Matrikulasi Bahasa Arab S1 PBA UIN Maliki Malang di MAN Bangil 2015

       Seminggu lalu menjadi pengalaman tak terlupakan bersama teman-teman PBA dan juga kenangan indah bersama adik-adik siswa baru MAN Bangil. Hari minggu, 2 Agustus 2015 setelah siangnya kesana kemari mengurusi ini itu, akhirnya saya, Susilo, Khowarizmi, Mala, Fithroh, Fathma, Ocha, Nuril, Mbak Dina berangkat ke MAN Bangil. Tak lupa Pak Mubaligh selaku Sekjur PBA dan Ustadzah Mamluatul Hasanah selaku Kajur PBA melepas keberangkatan kami sore itu. Untuk pertama kalinya, aku akan mengajar anak-anak sekolahan secara real selama 1 minggu penuh. Sederhananya, anggap saja ini lingkup lebih besar dari micro teaching yang ilmunya masih "anget" dalam ingatanku. Ya hitung-hitung persiapan dan latihan huat ngajar 2 bulan nanti di liburan semester 7 untuk PKLI agar tidak kaget dan canggung jika bertemu dengan murid di dalam kelas. Tapi, jujur saja, gaya belajarku masih saja seperti itu, monoton, kurang variasi, kurang media, strategi, dsb. Tapi, seiring berjalannya waktu aku bertekad untuk terus memperbaiki diri terutama dalam hal gaya mengajar ala Mr. Amin. Sore itu, jalanan menuju Bangil Pasuruan padat merayap. Bayangkan saja, dari pukul 16.30 sore kami berangkat, kami baru sampai di Bangil pada pukul 20.30. Langsung saja kami sholat Isya, makan, koordinasi sebentar dan akhirnya terlelap dalam mimpi. 
_______________________________________________________________
HARI PERTAMA, SENIN, 3 AGUSTUS 2015 
       Hari ini, Senin menjadi awal baru bagiku. Pagi ini begitu indah, cerah, matahari begitu mempesonaku, begitu pula pemandangan sawah begitu hijau yang kupandang dari balik jendela kamarku. Segera kutunaikan sholat Subuh, membaca materi dari buku, mandi, sarapan, lalu berangkat bersama kawan-kawan menuju MAN Bangil. Oh ya, kami tinggal di rumah Bu Yatra. Bu Yatra ini sendirian di rumah, rumahnya dijadikan semacam kos kosan untuk anak-anak yang sekolah di sekitar itu. 
       Sesampai di sekolah, kami berkoordinasi ini itu, mengikuti prosesi Upacara Bendera hari Senin yang menurutku begitu khidmat. Sudah lama rasanya diriku tidak mengikuti upacara semacam ini. Maklum, mahasiswa. Kulihat rona wajah siswa baru kelas X begitu cerah dan penuh semangat untuk mempelajari bahasa Arab. Upacara pun selesai. 
       Kami akhirnya memperkenalkan diri satu persatu di hadapan 360 siswa baru kelas X MAN Bangil. Setelah selesai, komando kami ambil alih sebentar untuk sedikit memperkenalkan yel-yel dan jargon dari kami untuk mereka selama 1 minggu. 
       Setelah acara pembukaan di lapangan, kami menuju aula utama MANBA dimana akan diselenggarakan acara pembukaan matrikulasi yang akan dibuka oleh Bu Ninuk selaku kepala bagian pengembangan bahasa di MANBA. Dalam acara tersebut, Bu Mamlu, Kepala MANBA memberikan sambutan, Ustadz Mubaligh bagian doa. Kami bersepuluh memperkenalkan lagu kebangsaan PBA, Rooyatunaa di depan 360 siswa baru. Usai acara selesai, rombongan Bu Mamlu dan Ustadz Mubaligh harus pulang ke Malang sementara kami akan masuk kelas masing-masing. 
       Aku sendiri dapat kelas X-IBB. Kelas ini cukup tenang. Berada di lantai 2 dekat tangga, aku memperkenalkan diri di hadapan murid-murid yang akan aku dampingi selama satu minggu ke depan. Kelas ini berisi 41 murid yang mana hanya ada 3 orang laki-laki dan sisanya perempuan. Waw, cantik-cantik lagi siswi yang ada di kelas ini. 
       Kumulai pelajaran bahasa Arab pagi itu dengan perkenalan dengan bahasa Arab. beberapa orang aku suruh maju meski di"cie-cie" oleh temannya. Ah, biasalah, mereka sudah SMA. Aku sendiri jadi ingat masa-masa SMA dulu ketika awal-awal harus memperkenalkan diri di hadapan teman-teman. Hari pertama berjalan sukses. 
