Minggu, 05 Oktober 2014

Kebebasan Berserikat


       Sebagai manusia yang hidup di atas dunia yang fana, tentunya kita tak mampu untuk hidup sendiri. Dalam keseharian kita, kita pasti membutuhkan bantuan dan sokongan dari orang lain. Contoh saja dalam hal berpakaian, kita tak mungkin membuat baju sendiri, dst. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang akhirnya berserikat atau berkelompok dengan berbagai variasinya. Ada kelompok yang mendasarkan pada hobi, ada pula sebagian yang lain mendeklarasikan kelompok berdasarkan profesi, dsb.
       Lalu kemudian, muncul satu pertanyaan, apakah setiap orang bebas untuk mengikuti semua perkumpulan tersebut ataukah ada aturan-aturan yang mengatur akan hal itu? Sepanjang yang penulis ketahui, setiap orang berhak dan bebas untuk menentukan pilihannya mengikuti dan masuk golongan yang mana. Tak ada satu paksaan pun di dalamnya.
       Sore ini, aku mendapat satu pesan singkat dari adik kelas di jurusan yang memang mengikuti salah satu OMEK di kampus hijau ini. Isinya kurang lebih mengajak untuk masuk dalam kelompok atau komunitas OMEK nya. Dengan sedikit iseng aku menjawabnya, “Biarlah setiap orang menentukan pilihannya sendiri”. Sekilas terbayang dalam benakku bagaimana beberapa tahun lalu aku mengikuti orientasi jurusan dan ujung-ujungnya juga diminta untuk mengikuti salah satu OMEK. Kalau saya sebagai orang yang sudah lama bergumul dengan carut marut organisasi baik formal, informal, maupun sosial, maka sangat biasa mendapatkan propaganda semacam itu. Penulis merasa kasihan dengan kawan-kawan seperjuangan yang dengan mudah terbujuk rayu omongan kakak-kakak tingkat yang menjanjikan. Yang pada akhirnya, kawan-kawan saya pun  mendapatkan getahnya di belakang dan oleh kakak-kakak tingkat di OMEK tersebut tidak dibolehkan untuk meninggalkan OMEK tersebut dengan diimingi satu jabatan penting dalam sebuah kepanitiaan dan sebagainya.


       Menurut penulis, hal di atas sungguh sangat mencederasi kebebasan berserikat seseorang. Seharusnya, personalia organisasi tidak perlu melakukan hal-hal serupa kalau memang kadernya ingin keluar dan merasa tidak cocok berada dalam komunitas tersebut. Lebih jauh berbicara masalah organisasi, sebuah organisasi dibangun di atas landasan hukum yang memiliki legalitas tinggi. Sehingga, bagaimana pun seluruh yang terlibat dalam organisasi tersebut harus benar-benar mematuhi segala aturan yang telah disepakati oleh organisasi. Mengenai penjaringan kader baru, sesungguhnya organisasi tek perlu berperilaku yang tidak-tidak. Cukup dengan tunjukkan kepada mereka sikap yang baik, hal-hal yang realistis yang akan mereka dapatkan bila masuk dalam komunitas tersebut dan didukung oleh promosi melalui selabaran, pamflet dan sebagainya. Maka dari itu, mari sama-sama berlomba dalam kebaikan dan berikan kebebasan menentukan pilihan kepada siapa pun dalam menentukan organisasi mana yang akan ia jadikan tempat untuk belajar berproses menuju yang lebih baik.  

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. :)

Podcast Sang Pembelajar