Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Senin, 29 Juni 2015

IP 4,00 itu kembali di Semester 6

       Bismillahirrahmaanirrahiim, sudah lama ya nggak posting, ada sekitar 2 bulan saya off untuk posting karena kesibukan yang super duper dan semuanya harus diselesaikan. Alhamdulillah, di posting kali ini penulis berterimakasih kepada Allah SWT, ucapan syukur tiada tara atas nikmatNya kepada hambaNya yang lemah dan papa. Hari ini, kulihat SIAKAD yang beberapa hari lalu menungu nilai balagah yang belum keluar. Akhirnya hari ini keluar juga dan semuanya hasilnya A alias IP semester 6 ini adalah 4,00 alias sempurna. Terimakasih kepada orang tua, adikku tersayang dan satu orang yang namanya selalu terucap dalam do'a (Jihan) atas segala motivasi dan bimbingannya sehingga semua ini dapat diraih. Sebuah kado spesial di 10 ramadhan yang kedua 1436 H ini, tanggal 29 Juni 2015. IP sempurna itu telah kembali menemukan jati dirinya yang telah hilang 2-3 semester yang lalu. Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat, saya diberi kekuatan untuk terus menambah ilmu dan mengamalkannya dengan baik, dan diberikan kekuatan untuk terus mempertahankannya di semester akhir ini. Aamiin.  

Selasa, 16 Juni 2015

Doa Ibu Keramat Bagimu

       Kemarin menjadi hari yang cukup membuatku galau. Pasalnya diriku dibuat bingung dengan keputusan teman-teman musyrif yang mengajak ke Bromo dan juga tugas-tugas dan janji dengan dosen yang harus dipenuhi. Akhirnya aku sms dan hubungi ayah dan ibu. Awalnya ayahku mengizinkan untuk ikut teman-teman musyrif ke Bromo, namun beberapa saat kemudian ibuku menelepon dan berkata bahwa aku tidak boleh ikut karena alasan ini masih masa UAS dan firasat ibu berkata bahwa akan ada sesuatu yang buruk yang akan menimpaku bila aku ikut ke Bromo. Akhirnya kuurungkan niatku untuk ikut bersama teman-teman. Meski aku mendapat cibiran dari teman-teman musyrif terutama dari Co Mabna, Didin. Meski begitu, aku tetap kukuh dengan keputusan yang aku ambil. Ini demi kebaikan dan juga menuruti perintah orang tua. Akhirnya kuhabiskan waktuku untuk mengerjakan tugas dan menonton film. Malam tadi tidur begitu lelap dengan laptop dalam kondisi yang masih menyala. Hawa dingin menyusup melalui jendela kamar yang lupa kututup semalam. Meski kedinginan namun rasanya tidurku cukup pulas dan nyaman malam tadi. Paginya sholat subuh lalu membaca Qur'an dan dilanjutkan lembur tugas lagi yang semalam belum selesai. Pukul 9 pagi kutemui Fahmi untuk berbincang masalah KKM di Masjid Al-Hikmah Senggreng sampai pukul 09.45. Usai itu, aku keluar untuk melakukan beberapa hal. 
       Dari hal ini, aku belajar bahwa doa ibu adalah segalanya, jangan pernah sekali-kali melanggar atau karma akan datang menghampirimu. 

TIPS Menulis dari Ust. Uril Bahruddin

       Tadi siang, usai UAS Teologi Islam, aku menghubungi Ust. Uril Bahruddin. Saya memang berjanji untuk bertemu beliau untuk sekadar mengumpulkan tugas kumpulan makalah-teman-teman PBA sekelas saya, kelas D yang seharusnya sudah saya kumpulkan 4 hari yang lalu. Tetapi, tak apalah yang penting masih diperbolehkan oleh dosen yang bersangkutan. Kami bertemu di masjid tarbiyah, setelah menyerahkan tugas, kami berbincang-bincang dengan bahasa Arab. Kami berbincang mengenai ma'had dan juga musyrif-musyrifah. Kata Beliau, beliau beberapa waktu lalu bertemu dengan seseorang dan berkata bahwa anaknya asli probolinggo sekarang menjadi musyrifah untuk kedua kalinya. Seketika itu aku ingat Fathma Zahara Sholeha, karena memang di antara teman-teman sekelas yang menjadi musyrif-musyrifah untuk kali kedua ya hanya Fathma, kalau saya, Agung Muttaqien, Wildan, dan Ocha sudah ketiga kalinya. Lalu, aku diminta membawa referensi yang cukup banyak dari parkiran bawah perpustakaan ke lantai 3 gedung El-Zawa. Kata Beliau, "memang kita harus mencari tempat yang sesuai bila ingin menulis sesuatu, nah di El Zawa ini tenang, kalau di kantor itu ramai dan banyak masalah yang timbul." Setelah sampai di lantai 3 gedung El-Zawa aku duduk di hadapan beliau melanjutkan perbincangan dengan hangat selama kurang lebih hampir 10 menit. Setelah itu kami harus berpisah karena ustadz harus bertemu dengan mahasiswa semester atas nampaknya yang ingin konsultasi skripsi atau apalah. Akhirnya, aku minta izin untuk kembali ke mabna. 

       Dari perbincangan hangat dengan beliau aku dapatkan beberapa pelajaran, bahwa hidup ini haruslah seproduktif mungkin, jadikan hidupmu produktif dengan manulis. Lalu, jika akan menulis carilah tempat dan waktu yang tenang karena memang kondisi psikis dan juga lingkungan yang tenang akan mempengaruhi hasil tulisan Anda. Semoga semua ilmu yang ditularkan Beliau bermanfaat dan semoga di lain kesempatan dapat berbincang lebih banyak, atau mungkin berpartner dalam berbagai hal yang bermanfaat, semoga dan semoga. 

Malang, 16 Juni 2015 
Back to top