Ujian Lisan Psikolinguistik


      Pagi ini saya ada ujian lisan untuk Ujian Tengah Semester matakuliah Psikolinguistik. Saya sudah sampai lokasi di depan kantor Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Arab di gedung A lantai 2 beberapa saat sebelum pukul 8 pagi. Jujur, saya sudah lama tidak ujian lisan. Ada perasaan sedikit grogi ketika harus bertemu dengan dosen. Apalagi ini sudah jenjang magister. Bagi saya, tentu penilaian akan semakin sulit, tidak semudah mendapat nilai di jenjang sarjana. Saya yakinkan diri saya dan saya persiapkan diri dengan baik. Tentunya saya baca-baca materi, saya rangkum berbagai materi yang ada di powerpoint teman-teman. Dan akhirnya saya hafalkan. Materi ujian psikolinguistik ini memang cukup banyak. Saya sendiri sebagai ketua kelas lupa untuk menanyakan materi apa yang akan diujikan lisan karena semalam saya baru ingat untuk bertanya kepada dosen sekitar pukul 21.30. Rasanya tidak sopan untuk menghubungi dosen di waktu tersebut dan akhirnya saya pun mengurungkan niat saya dan berpikir bahwa semua materi akan ditanyakan. Ternyata setelah masuk ruangan, saya bersama 4 orang teman diminta untuk berbicara mengenai apa yang telah kami presentasikan di kelas sesuai kelompok masing-masing. Jujur, saya sendiri hanya mengingat sedikit dari apa yang telah saya presentasikan. Maklumlah, sudah sekitar 3 bulan yang lalu saya presentasi dan tidak pernah saya ulangi di luar ruang kuliah. Akhirnya, saya pun bercerita sepemahaman saya saja. Bagi saya, jenjang S2 ini saya sudah cukup baik untuk memperjuangkan nilai, tetapi lebih penting bagi saya di jenjang ini untuk lebih memahami materi yang disampaikan oleh dosen maupun diskusi bersama teman-teman. Saya tidak lagi mengejar nilai tinggi, meskipun tetap saja nilai penting bagi saya. Akhirnya, saya harus mempersiapkan diri dengan baik di semester selanjutnya agar tidak keteteran antara membagi waktu kuliah dan kerja saya. 

Semoga senantiasa menginspirasi

Komentar