Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Sabtu, 31 Desember 2016

Penghujung 2016



      Tak terasa, sudah di akhir tahun saja. Sungguh 2016 yang tak kan terlupakan. Diawali dengan berangkat ke Thailand untuk PKLI bersama sekitar 50 orang dari FITK. Merasakan menjadi "gelandangan internasional" yang begitu mengasyikkan. Mengajarkan bagaimana bertahan hidup di negeri antah berantah. Dilanjutkan dengan perjuangan bersusah payah, suka duka skripsi dan tentunya disertai sedikit bumbu-bumbu cinta yang sekarang entah pergi kemana. Perjuangan itu berakhir indah pada 22 Juni 2016 dengan sidang skripsi. Resmi sudah sarjana kala itu. Dilanjutkan memperjuangkan wisudawan terbaik sampai harus bolak-balik htq (terimakasih mas hisyam yang sudah membantu), awal Juli yang serasa kena php lalu akhirnya bisa mengajar di almamater sendiri. Alhamdulillah sekali rasanya, apalagi berbarengan dengan sahabat-sahabat terbaik semasa MA mengenyam pendidikan di almamater yang sama. Agustus yang begitu syahdu dengan momen wisuda dimana hari berikutnya saya harus UTS magister matakuliah Studi Qur'an. Beberapa harapan

Minggu, 18 Desember 2016

RIHLAH BEDENGAN BARENG KONCO MPBA D 2016

      Di pagi hari yang sesungguhnya mata masih berkaca-kaca setelah kemarin capek membagikan rapor mahad, saya harus bergabung bersama temen2 pasca MPBA D yang rencana hari ini mau jalan-jalan ke Bedengan sambil rujakan dan makan-makan. Alhamdulillah rencana itu terwujud meski hanya beranggotakan 10 orang. Tak apalah, yang penting ngumpul. Jujur, sudah lama diri ini tak bersua dengan alam bebas. Alam yang senantiasa menghadirkan nuansa ciptaanNya yang tiada tara, alam yang selalu mengajak jiwa untuk kembali mentadabburinya. Kami berangkat dari gerbang belakang UIN 1 pukul 10 an, kami sampai di lokasi sudah hampir pukul 11. Kami langsung saja rujakan, makan-makan ditemani selfi dan ngobrol ngalor ngidul sebelum besok harus masuk kuliah matkul terahir di semester ini dan akhirnya berkutat dengan tugas UAS yang tak berkesudahan. Aku sendiri bahagia dipertemukan dengan kawan-kawan baru di magister ini. Memang benar apa kata Imam Syafi'i, merantaulah maka akan kau dapatkan pengganti teman-temanmu. Kala S1, teman-teman sejurusan menggantikan kawan-kawan semasa di aliyah, ketika sekarang pun, kawan-kawan magister menjadi ganti kawan-kawan sarjana dahulu. Hal ini bukan berarti menggantikan lalu melupakan yang lama. Yang lama masuk tetap terkenang dan akan sangat merasa bahagia bila masih dapat dipertemukan, namun kehadiran yang baru memang dirasa perlu untuk mengisi kekosongan hati dan jiwa. Setelah puas rujakan dan makan siang di alam bebas Bedengan, kami pun foto di sungai lalu pulang untuk beristirahat. Sampai jumpa dengan tugas-tugas UAS. Semoga UAS lancar lalu liburan dengan menyenangkan pula. 

