(6) Aku Suka Cara Berkerudungmu


      Mungkin kedengarannya lucu bagimu, juga bagi sebagian orang, tapi tidak bagiku. Hal itu lumrah adanya. Jujur saja, aku selalu suka cara berkerudung seperti itu. Namun, aku punya satu pesan padamu, dapatkah kau turunkan sedikit kerudungmu itu? Tampaknya akan lebih cantik. Mohon maaf bila aku selalu menyimpan setiap fotomu dengan model berkerudungmu yang kurasa unik itu. Lalu, ketika kuberselancar di dunia maya aku akan selalu mengingatmu tatkala ada yang menggunakan kerudung dengan gaya yang sama seperti dirimu. 

Kerudung itu penghias indah wajah cantikmu. Jangan percaya bahwa dengan melepasnya kau semakin tampak merona, tidak. Berusahalah menutupi auratmu meski mungkin saja perilakumu masih perlu banyak dibenahi. Karena mungkin dengan usahamu untuk terus menutup auratmu, Tuhan akan menuntun perilakumu ke arah yang lebih baik. Abaikan kata orang bahwa menutup hanya untuk orang-orang suci. Ia adalah karunia Pencipta untuk menjaga harkat dan martabat wanita di hadapan manusia dan juga Tuhannya. 
      Aku tak tahu sejak kapan aku menyukai cara berkerudung seperti itu. Tapi aku yakin bahwa memang aku sudah dijatuhcintakan pada siapa saja yang berkerudung semacam itu. Sejak pertama kali aku bertemu denganmu di bawah temaram lampu kala itu, aku langsung saja jatuh cinta padamu, meski aku tak tahu apa kau punya perasaan yang sama terhadapku. Tapi biarkan kisah ini berjalan apa adanya. Bagaimana pun akhirnya. 


M. Amin |  23 Jan 2017 

Komentar