JANGAN PERSULIT MAHASISWA DUHAI PEGAWAI REKTORAT !!!


      Kemarin lusa, Kamis dan kemarin, jum'at, saya mengurus beasiswa saya di kampus tercinta. Beasiswa ini adalah beasiswa yang dijanjikan pak rektor kepada saya selaku wisudawan terbaik pada 22 Oktober lalu. Sesungguhnya saya sedikit terlambat untuk mengurus ini, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kamis itu, saya WA terlebih dahulu ustad Harir, tangan kanan Prof. Mudjia dan kata Beliau, prof. Mudjia bisa ditemui pagi hari sekitar pukul 9 pagi. Saya pun pergi ke kampus sebelum pukul 9. Setelah memasuki rektorat lantai 1 saya bertemu dengan satpam yang sepertinya juga mengurusi siapa saja yang mau bertemu pak rektor. Saya disuruh menunggu beberapa saat. Saya menunggu sambil membaca buku yang memang sudah saya persiapkan. Setelah sekitar setengah jam, saya didatangi lagi dan katanya lebih baik surat permohonan beasiswanya dititipkan ke ustad Harir untuk nanti diuruskan ke pak rektor. Saya pun menurut, saya serahkan berkas beasiswa saya ke ustad Harir dan saya tinggalkan gedung rektorat untuk pulang. 
      Sore harinya pukul 16.00 ternyata ustad Harir me-WA saya dan meminta saya menghadap pak rektor saat itu juga.  Tetapi, karena saya tertidur pulas dan baru bangun pukul 5 akhirnya saya mohon maaf ke ustad Harir dan berjanji keesokan harinya saya akan menemui pak rektor. Jum'atnya saya pergi ke kampus untuk mengambil disposisi dari pak rektor dan disuruh menghadap Wakil Rektor 2, pak Sugeng. Saya tunggu hingga menjelang shalat jum'at namun belum ketemu juga. Oleh resepsionisnya, saya disuruh untuk kembali ke kampus sore hari karena siang itu ada pengarahan dari pak rektor untuk para dosen dan karyawan. Saya pun pulang. Sore harinya saya kembali ke kampus 1 dan baru bisa menemui pak Sugeng pada pukul 16.30 an menjelang rektorat ditutup. Setelah masuk ruangan beliau, saya mengutarakan maksud saya sambil menyodorkan permohonan beasiswa saya yang sudah mendapat disposisi dari pak rektor dan disitu saya mendapat disposisi lagi dari pak WR II untuk menghadap ke kepala biro AUPK, Bu Cholidah untuk mengurus penganggaran dana beasiswa saya agar masuk perencanaan. Karena itu hari terakhir masuk kantor dan kampus, saya pun akhirnya pulang dan memutuskan untuk menghadap kepala Biro AUPK pada Senin mendatang. Saya hanya berharap semoga semua proses ini benar-benar dimudahkan dan tidak dipersulit. Sungguh, saya sangat benci dengan managemen kampus bila kesannya mempersulit mahasiswa padahal sudah mengikuti prosedur yang sudah ada. Semestinya sebagai pegawai yang menjungjung tinggi profesionalitas, maka pegawai dapat dengan baik melayani siapa pun, entah itu pembesar maupun mahasiswanya sendiri. Jangan sampai ada pembedaan dan diskriminasi yang menyebabkan beberapa pihak merasa dirugikan. 

Semoga menjadi koreksi bersama.

Komentar