MUHAMMAD AMIN

Sabtu, 17 Desember 2016

Pembagian Rapor Ma'had

      Pagi tadi, sejak pukul 8 pagi, saya bersama ustadz-ustadzah lainnya sudah bersiap diri untuk menyambut wali santri yang rencananya hari ini akan mengambil laporan belajar santri. Untuk putri bertempat di gedung Al Azhar lantai q, sedangkan untuk putra bertempat di lorong Alexandria. Saya sendiri menggantikan posisi ustad Taufiq yang ketepatan hari ini juga harus membagi rapor di sekolah. Alhamdulillah pembagian rapor berjalan dengan lancar. Namun, beberapa kali ada wali santri yang komplain masalah hpanaknya yang disita oleh ustad-ustadzahnya. Menurut saya, hal ini kurang tepat mengingat ketika pertama kali masuk, orang tua sudah menyetujui dan mungkin bahkan ada surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa mereka menyetujui berbagai aturan mahad yang ada dan bersedia menerima segala konsekuensi dari pelanggaran yang telah dilakukakan oleh anak mereka. Jadi, hal ini saya kira kurang tepat, terlebih disertai ekspresi marah, tidak terima dan "ngeyel". Ya bagi saya mudah saja. Yang ingin masuk sekolah ini masih ribuan pak, kalau bapak nggak mau membantu anak bapak taat aturan silahkan angkat kaki dari sekolah ini sekarang juga. Kemudian, yang menjadi satu hal baru bagi saya adalah bahwa hari ini di sekolah diselenggarakan pengarahan kepala sekolah kepada wali murid, masalahnya pengarahan itu dibagi 2 kelompok. Gelombang pertama pukul 07.30 bagi kelas XII, dan pukul 09.00 bagi kelas X dan XI. Biasanya, pengarahan hanya berjalan 1 kali putaran langsung masuk kelas untuk bagi rapor. Dengan molornya acara, dan bahkan katanya sampai duhur acara belum selesai membuat kami yang berada di mahad menjadi geram. Setidaknya hormati orang tua wali murid yang telah mengorbankan waktunya hari ini untuk hadir, mereka tentu ingin segera pulang bersama anaknya. Saya kira hal ini menjadi koreksi bersama ke depan sepaya madrasah ini tidak memperoleh citra buruk yang berimbas pada input yang bisa jadi kurang berkualitas dan terkesa hanya mengunggulkan kuantitas. 

Sebuah renungan malam ditemani kepayahan setelah seharian beraktivitas. 

Rabu, 14 Desember 2016

Indonesia vs Thailand


       Hari ini cukup asyik bagi saya. Setelah seharian berkutat dengan kuliah yang melelahkan, malam hari dapat hiburan permainan apik timnas Indonesia. Awalnya Indonesia kalah 0-1 dengan Thailand. Salah seorang kepala sekolah Islam di Thailand me-ngetag saya di facebook dan mungkin berharap Thailand menang. Saya pun begitu senang tatkala Indonesia mampu menyamakan kedudukan lalu digandakan dengan indah di babak kedua. Sebagai orang yang pernah sebentar berada di Thailand, saya sedikit tahu bagaimana pola orang-orang Thailand. Ternyata mereka memang sangat gemar berolahraga. Sore hari ketika pulang mengajar di sekolah, saya melihat sekitar 15-20 orang yang berumur di atas 30 bahkan 40 an masih dengan semangat memainkan sepak takraw dengan sangat indah. Saya lalu berpikir, oh, ya benar saja kalau selama ini Indonesia sering kalah lawan Thailand. Tetapi, dalam hati terdalam saya selalu berpikir positif bahwa Indonesia dari banyak sisi termasuk di dalamnya olahraga masih menyimpan banyak harapan untuk mampu bersaing dengan sangat sportif di kancah internasional dan tentunya amat sangat mampu mengalahkan lawan dari negara-negara lain. 
      Di luar itu semua, semoga Indonesia selalu memperbaiki berbagai lini baik ekonomi, sosial, budaya, olahraga, dsb agar terus mampu bersaing secara sehat dengan bangsa lainnya. 

