Doa Ibu Keramat Bagimu

       Kemarin menjadi hari yang cukup membuatku galau. Pasalnya diriku dibuat bingung dengan keputusan teman-teman musyrif yang mengajak ke Bromo dan juga tugas-tugas dan janji dengan dosen yang harus dipenuhi. Akhirnya aku sms dan hubungi ayah dan ibu. Awalnya ayahku mengizinkan untuk ikut teman-teman musyrif ke Bromo, namun beberapa saat kemudian ibuku menelepon dan berkata bahwa aku tidak boleh ikut karena alasan ini masih masa UAS dan firasat ibu berkata bahwa akan ada sesuatu yang buruk yang akan menimpaku bila aku ikut ke Bromo. Akhirnya kuurungkan niatku untuk ikut bersama teman-teman. Meski aku mendapat cibiran dari teman-teman musyrif terutama dari Co Mabna, Didin. Meski begitu, aku tetap kukuh dengan keputusan yang aku ambil. Ini demi kebaikan dan juga menuruti perintah orang tua. Akhirnya kuhabiskan waktuku untuk mengerjakan tugas dan menonton film. Malam tadi tidur begitu lelap dengan laptop dalam kondisi yang masih menyala. Hawa dingin menyusup melalui jendela kamar yang lupa kututup semalam. Meski kedinginan namun rasanya tidurku cukup pulas dan nyaman malam tadi. Paginya sholat subuh lalu membaca Qur'an dan dilanjutkan lembur tugas lagi yang semalam belum selesai. Pukul 9 pagi kutemui Fahmi untuk berbincang masalah KKM di Masjid Al-Hikmah Senggreng sampai pukul 09.45. Usai itu, aku keluar untuk melakukan beberapa hal. 
       Dari hal ini, aku belajar bahwa doa ibu adalah segalanya, jangan pernah sekali-kali melanggar atau karma akan datang menghampirimu. 

Komentar