakah kamu percaya padaku (Allah)?"Kami semua menjawab, "Ya, kami percaya bahwa Kau adalah Tuhan kami." Dan setelah terlahir di dunia, maka semuanya menjadi sebuah pilihan bagi pribadi masing-masing. Apakah ia memilih jalan yang lurus sebagaimana yang ada dalam kitab AlQur'an dan sunnah Rasulullah, atau memilih tidak percaya sama sekali.
Bule 2 : Hal lainnya, ketika kami mendapatkan sebuah kenikmatan, maka kami akan berkata kepada teman-teman kami bahwa Isa menyayangi kami dengan memberikan kami kenikmatan dan kami bangga untuk menceritakan itu kepada semua orang. Meski kami mungkin punya salah dan dosa, kami dijamin akan masuk Syurga oleh Isa. Pernahkah kalian mendapatkan paparan semacam ini? 
Kami : Ya, sedikit banyak kami tahu dan lebih tahu lagi dengan informasi yang baru saja kami terima dari Anda berdua. 
Kami : Kami kira cukup sampai disini, moga lain waktu kita dapat berjumpa kembali dan kami sangat mengharapkan kedatangan Anda berdua di kampus kami, UIN Maliki Malang. 
Bule 1 : Ya, sama-sama. Sampai bertemu kembali di lain waktu. 

Akhirnya, kami pun berpisah setelah perbincangan hangat sekitar 1 jam. Sebelum berpisah kami berfoto bersama. Sungguh indahnya perbedaan. 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. :)

Podcast Sang Pembelajar