Salam Damai Indonesia

Selasa, 13 Desember 2016

Positif Negatif Gadget

      Tadi siang, usai sholat dzuhur, saya menonton tayangan televisi di bios tv. Disana sedang ada perbincangan hangat seputar over gadget. Memang, dunia remaja utamanya saat ini sedang dihiasi dengan yang namanya gadget. Orang berlomba-lomba mempercantik dan mengupgrade gadgetnya secanggih mungkin. Tetapi, kadang mereka tak sadar ada banyak dampak buruk yang hadir di belakangnya. Budaya konsumerisme orang yang sering berganti gadget misalnya yang biasanya hanya digunakan sebagai media "sok-sokan" atau "gaya-gayaan" dengan teman-temannya dan tidak mengabaikan fungsi utama hadirnya gadget di tengah-tengah kehidupan ini. 
      Gadget sesungguhnya sudah menggeser pola kehidupan masyarakat, baik di kota, bahkan sampai di desa sekali pun. Hampir jarang kita temui orang yang tak punya gadget, entah itu yang masih symbian, entah yang sudah canggih sekelas android, blackberry atau windows phone dan apple. Memang, fungsi utama adanya gadget adalah media komunikasi. Bisa melalui calling, sms, dan tentunya beragam aplikasi media sosial yang memanjakan penggunanya. Berikut saya coba paparkan dampak positif dan negatif hadirnya gadget. 

Senin, 12 Desember 2016

Ungkapan Cinta Versi Saya


Berikut adalah hasil renungan terhadap hubungan dua insan - pria dan wanita. Baik yang masih pacaran, maupun yang sudah menikah. 

1. "Cinta itu hubungan dua arah. Tak dikatakan cinta sejati bila komunikasi hanya dilakukan satu arah"

2. "Cinta itu kadang dianggap nafsu yang datang dari pandangan mata, tapi bukankah cinta sejati juga diawali dari pengamatan oleh indra kita yang disebut mata?"

3. "Aku selalu senang jatuh cinta pada penulis, Betapa tulisannya mampu merasuk kalbu dan menyejukkan jiwa. Bukankah itu suatu hal yang menyenangkan?" 

Minggu, 11 Desember 2016

Pengalaman Mengajar Pertama di Ma'had Al-Qalam MAN 3 Malang


      Waktu itu aku sedang bersama keluarga mengantarkan adik pertamaku ke UNAIR untuk cek kesehatan, tes bahasa inggris dan masuk kuliah pertama kali. Tiba-tiba sore hari tatkala bersantai di teras rumah bibi di kawasan wonorejo dalam, hp ku berdering. Tak ada nama disana, langsung saja kuangkat. Setelah beberapa saat kuketahui bahwa itu adalah seorang ustadzah di Ma'had Al-Qalam. Aku diminta untuk mengajar disana menggantikan jam mengajar ustad Gunawan. Jujur saya senang mendenga hal tersebut. Malam harinya saya dihubungi sendiri oleh ustad Gunawan dan kalau bisa bahwa keesokan harinya saya bisa langsung mengajar. Aku berujar bahwa sedang berada di Surabaya mengantar adik masuk kampus dan tidak bisa langsung besok mengajar. Akhirnya tanggal 18 Agustus aku mulai mengajar di Ma'had Al Qalam. Ketika itu, saya sudah disibukkan dengan perkuliahan magister saya dan juga harus PP Batu Malang sekitar 8 km setiap harinya. Selama dua bulan

Sabtu, 10 Desember 2016

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di SAMSAT


      Berikut saya mau berbagi tips memperpanjang pajak stnk sepeda motor. Saya sendiri baru saja kemarin memperpanjang pajak motor. Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita membayar pajak, tak terkecuali pajak motor. Langsung saja saya paparkan cara membayar pajak motor di Kantor Samsat Bersama: 
1. Pergilah ke kantor samsat terdekat di kota atau daerah Anda untuk membayar pajak motor
2. Pajak yang dibayarkan disini adalah pajak kendaraan bermotor (PKB) yang biasanya berdurasi tahunan. 
3. Masuklah tempat pengurusan kantor SAMSAT
4. Tunjukkan STNK dan KTP sesuai dengan yang tertera pada STNK Anda kepada petugas administrasi 
5. Setelah dicek dan didata, Anda dipersilahkan untuk antre untuk kemudian didata kembali secara komputerisasi oleh petugas 