       Usai itu, kami menuju ruang LC yang dijadikan kantor seminggu kami. Kami bercengkrama satu sama lain, bercerita bagaimana kesan hari pertama di kelas masing-masing. Tak lupa ada sedikit evaluasi dari Bu Ninuk untu hari selanjutnya. Evaluasi selesai dan kami pulang ke rumah. 
       Sampai di rumah, kami sholat dhuhur, makan siang, oh ya tapi kebanyakan dari kami langsung saja tidur karena kecapekan sampai-sampai makan siang itu begitu sepi. Aku sendiri terpaksa makan karena merasa tidak "enak" dengan Bu Yatra yang sudah susah payah menyediakan makan siang itu untuk kami. Usai itu, aku pun ikut beristirahat di kamar masing-masing. Sore harinya kami mandi dan sholat Ashar. Menjelang maghrib, kami keluar ke alun-alun Bangil untuk jalan-jalan. Kami sholat maghrib di masjid jami' di dekat alun-alun Bangil. Lalu, kami makan bakso yang ditraktir oleh Mbak Dina. Kami bertiga (Aku, Susilo dan Khowarizmi) berjalan untuk pulang sedangkan cewek-cewek yang lain masih mau jalan-jalan. Sesampai di rumah, kami berkoordinasi sebentar, sholat Isya' lalu istirahat. Moga hari esok indah. 
_______________________________________________________________
HARI KEDUA, SELASA, 4 AGUSTUS 2015
       Bangun subuh, wudhu, sholat subuh, membaca Al-Qur'an, persiapan ngajar, mandi, sarapan, pergi ke MANBA. Kami mengajar kembali di kelas masing-masing. Jam kedua dan ketiga, aku masuk kelas peminatan esai dan presentasi. Kupandangi murid-murid baru yang penuh pesona bersemangat menyongsong masa depan. Aku perkenalkan diri dan kuminta mereka memperkenalkan diri satu per satu. Hari itu, aku jelaskan apa itu esai dan presentasi. Aku minta mereka untuk membuat esai di menit-menit akhir dan kuminta mereka untuk mengumpulkan kepadaku maksimal jam 2 siang ini. Usai itu, aku menuju ruang LC untuk ngopi dan bercengkrama dengan kawan-kawan lainnya. Sholat dzuhur di rumah Bu Yatra, jam 2 kembali ke MANBA untuk menemani teman-teman kelas drama untuk casting. Usai itu, kami kembali ke rumah bu Yatra, sholat Ashar, istirahat, sholat maghrib, makan, sholat Isya, koordinasi, belajar, tidur. 
_______________________________________________________________
HARI KETIGA, RABU, 5 AGUSTUS 2015 
       Masih seperti hari sebelumnya, aku masuk kelas X-IBB melanjutkan materi yang ada di buku sambil ditambahi nayanyian-nyanyian berbahasa Arab. Di kelas peminatan, bagi mereka yang kemarin telah mengumpulkan tugas esai maka aku kembalikan kepada mereka dan hari ini aku minta mereka untuk mencoba menerjemahkan ke dalam bahasa Arab judul mereka masing-masing. Awalnya aku suruh mereka untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Arab paragraf pertama dari esai mereka masing-masing. tetapi, kurasa itu terlalu berat untk mereka. 
       Hari itu, aku jelaskan bagaimana teknik-teknik presentasi yang baik. Di menit akhir, kuminta mereka untuk berpasangan atau sendiri-sendiri untuk tampil esok membawakan esai di depan kelas. Kelas berjalan sukses dan lancar. Aku melangkah menuju ruang LC, ngopi, makan jajanan yang disediakan, evaluasi, berengkrama dengan teman-teman yang lain. Kembali ke rumah bu Yatra, sholat duhur, istirahat, ashar, mandi, maghrib, makan malam, isya, koordinasi, belajar, tidur. Nice day. 
