(8) Obat Rindu Itu Bernama Temu


      Tak terhitung berapa kali aku merindu. Tak hanya merindukanmu sayang, merindukan siapa saja, orang tua, kawan lama, saudara, dst. Setelah sekian banyak komunikasi lewat dunia maya sesungguhnya belum sepenuhnya mampu menjawab keresahan hati dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit. Satu hal yang kupahami bahwa obat paling mujarab atas semua itu disebut pertemuan. Betapa sebuah pertemuan menjadi ajang dimana seseorang akan mengetahui lebih jauh mengenai seseorang. Karakternya, cara bicaranya, gaya berpakaiannya, dsb.

      Pertemuan itu tentu juga berlaku pada kita berdua. Tatkala kerinduan akan pertemuan sudah begitu akut, setiap waktu hanya diisi dengan memandangi foto-foto yang ada, menyimpan berbagai pesan chat antara aku dan kamu, rasanya ingin kembali mengulang semua kenangan itu. Maka, pada akhirnya kita memutuskan untuk bertemu. Karena sungguh dengan pertemuan ada harapan permasalahan akan usai, perdebatan tak lagi hadir, perseteruan akan selesai dan juga tentunya akan ada kelegaan hati karena sudah bertemu dengan seseorang yang sudah sangat lama sekali kita rindukan.
      Aku hanya ingin kau tahu bahwa pertemuan kita beberapa kali di berbagai tempat menghasilkan sesuatu yang berarti setelahnya. Entah itu komitmen yang semakin erat, hubungan yang semakin lekat atau pun persahabatan yang tak mengenal kata selamat tinggal meski hanya sesaat. Pahamkah kau akan semua itu sayang? Aku tak meminta muluk-muluk. Aku tak meminta kau selalu hadir di setiap hari-hariku, aku tak meminta bertemu denganmu setiap waktu. Aku hanya memintamu paham bahwa aku disini rindu. Rindu akan wajah indahmu, rindu akan senyum ayumu, dan segala hal tentangmu. Kau tentu tahu penangkal yang paling ampuh atas semua itu kan? Apalagi kalau tidak segera bertemu. Maka, semoga kita adalah dua yang senantiasa bisa memahami arti sebuah pertemuan, meski hanya sesaat, tetapi menimbulkan efek kebaikan yang begitu kuat.

M.Amin | 23 Jan 2017

Komentar