Jumat, 09 Desember 2016

Jurusan Sosial VS Jurusan Sains

      Memasuki dunia perkuliahan memang memasuki dunia yang tak lagi melulu menunggu ilmu dari seorang pengajar. Di tingkatan ini, seseorang yang belajar disebut dengan mahasiswa. Tambahan "maha" pada siswa saya kira sudah menjelaskan semuanya. Seorang mahasiswa dapat dengan leluasa mengakses berbagai ilmu pengetahuan yang sejalan dengan jurusannya atau bahkan di luar jurusan yang ia pilih. 
      Tahun ini, adik saya yang paling cantik, 'Iffah Khosyyatillah telah memasuki jenjang baru. Ia menjadi mahasiswa di Universitas Airlangga dengan jurusan Pendidikan Apoteker. Beberapa waktu saya berkirim pesan dan menelepon adik saya untuk menanyakan kabar diri dan juga kabar perkuliahannya. Seringkali adik saya mengeluh karena banyaknya tugas kuliah di jurusannya. Saya sendiri pun menyadari akan hal itu. Kalau coba saya bandingkan antara jurusan sains yang ada di UIN Malang (kampus saya) dengan jurusan sains di kampus sekelas UNAIR tentunya jauh berbeda. Di UIN Malang mahasiswa maksimal kuliah reguler dalam sehari sampai pukul 14.00. Sedangkan di UNAIR, mahasiswa bisa kuliah sampai petang (menjelang maghrib) dan tentunya hal ini juga dirasakan oleh adik saya. Akhirnya saya hanya bisa memotivasi adik saya untuk tetap semangat karena memang kuliah di jurusan sains dimana pun berada saya yakin tidak mudah. 

Kamis, 08 Desember 2016

Ujian Lisan Psikolinguistik


      Pagi ini saya ada ujian lisan untuk Ujian Tengah Semester matakuliah Psikolinguistik. Saya sudah sampai lokasi di depan kantor Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Arab di gedung A lantai 2 beberapa saat sebelum pukul 8 pagi. Jujur, saya sudah lama tidak ujian lisan. Ada perasaan sedikit grogi ketika harus bertemu dengan dosen. Apalagi ini sudah jenjang magister. Bagi saya, tentu penilaian akan semakin sulit, tidak semudah mendapat nilai di jenjang sarjana. Saya yakinkan diri saya dan saya persiapkan diri dengan baik. Tentunya saya baca-baca materi, saya rangkum berbagai materi yang ada di powerpoint teman-teman. Dan akhirnya saya hafalkan. Materi ujian psikolinguistik ini memang cukup banyak. Saya sendiri sebagai ketua kelas lupa untuk menanyakan materi apa yang akan diujikan lisan karena semalam saya baru ingat untuk bertanya kepada dosen sekitar pukul 21.30. Rasanya tidak sopan untuk menghubungi dosen di waktu tersebut dan akhirnya saya pun mengurungkan niat saya dan berpikir bahwa semua materi akan ditanyakan. Ternyata setelah masuk ruangan, saya bersama 4 orang teman diminta untuk berbicara mengenai apa yang telah kami presentasikan di kelas sesuai kelompok masing-masing. Jujur, saya sendiri hanya mengingat sedikit dari apa yang telah saya presentasikan. Maklumlah, sudah sekitar 3 bulan yang lalu saya presentasi dan tidak pernah saya ulangi di luar ruang kuliah. Akhirnya, saya pun bercerita sepemahaman saya saja. Bagi saya, jenjang S2 ini saya sudah cukup baik untuk memperjuangkan nilai, tetapi lebih penting bagi saya di jenjang ini untuk lebih memahami materi yang disampaikan oleh dosen maupun diskusi bersama teman-teman. Saya tidak lagi mengejar nilai tinggi, meskipun tetap saja nilai penting bagi saya. Akhirnya, saya harus mempersiapkan diri dengan baik di semester selanjutnya agar tidak keteteran antara membagi waktu kuliah dan kerja saya. 