_______________________________________________________________
HARI KEEMPAT, KAMIS, 6 AGUSTUS 2015 
       Masuk ke kelas biasa, X-IBB. Kurasa ini hari terakhirku mengajar di kelas ini. Kulanjutkan materi pelajaran, menyanyi, dan akhirnya kami foto bersama dan sempat ada yang minta PIN BBM. Jam kedua dan ketiga aku masuk kelas esai lagi, kuminta mereka untuk maju ke depan sesuai kelompok yang sudah disepakati kemarin. Penampilan mereka bagus-bagus meski masih ada beberapa anak yang malu-malu. Tetapi, tak mengapa. Namanya juga masih awal dan dalam tahap belajar, tentu bila mereka mau latian terus menerus nantinya akan menjadi terbiasa. Hari itu aku putuskan memilih Novita dan Febrina yang ketepatan teman sekelas dan duduk bersebelahan untuk mewakili kelas esai maju di penampilan lusa (Sabtu). Kuanggap kelas hari ini sudah terakhir, maka dari itu aku berfoto bersama mereka sebagai kenag-kenangan. 
       Kulangkahkan kaki menuju ruang LC, ngopi, makan jajanan yang ada, bercengkrama, balik ke rumah bu Yatra. jam 2 siang aku bertemu dengan Novita dan Febrina di ruang X-MIA 3, ruang kelas mereka. Kuajari bagaimana menyampaikan esai yang baik di hadaan penonton. Sampai sekitar pukul 16.30 mereka latihan di kelas tersebut. Kelas usai, aku puas. Semoga saja mereka juga puas. 
       Kembali ke rumah Bu Yatra, sholat Ashar, istirahat, mandi, maghrib, ngaji, makan, isya, koordinasi untuk persiapan penampilan adik-adik hari Sabtu. belajar, tidur. 
_________________________________________________________________________________
HARI KELIMA, JUM'AT, 7 AGUSTUS 2015
       Subuh, ngaji, mandi, sarapan, pergi ke MANBA. Langsung menuju masjid, untuk pertama kalinya aku memimpin sholat dhuha berjama'ah dan baa istighotsah, sungguh pengalaman yang menegangkan. Alhamdulillah lancar. Usai itu, ada penampilan adik-adik yang khitobah, pelajaran usai dan kembali ke kelas peminatan. Kukira kemarin adalah hari terakhir, maka dari itu, hari ini aku jelaskan secara umum tentang bagaimana berbicara di depan umum agar tidak canggung. Hari ini kelas penuh karena kelasku dapat tamu dari kelas peminatan khitobah yang biasanya dipegang oleh Fathma. Kutunjuk 1, 2 orang untuk maju ke depan membawakan ceramah atau presentasi esainya. Kuapresiai mereka dan akhirnya kututup kelas terakhir itu dengan hamdalah.
       Kulangkahkan kaki menuju ruang LC, ngopi, kunikmati dengan nikmat, roti kumakan dengan lezat, hari itu, aku betah sekali di MANBA, tak pulang ke rumah bu Yatra. sholat jum'at di masjid MANBA, usai itu, aku tiduran di ruang LC, makan bareng susilo dan jack di kantin MANBA, siangnya pukul 14.00 aku latih Novita dan Febrina. Usai itu, sore harinya kami latihan bersama bersama kelas peminatan lainnya di lapangan sampai menjelang pukul 17.00. Kami sempat berfoto bersama, lalu berpisah pulang ke rumah masing-masing.
       Sholat ashar, mandi, maghrib, ngaji, makan malam, isya, koordinasi, tidur.
_________________________________________________________________________________
HARI KEENAM, SABTU, 8 AGUSTUS 2015
       Tak terasa, hari terakhir ini pun tiba. Rasanya baru kemarin aku ngajar adik-adik, hari ini harus segera menyudahi pertemuan yang begitu indah ini. Subuh, ngaji, prepare, mandi, sarapan, berangkat ke MANBA, prepare penampilan adik-adik siswa baru, penampilan pun dimulai dan ditutup oleh Bu Ninuk siang harinya. Usai itu, kami berfoto bersama pejabat sekolah, adik-adik dampingan kelas masing-masing sampai pada foto persoal dengan adik-adik yang ingin foto. Aku sempatkan juga foto dengan dik Sabrina yang memang kukenal begitu akrab. Perpisahan ini harus terjadi. Semoga, masih ada kesempatan lain untuk bertemu kalian adik-adik yang kakak cintai. Selamat tinggal MANBA. Kenangan ini begitu manis untuk dilupakan begitu saja.
       Siang harinya kami sholat duhur, istirahat, prepare pulang, mandi, makan sore, ashar, pulang ke Malang. Karena malam minggu, jalanan macet sampai Malang. Alhamdulillah sampai Malang dengan selamat. Terimakasih MANBA telah memberikan kami kesempatan berharga untuk menambah wawasan, THANKS MANBA, WE WILL MISS YOU SO MUCH .. :( ... 

Komentar