Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Kamis, 31 Desember 2015

Kok Bisa Nilaiku B???

       Ok, btw mengenai KHS semester ini rasanya beda. Tak seperti sebelum-sebelumnya. Betapa tidak, nilai tasawuf B. Oh, berarti itu, hanya sekitar 75-80. Aku terkadang bingung dengan matakuliah satu ini. Rasa-rasanya aku sudah ikuti semua ketentuannya. Mulai masuk kelas, presentasi, ujian lisan, UTS, UAS, bertanya, dsb. Yang kurang memang aku tak pernah hadir di halaqah dosen tasawuf, Ustad Zainul Arifin tiap Selasa malam karena memang aku harus melatih MC JDFI.

Kamis, 24 Desember 2015

Lirik lagu Masrahiyah Drama Kolosal Senandung Cinta Taj Mahal

       Berikut adalah lirik lagu yang dinyanyikan paduan suara ibnu Araby PBA 2012 UIN Maliki Malang ketika menjadi koor di pentas seni drama kolosal Senandung cinta Taj Mahal yang dilaksanakan di lapangan UIN Maliki Malang pada Selasa, 17 November 2015. 

Bila ingin mendownload lagu dan lirik serta lrc (dimainkan di minilyric) dapat diunduh disini

Senin, 21 Desember 2015

Tips Agar Hati Tenang

       Berikut ini adalah tips agar hati tenang : 
1. Dzikir. Perbanyaklah dzikir dan mengingat Allah SWT, bisa dengan membaca tasbih, tahmid, tahli, ataupun membaca kalam Ilahi 
2. Percaya diri. Tak usah merasa minder dalam hidup ini. Tetaplah percaya diri dalam melaksanakan segala hal dalam hidup ini. 
3. Tidak suudzan kepada orang lain. (berprasangka buruk) Karena suudzon itu sesungguhnya sama saja kita memakan bangkai saudara kita sesama muslim. 
4. Kita tidak perlu menyesali masa lalu. Tak usahlah kita sesali yang telah lalu. Kita hidup untuk saat ini. Maka, nikmatilah yang saat ini, sambil tentunya mempersiapkan untuk hari depan. 

Oleh : ustad Agus Maimun, 21 Desember 2015 pada kultum bakda dzuhur. 

Sabtu, 05 Desember 2015

PKLI Thailand - MIMPI yang harus jadi nyata


       Bismillahirrahmaanirrahim. Setelah beberapa waktu gak nulis. Kini waktunya membangkitkan semangat menulis kembali. Kali ini saya akan menulis mengenai kekuatan mimpi dan doa. Berawal dari tugas mata kuliah Kitabah II yang diampu oleh Ustadzah Dewi Chamidah pada semester 4 lalu. Saat itu, kami mendapat tugas untuk membuat peta kehidupan. Kami diminta menuliskan rencana hidup kami dan juga mimpi-mimpi kami beberapa bulan dan tahun ke depan mulai studi sampai pada masalah pernikahan. Ok, aku mengerjakannya dengan senang hati. Selain sebagai tugas, hitung-hitung ini memang jalan atau langkah awal yang baik untuk mulai merealisasikan mimpi-mimpi yang banyak tertunda karena terlena dengan godaan dunia yang memang sangat melenakan jiwa. Maka dari itu, aku tuliskan semuanya dan salah satunya adalah aku bisa mengelilingi dunia di beberapa tahun mendatang. Diawali di benua Asia, Eropa, Afrika, dan berakhir di benua Amerika. Impian itu aku tulis disertai gambar di sebuah kertas karton hijau dan kutulis beberapa kata mutiara sebagai penantik semangat kala diri ini terjatuh dan merasa malas dalam belajar misalnya. Ternyata, hal ini benar-benar terbukti. Karton berisi mimpi-mimpi ini aku tempel di samping tempat tidur agar aku bisa dengan leluasa melihat mimpi-mimpi itu ketika akan tidur dan bangun tidur. Hal ini kumaksudkan agar ketika dalam menjalani kehidupan dalam satu hari aku semakin yakin bahwa semua mimpi ini sebentar lagi akan menjadi kenyataan entah bagaimana caranya. 
       Hari ini, aku mendapat kabar gembira. Alhamdulillah, aku diberi kesempatan untuk bisa mencari ilmu di negeri orang sekaligus mengabdi dan menjadi delegasi UIN Malang dalam kegiatan PKLI (Praktek Kerja Lapangan Integratif) di negara tetangga. Thailand lebih tepatnya. Meski harus merogoh kocek yang tak sedikit, aku yakin ini menjadi langkah awal untuk menjelajah dunia yang lebih jauh lagi. Mungkin kalau tidak begini, aku tidak akan memiliki paspor. Padahal, kalau pembaca tahu, pola pendidikan di negara maju saja menyarankan anak didiknya untuk membuat paspor. Apa tujuannya? Tak lain dan tak bukan karena memang tuntutan dunia yang semakin kompleks memaksa mereka untuk membuat paspor agar mampu bertukar pikiran, open minded dengan orang dari berbagai negara, leadership, perubahan mindset mengenai keberadaan dunia saat ini, memperbincangkan isu-isu dunia masa kini dan juga mencari solusi dari permasalahan yang sedang terjadi di dunia di berbagai belahannya. Hal ini menjadi menarik. Saya bersama 60 orang (insyaAllah) akan mulai melaksanakan PKLI di Thailand dan juga sekitar 15 orang di Malaysia. Kami akan mengharumkan nama kampus begitu pula naman negara Indonesia. Maka dari itu, semua persiapan harus kami lakukan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita memalukan diri, institusi, dan juga negara kita di negara orang. Semoga perjalanan awal Januari nanti lancar sampai kembali lagi ke tanah air pada awal Maret 2015. Mohon doa dari pembaca sekalian. InsyaAllah blog ini mulai awal Januari akan penuh dengan pengalaman saya selama berada di Thailand sana. Salam semangat untuk kita semua. 

Back to top