Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Selasa, 19 Januari 2016

PKLI FITK Thailand Part 3 2016 (Day 19)

Selasa, 19 Januari 2016
       Subu menjelang, saya ambil air wudhu dan bergegas menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah. Usai subuh, saya baca kalam Ilahi seraya mendengarkan lantunan surat Yasin yang dibaca oleh sekumpulan santri yang tinggal di asrama bersama dengan seorang ustad. Pukul 06.30. Saya bersama Agung berkunjung ke rumah Poksu. Maklum sudah 2 hari ini kami tinggal disini tapi rasanya tak nyaman kalau belum bertemu poksu dan moksu.

Jumat, 15 Januari 2016

PKLI FITK Thailand Part 2 (Day 11-15)






Kamis, 14 Januari 2016
       Usai subuh berjama’ah, saya mempersiapkan diri untuk mengajar. Hari ini hari terakhir saya dan Agung Muttaqien untuk mengajar di Chariyathamsuksa Foundation School, esok dan selanjutnya kami berdua akan mengajar di sekolah kami yang sesungguhnya, yaitu Sassanabamrung, Chana. Mobil sekolah pagi ini datang sedikit terlambat. Biasanya, pukul 7.30 sudah datang. Tapi hari ini, meski kami berdua sudah menyelesaikan sarapan di seberang jalan rumah ustadz Syukur, kami masih sempat menunggu sekitar 5-10 menit. Mobil datang pukul 7.45. Dengan kecepatan mencapai 100 km/jam, mobil melaju cepat membelah jalanan pagi Chana. Maklum, jalanan 3 lajur yang semuanya menuju satu arah membuat Thailand rasa-rasanya jarang sekali merasakan macet. Kami sampai di sekolah Chariyathamsuksa Foundation School pada pukul 8.15. Sekolah sudah ramai, anak-anak phratum sudah berbaris rapi mengikuti upacara. Lagu kebangsaan kembali dikumandangkan beberapa saat setelah kami berdua turun dari mobil sekolah. Hari ini, karena terakhir mengajar, kami berdua diminta memberikan testimoni tentang sekolah ini dan pengalaman kami selama mengajar di Chariyathamsuksa Foundation School seminggu ini. Saya sendiri mengungkapkan semuanya dalam bahasa Inggris sedangkan Agung mengungkapkannya dalam bahasa Arab. Anak-anak terlihat bersemangat untuk mengikuti kami yang meneriakkan tahiyyah arobiyyah yang kemudian dijawab serempak oleh murid dengan kata tahiyyah. Kami sangat senang melihat itu semua dan rasa-rasanya tak mau cepat-cepat berpisah dengan segala elemen di sekolah ini. Tapi apa daya, waktu kami mengajar disini memang sudah habis. Turun dari podium, kami berdua ditodong oleh guru Hanuban (TK) untuk mengajarkan lagu-lagu berbahasa Arab yang memang beberapa hari disini kami ajarkan kepada murid di tingkat Phratum. Meski hanya sekitar 10 menit, kami berdua sangat senang melakukannya dan kami sendiri begitu bersemangat. Nyanyian kami diikuti juga oleh guru-guru Hanuban selain murid-murid. Karena jam mengajar hari ini pukul 10.20-11.10 dan pukul 14.20-15.10, kami lebih banyak menghabiskan waktu berbincang di ruang guru sambil sesekali membaca buku.

Sabtu, 09 Januari 2016

PKLI FITK Thailand Part 2 (Day 6-10)























PKLI Thailand Part 2 (Sabtu, 9 Januari 2016) 
       Usai sholat subuh, kami asyik laptopan. Lepas itu, kami bersama Ribchan bersepeda keliling komplek sambil berfoto ria. Kami lihat persiapan perayaan hari anak nasional di lapangan dekat Kanjanawas Wat, semacam candi. Lalu, kami lewati juga stasiun Chana tempat kami menginjakkan kaki di Chana pertama kalinya beberapa hari lalu, lalu kembali ke rumah. Kami sarapan nasi ketan dengan ayam seharga 25 baht. Usai itu kami bersih diri dan mengajar santri ustadz Syukur di lantai 3. Tak lupa agenda foto bersama selalu menyertainya. Siang menjelang, kantuk datang menyerang akhirnya tertidur pulas sampai adzan ashar hendak berkumandang. Sholat dzuhur, ashar, kami diajak ustadz Syukur untuk takziah dan ziarah kubur saudaranya yang meninggal. Menjelang maghrib, kami diajak ke Sholihiyyah Rungrote Wittaya School. Tahlilan lalu dilanjutkan makan malam. Kami disuguhi sup daging dan semacam kare ayam dsb. Kenyang sekali rasanya. Sholat isya' kami laksanakan lalu kembali ke rumah ustadz Syukur. Sebelum masuk rumah kami jalan-jalan lagi. Biasa ke tempat langganan kami untuk beli makan malam dan juga 7 eleven untuk beli minum. Di toko jual barang-barang murah tak sengaja kami bertemu teman-teman kak Hielda yang juga PKL di thailand. Mereka bertiga ditambah 1 orang thailand asli. Mereka adalah Indri, Fuzna dan ... . Ketika keluar toko, eh, kami juga ketemu ustadz Bahrun yang tempo hari mengajar di Chariyatam. Beliau bersama anaknya dan juga 2 orang perempuan sudan. Tak lama kami berbincang. Kami sempatkan foto bersama. Bertemu kawan Indonesia di negeri orang macam orang menemukan sumur oase di tengah kering padang sahara. Kami pulang, makan, bersih diri dan istirahat. Nice day. 

