(11) Sisakan Sedikit Ruang untuk Patah Hati


Aku pernah mendengar seseorang berseru “tatkala kau mencintai pujaan hati, sisakan sedikit ruang untuk siap terluka. Jangan sampai kau berikan hatimu padanya sepenuhnya”. Mungkin saat itu aku belum sebegitu paham sekarang akan makna ujaran tersebut, tetapi beberapa waktu lalu aku bisa membuktikannya sendiri.
            Tatkala diri ini sudah tak lagi tahu-menahu bagaimana kabarmu hari-hari ini, jujur hal ini begitu aku takutkan pada beberapa waktu. Takut kehilanganmu sudah barang tentu. Namun otakku
mengirim sinyal pada tanganku untuk tidak selalu mengganggu waktu-waktu produktifmu. Kau pun tak mau mengganggu waktu produktifku juga. Aku mungkin hanya akan mengirimimu pesan singkat yang lebih banyak tidak kau jawab, atau bila sekali kau balas balasannya terbilang begitu singkat. Aku tak menyalahkanmu akan hal itu, tapi ketahuilah bahwa aku mau tahu keberadaanmu lebih jauh.
            Setelah beberapa waktu, aku merasa bahwa kisah kita akan berjalan di tempat. Aku masih belum dapat memastikan bagaimana kisah cinta kita akan berlanjut, tapi aku selalu siap dengan segala konsekuensinya. Apalagi kalau bukan suatu saat harus patah hati. Ketika tiba masa dimana aku harus mengungkapkan rasa dalam hati ini, aku akan terima bagaimana pun jawabmu. Entah kau bersedia melanjutkan kisah ini bersamaku atau cukup sampai disini dan memintaku untuk menyudahi segala hal yang kita sepakati beberapa waktu lalu.
            Satu pesanku padamu jikalau nanti kau putuskan untuk saling bahu-membahu mewujudkan mimpi kita bersama, kuharap kau akan selalu setia di sisiku baik di masa bahagia maupun ketika dirundung duka nestapa. Namun bila kau lebih memilih untuk pergi ke lain hati, kuharap izinkan aku untuk tetap menjadi teman sepanjang hidupmu. Aku tak mau hanya gara-gara pernah patah hati kita tak mampu lagi berteman baik. Pada akhirnya, doa-doa baikku akan senantiasa mengiringi langkahmu terlepas bagaimana keputusan akhirmu.



M.Amin | 24 Jan 2017    

Komentar