Semoga senantiasa menginspirasi

Rabu, 07 Desember 2016

Menjadi orang "Multitasking"


      Manusia terus bertumbuh dari hari ke hari. Semakin banyak tanggung jawab yang diemban. Hal ini sesungguhnya tak lepas dari tugas manusia sendiri sebagai pemakmur muka bumi ini. Seiring beban yang semakin banyak dari hari ke hari maka kita dituntut untuk bisa menyelesaikannya pada rentang waktu tertentu dan tak jarang tugas yang begitu banyak memiliki deadline waktu yang amat singkat. Mungkin berikut saya beri sedikit tips versi saya agar kita bisa menjadi multitasking person: 

Selasa, 06 Desember 2016

Hikmah Berjalan


      Jalan kaki adalah salah satu budaya bangsa-bangsa dan negara maju. Kadang berjalan mereka terkesan berjalan dengan cepat, tidak lambat. Hal ini tentu bukan tanpa maksud. Saya masih ingat komentar teman-teman saya semasa MA dulu. Beberapa mereka bertanya pada saya
"Kenapa sih kalau jalan kamu itu cepet banget?"
      Bagi saya jalan cepat itu merupakan satu hal penting. Mengapa? Dari jalan cepat paling tidak kita itu menghargai waktu. Saya memperhatikan jalannya orang di negara-negara maju, mereka berjalan dengan cepat. Jadi, menurut saya, jalan cepat merupakan satu ciri orang sukses karena mereka sangat menghargai waktu yang mereka miliki. Bayangkan, dengan jalan cepat mereka akan lebih cepat bertemu kolega di kantor, lebih cepat bertemu keluarga di rumah misalnya, atau lebih cepat bertemu kawan lama yang sudah punya janji. Tetapi, di luar itu, sesungguhnya berjalan cepat menurut saya juga baik untuk kesehatan kita setiap hari. Dengan berjalan cepat intinya adalah kita bergerak. Dengan bergerak kita bisa menyelesaikan banyak hal dan agenda kita setiap hari. 

Senin, 05 Desember 2016

NOSTALGIA LUAR NEGERIKU


      Kali ini saya ingin bernostalgia sebentar sambil merenung mengenai luar negeri. Sekitar satu tahun lalu, saya bersama kawan-kawan yang saya katakan beruntung, mendapat kesempatan untuk berkunjung ke negara tetangga, negara gajah putih, Thailand selama satu bulan untuk PKLI dari kampus. Pengumuman itu membuat hati saya begitu gembira. Betapa tidak, mimpi yang selama ini tertulis di samping tempat tidur akhirnya kesampaian. Bahkan waktunya maju satu tahun. Sesungguhnya berkunjung luar negeri tak melulu soal gengsi dan gaya-gayaan, tetapi lebih pada penghayatan kehidupan. Kita akan mengenal

Minggu, 04 Desember 2016

Kenapa Perlu Ikut Seminar?


      Bagi Anda yang mengaku mahasiswa, tentunya Anda tidak mau hanya mendapat ilmu dari dalam kelas. Ada banyak ilmu yang akan Anda dapat dari luar kelas. Misalnya saja seminar. Saya sejak S1 sampai sekarang sudah senang sekali dan bahkan rutin sekali mengikuti seminar, entah seminar yang berhubungan dengan jurusan saya, entah seminar lintas prodi, atau bahkan jauh sekali dari jurusan yang saya ambil. Tapi, bagi saya itu tidak mengapa. Karena sungguh di kehidupan kita nantinya kita akan bersentuhan dengan banyak hal yang bisa jadi tidak sejurusan dengan kita sehingga mencari ilmu mengenai hal-hal di luar jurusan kita menjadi satu hal yang saya rasa penting. Dari seminar kita akan

GRADUATE BEFORE TIME ALA PROF. MADYA DR. NANGKULA UTABERTA


      Rasanya nano-nano ketika kemarin pagi bisa bertemu dengan seorang profesor muda. Prof. Madya Dr. Nangkula Utaberta. Saya teringat postingan saya 2 hari lalu tentang tips menjadi mahasiswa terbaik ala M. Amin dan kemarin saya bertemu seseorang yang bisa dibilang pendahulu saya dan penyemangat saya untuk segera menyelesaikan jenjang S2 yang sedang saya tempuh. Beliau berkesempatan mengunjungi kampus pascasarjana UIN Malang untuk berbagi ilmu kepada saya dan kawan-kawan yang hadir pada kuliah umum bertajuk "Graduate Before Time". Dari judulnya saja tentu kita sudah bisa menebak apa yang akan dibahas di dalam kuliah singkat tersebut. 

