PKLI Thailand - MIMPI yang harus jadi nyata


       Bismillahirrahmaanirrahim. Setelah beberapa waktu gak nulis. Kini waktunya membangkitkan semangat menulis kembali. Kali ini saya akan menulis mengenai kekuatan mimpi dan doa. Berawal dari tugas mata kuliah Kitabah II yang diampu oleh Ustadzah Dewi Chamidah pada semester 4 lalu. Saat itu, kami mendapat tugas untuk membuat peta kehidupan. Kami diminta menuliskan rencana hidup kami dan juga mimpi-mimpi kami beberapa bulan dan tahun ke depan mulai studi sampai pada masalah pernikahan. Ok, aku mengerjakannya dengan senang hati. Selain sebagai tugas, hitung-hitung ini memang jalan atau langkah awal yang baik untuk mulai merealisasikan mimpi-mimpi yang banyak tertunda karena terlena dengan godaan dunia yang memang sangat melenakan jiwa. Maka dari itu, aku tuliskan semuanya dan salah satunya adalah aku bisa mengelilingi dunia di beberapa tahun mendatang. Diawali di benua Asia, Eropa, Afrika, dan berakhir di benua Amerika. Impian itu aku tulis disertai gambar di sebuah kertas karton hijau dan kutulis beberapa kata mutiara sebagai penantik semangat kala diri ini terjatuh dan merasa malas dalam belajar misalnya. Ternyata, hal ini benar-benar terbukti. Karton berisi mimpi-mimpi ini aku tempel di samping tempat tidur agar aku bisa dengan leluasa melihat mimpi-mimpi itu ketika akan tidur dan bangun tidur. Hal ini kumaksudkan agar ketika dalam menjalani kehidupan dalam satu hari aku semakin yakin bahwa semua mimpi ini sebentar lagi akan menjadi kenyataan entah bagaimana caranya. 
       Hari ini, aku mendapat kabar gembira. Alhamdulillah, aku diberi kesempatan untuk bisa mencari ilmu di negeri orang sekaligus mengabdi dan menjadi delegasi UIN Malang dalam kegiatan PKLI (Praktek Kerja Lapangan Integratif) di negara tetangga. Thailand lebih tepatnya. Meski harus merogoh kocek yang tak sedikit, aku yakin ini menjadi langkah awal untuk menjelajah dunia yang lebih jauh lagi. Mungkin kalau tidak begini, aku tidak akan memiliki paspor. Padahal, kalau pembaca tahu, pola pendidikan di negara maju saja menyarankan anak didiknya untuk membuat paspor. Apa tujuannya? Tak lain dan tak bukan karena memang tuntutan dunia yang semakin kompleks memaksa mereka untuk membuat paspor agar mampu bertukar pikiran, open minded dengan orang dari berbagai negara, leadership, perubahan mindset mengenai keberadaan dunia saat ini, memperbincangkan isu-isu dunia masa kini dan juga mencari solusi dari permasalahan yang sedang terjadi di dunia di berbagai belahannya. Hal ini menjadi menarik. Saya bersama 60 orang (insyaAllah) akan mulai melaksanakan PKLI di Thailand dan juga sekitar 15 orang di Malaysia. Kami akan mengharumkan nama kampus begitu pula naman negara Indonesia. Maka dari itu, semua persiapan harus kami lakukan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita memalukan diri, institusi, dan juga negara kita di negara orang. Semoga perjalanan awal Januari nanti lancar sampai kembali lagi ke tanah air pada awal Maret 2015. Mohon doa dari pembaca sekalian. InsyaAllah blog ini mulai awal Januari akan penuh dengan pengalaman saya selama berada di Thailand sana. Salam semangat untuk kita semua. 

Komentar