PKLI FITK Thailand Part 2 2016


PKLI Thailand Part 2 (4 Januari 2016)
Setelah mengudara selama kurang lebih 4 jam dari Bandara Juanda 2 Surabaya, kami sampai di Don Mueang International Airport, Bangkok. Lantas kami urus urusan imigrasi dan ambil barang. Lalu, kami beristirahat sejenak di bandara sembari menunggu Mas Ridho, kakak kelas PBA 2011 kami yang telah mengajar di Thailand selama lebih kurang 6 bulan. Kami sempatkan untuk sholat Ashar terlebih dahulu. Menjelang maghrib, Mas Ridho datang bersama Mas Amar, kepala sekolah dan membawa kami dengan bus menuju muslim guesthouse. Perjalanan ditempuh sekitar 30-40 menit. Biaya naik bus ini 140 baht per kepala. Maklum sedikit mahal karena memang bus charteran, tidak seperti bus atau angkutan umum lainnya. Sesampai di guest house, kami letakkan barang, bersih diri, sholat magrib dan Isya' lantas mencari makan malam yang berjarak satu gang saja dari gang guest house kami. Kami pesan makanan dan kami nikmati masakan ala thailand. Ternyata, orang Thailand sangat suka dengan asam dan pedas. Setiap masakan hampir-hampir selalu ada rasa asam dan pedas. Ya, paling tidak lidah masih terbiasa dengan masakan semacam itu. Harga makanan rata-rata 30 baht atau setara dengan 12.000 rupiah. Lepas makan malam, kami berjalan-jalan di sekitar taman kota. Dekat taman itu terdapat banyak penjual baju, makanan, dsb yang menjajakan dagangan mereka. Tak lupa, ada pos polisi yang senantiasa berjaga mengamankan jalan keluar masuk Rajamangala National Stadium. Kami sempatkan berfoto di taman dekat telaga dengan latar belakang tulisan Sports Authority of Thailand. Di atasnya terpampang foto raja ukuran besar dengan bendera Thailand berkibar-kibar di sebelah kanan dalam jumlah besar. Malam hari tampak indah dari tepi telaga ini. Tak puas hanya berhenti di sini, kami lanjutkan jalan-jalan menuju area sekitar Rajamangala National Stadium. Kami ingin esok pagi sebelum beranjak ke Chana pada sore hari untuk berfoto di sekitar area ini. Akhirnya, waktu tak terasa telah menunjukkan pukul 23.00. Kami kembali ke guest house, menyeduh kopi, sambil berbincang banyak bersama teman mengenai Thailand dan Indonesia. Menjelang tengah malam. Kami berlayar ke pulau kapuk di kamar masing-masing.

Sawaadii khab Thailand. Phum Che Muhammad Amin pre'thed Indonesia.

Jumat, 01 Januari 2016

Renungan Tahun 2015


       2015. Satu tahun yang begitu indah. Februari yang begitu indah. Aku tak akan melupakan bulan spesial itu. Aku ulang tahun, kamu juga. Bertukar hadiah yang mungkin tak seberapa bagiku sudah sangat membahagiakan hati. Meski aku masih tak tahu benarkah denganmu ku akan mengarungi kehidupan ini??? Itu masih menjadi pertanyaan besar yang mungkin baru terjawab 2-3 tahun mendatang. Kembali mendapatkan IP sempurna di semester 6 menjadi kebanggan tersendiri. Lalu merangkak ke semester 7 yang penuh liku-liku. Mulai masrahiyyah yang mengganti jadwal malam minggu dan juga hari minggu dipenuhi dengan latihan serba keras tak berkesudahan sampai puas mempersembahkan perhelatan hebat, masrahiyyah Ibnu Araby pada Selasa, 17 November 2015. Di hari indah itu, ada keindahan lain, aku masih bisa menemuimu meski hujan tak berkesudahan semenjak siang hingga petang menjelang. Kemudian disusul di akhir tahun ini dapat kesempatan untuk PKLI di Thailand. Alhamdulillah tak terkira. Ternyata mimpi berkeliling dunia dimulai dari sini. Meskipun kutulis mimpi berkeliling dunia di 2016 pertengahan, ternyata mimpi itu terwujud lebih cepat. Bila berbicara perkembangan intelektual di bidang organisasi, memang diri ini mengalami sedikit stagnasi. Mengapa? Tentunya karena saya sendiri sudah tidak lagi disibukkan dengan segala hal berbau organisasi. Semua tanggungan saya lepas. Meski, di beberapa kesempatan masih ada waktu luang untuk sekadar berkunjung di acara2 atau agenda yang diselenggarakan oleh IMM UIN Maliki Malang. Di akhir tahun juga, alhamdulillah bisa mengikuti talkshaw yang diadakan di UMM dengan pembicara para tokoh nasional, Gubernur Jatim, Pak Saad Ibrahim, Pak Din Syamsuddin dan Pak Malik Fadjar. Berkesempatan pula di akhir November mengikuti event ICIS, lalu mundur lagi ke belakang bisa menjadi volunteer PINBA IMLA pada akhir agustus 2015, mundur lagi alhamdulillah diberi kesempatan mengajar matrikulasi bahasa Arab bersama tim yang sangat solid bersebelas anak. Meski ada beberapa agenda yang tak dapat aku ikuti seperti kunjungan ke Bali bersama musyrif Avedun 2014-2015 karena memang jadwal padat untuk masrahiyah, oh ya, alhamdulillah juga masih bisa kembali meraih beasiswa DIPA dan ikut penelitian kompetitif mahasiswa. Ya mungkin itu saja yang masih saya ingat di setahun terakhir 2015. Semoga 2016 kembali menjadi tahun realisasi mimpi dan cita-cita. Satu yang pasti adalah lulus wisuda di Agustus 2016. Semangat2 ... 

Back to top