Sabtu, 03 Desember 2016

JANGAN PERSULIT MAHASISWA DUHAI PEGAWAI REKTORAT !!!


      Kemarin lusa, Kamis dan kemarin, jum'at, saya mengurus beasiswa saya di kampus tercinta. Beasiswa ini adalah beasiswa yang dijanjikan pak rektor kepada saya selaku wisudawan terbaik pada 22 Oktober lalu. Sesungguhnya saya sedikit terlambat untuk mengurus ini, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kamis itu, saya WA terlebih dahulu ustad Harir, tangan kanan Prof. Mudjia dan kata Beliau, prof. Mudjia bisa ditemui pagi hari sekitar pukul 9 pagi. Saya pun pergi ke kampus sebelum pukul 9. Setelah memasuki rektorat lantai 1 saya bertemu dengan satpam yang sepertinya juga mengurusi siapa saja yang mau bertemu pak rektor. Saya disuruh menunggu beberapa saat. Saya menunggu sambil membaca buku yang memang sudah saya persiapkan. Setelah sekitar setengah jam, saya didatangi lagi dan katanya lebih baik surat permohonan beasiswanya dititipkan ke ustad Harir untuk nanti diuruskan ke pak rektor. Saya pun menurut, saya serahkan berkas beasiswa saya ke ustad Harir dan saya tinggalkan gedung rektorat untuk pulang. 

Jumat, 02 Desember 2016

TIPS MENJADI MAHASISWA TERBAIK ALA M. AMIN


      Beberapa waktu setelah wisuda kelulusan sarjana, saya kembali disibukkan dengan aktivitas lainnya. Minggu selanjutnya saya mengisi materi keislaman pada DAD Revivalis UIN Malang dimana saya diberondong pertanyaan ala pertanyaan kepada dosen yang sudah doktor. Minggu selanjutnya pun saya kembali diminta menguji komprehensif DAD Reformer. Kemudian ada seorang musyrifah yang bertanya mengenai bagaimana tips menjadi mahasiswa terbaik. Berikut perbincangan kami melalui whatsapp: 

Pewawancara : Menurut anda lulus tepat waktu itu penting atau tidak? Mengapa? 
Saya : Menurut saya, lulus tepat waktu itu penting. Alasannya pertama agar tidak memberatkan di biaya kuliah. Ya kalau orang tua kita kaya, nah kalau yang bidikmisi tentunya akan berpikir beribu kali karena bila lebih dari 4 tahun harus bayar spp sendiri. Kedua, dengan lulus tepat waktu akan tersedia banyak waktu setelahnya untuk mengembangkan diri lebih banyak, entah itu dengan bekerja, berkiprah di organisasi, atau melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Kamis, 01 Desember 2016

BEGINI YA RASANYA KULIAH SAMBIL BEKERJA


     Dulu semasa kuliah S1 saya membayangkan bagaimana ya rasanya kuliah sambil bekerja. Nah, saat ini saya sendiri merasakan bagaimana sensasinya. Selepas wisuda sarjana, saya memutuskan untuk langsung lanjut studi magister di magister pendidikan bahasa Arab di kampus yang sama dengan kampus S1 saya. Setelah masuk magister, ternyata memang perkuliahannya tidak sepadat kuliah masa sarjana, tetapi yang saya rasakan adalah beban tugas yang semakin banyak dari hari ke hari. Entah karena memang tugas itu adalah tuntutan 3 sks atau memang karena sudah banyak pikiran dalam otak sehingga semakin mempersempit porsi pengerjaan tugas. 
Back to top