PKLI FITK Thailand Part 2 2016 (Day 16-20)

Selasa, 19 Januari 2016
       Subu menjelang, saya ambil air wudhu dan bergegas menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah. Usai subuh, saya baca kalam Ilahi seraya mendengarkan lantunan surat Yasin yang dibaca oleh sekumpulan santri yang tinggal di asrama bersama dengan seorang ustad. Pukul 06.30. Saya bersama Agung berkunjung ke rumah Poksu. Maklum sudah 2 hari ini kami tinggal disini tapi rasanya tak nyaman kalau belum bertemu poksu dan moksu. Poksu adalah sebutan kepala sekolah di Solihuddin Sassanabamrung Chana. Di tempat lain ada yang menyebut baboh (kyai), dsb. Kami berbincang banyak tentang Indonesia, Thailand dan tantangan dunia ke depan. Pukul 07.15 kami sarapan bersama. Pukul 07.45 kami pamit pulang untuk bersiap-siap mengajar di sekolah untuk hari kedua. Kami datang sedikit terlambat, tapi yang pasti pukul 08.50 kami siap mengajar bila ada jadwal. Pagi itu saya harus menjemput Wildan di pasar Chana dan mengantarkannya ke Santiwit.
       Pukul 09.40 saya mengajar di kelas 4/3 atau intensif. Saya mengajar bersama Agung di ruang guru karena memang kelas 4/3 tidak memiliki kelas. Jumlah siswa hanya 3 orang. Kami ajar tentang perkenalan dalam bahasa Arab. Usai mengajar di ruang guru, saya hendak mengajar kelas 6/2 atau kelas intensif lagi tapi kelas 6 atau setara dengan 3 SMA di Indonesia. Karena hanya 1 orang yang saya sendiri tidak tahu putra atau putri akhirnya saya tidak mengajar pada jam tersebut. Siang harinya selepas sholat dzuhur, saya mengajar di kelas 5/1. Semua putri sekitar 20 orang. Senangnya saya tahu beberapa nama mereka adalah nama anak dan istri Nabi Muhammad SAW seperti Khodijah, Aminah, Saudah. Mereka cukup seru. Saya pun sampai ditodong menyanyikan lagu Indonesia Raya karena saya usai bercerita tentang perbedaan Solihuddin dan Chariyatham. Lalu, saya ajarkan lagu lau anta sa’iidun shoffik yadaik lalu mereka menyanyikannya bersama-sama. Lantas, saya minta mereka menyanyikan lagu yang sama tetapi dengan bahasa Thailand. Lucu juga mendengar lagu ini yang biasanya dinyanyikan dengan bahasa Indonesia, inggris, dan Arab, kali ini dinyanyikan dengan bahasa Thailand. Terlepas dari itu semua, kelas ini saya rasa kelas yang paling asyik. Selesai di kelas 5/1, saya mengajar bahasa Arab di kelas 4/2 atau kelas intensif. Murid putra sekitar 6 orang dan putri ada 8 orang. Di kelas ini, kembali setelah selesai mengajar bahasa Arab saya dalami kembali kosakata dalam bahasa Thailand. Hari ini saya mendapat sekitar 20 kosakata baru. Moga besok dan seterusnya dapat terus bertambah dan dapat dipraktikkan dengan baik dengan orang Thailand dalam percakapan sehari-hari.
       Pelajaran hari ini : tambah kosakata bahasa, praktekkan, maka akan kau tahu arti penting dari menerjemah;

Komentar