YD 2 Kenapa Energi Terbarukan Harus Segera Dimanfaatkan Secara Massal?


Senin, 16 Januari 2017
YOUCAN DISCUSS 
Oleh Doyahudin Tangerang

Pekerjaan belajar dan mengajar. skr aktif sebagai anggota POKJA Energi, Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Iklim, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). 
YD Doyahudin Tangerang IM3: Seblumnya mas Adam sudah mnjelaskan apa yang dimaksud dg energi terbarukan? apa saja yang termasuk energi terbarukan? dan potensi yang dimiliki Indonesia.                        
YD Doyahudin Tangerang IM3: Mas Adam juga telah mnjelaskan bahwa Energi Terbarukan begitu luas kajiaannya.                        
YD Doyahudin Tangerang IM3: saya akan coba mulai dari alasan kenapa Energi Terbarukan harus segera dimanfaatkan secara massal?                        
YD Doyahudin Tangerang IM3: sebelumnya ada yang tau?
Dhe Herlina : Karna cepat diperbaharui
Syauqi Bantul : Karena potensinya yang tidak sebesar energi non terbarukan mungkin? Sehingga harus dilakukan secara massal?
YD Doyahudin Tangerang IM3: Ada 3 alasan utama kenapa dunia begitu gegap gempita dalam pemanfaatan energi dunia.
1. Perubahan Iklim yang dipicu oleh Penggunaan Energi fosil.
2. Meningkatnya penduduk dunia, ikut menderek kebutuhan energi.
3. Semakin menipisnya Cadangan energi fosil.                        
Alasan perubahan Iklim paling kuat dorongannya dalam pemanfaatan energi terbarukan di dunia. hal ini terlihat ikut terlibatnya PBB dan NGO lingkungan hidup dalam mengkampanyekan energi terbarukan. Bahkan sudah sampai membuat kesepakatan bersama sebagaimana tercantum dalam COP21. Salah satu perubahan iklim ialah adanya pemanasan global. Sudah kenal kan dengan pemanasan global?
YD Mukti Makassar SIMPATI: Global warming/ pemanasan global, naiknya rerata suhu secara mengglobal           
YD Doyahudin Tangerang IM3: Betul. Pemanasan global proses meningkatnya suhu rata2 atmosfir,laut dan dataran Bumi. Berdasarkan riset rerata suhu global telah meningkat 1° selama seratus tahun terakhir diperkirakan akan meningkat 4° dalam seratus tahun kedepan. Faktor utama penyebab pemanasan global ialah menumpuknya gas rumah kaca. Gas rumah kaca terdiri atas Uap Air (H2O), Karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas-gas tersebut menyerap dan memantulkan kembali sinar matahari yang masuk ke bumi sehingga mnyebabkan suhu bumi meningkat.

Sumber gas rumah kaca terutama CO2 ialah sektor energi sebesar 72%. seperti pembangkit listrik berbahan energi fosil, pabrik, kendaraan bermotor dan lain2. Oleh karena itu sebagai usaha untuk mengurangi jumlah CO2 salah satunya iyalah pemanfaatan Energi terbarukan. Hampir semua negara di dunia berlomba mengembangkan dan memanfaatkan energi terbarukan mulai negara yang kaya sumber minyak sampai negara miskin sumber minyak. Arab saudi dg KAUST mengembangkan Photovoltaic (sel surya: pembangkit listrik tenaga surya). KAUST nama universitas di Arab Saudi. Saya coba sebutkn bbrp negara yang telah dan akan memanfaatkan energi terbarukan sebagai salah satu cara menurunkan emisi gas rumah kaca. 
1. United Arab Emirates salah satu negara kaya sumber minyak bumi. negara ini berkomitmen 10% penggunaan energi terbarukan pada tahun 2030. bertumpu pada energi surya (REMap IRENA 2015)                        
2. Inggris memiliki target pemnafaatan energi terbarukan sbesar 15% pada tahun 2020 dan 30%-45% pada tahun 2030. ( Department of Energy and Climate Change,2011) dengan tumpuan pada Energi Angin.                        
3. Denmark memiliki target penggunaan energi terbarukan 100% pada tahun 2050. (The Danish Energy Agency,2014)                        
4. India memiliki target 30%-40% pada tahun 2030 bertumpu pada Energi Angin dan Surya. (Ministry of New and Renewable Energy of India)                        
bagaimna dengan Indonesia? Ada yang mau bantu jawab?                        
YD Marina Biotek Industri UB IM3: Indonesia menargetkan 25% pada 2025.
+62 821-8005-3084: Tumpuan energinya apa ya mba?                        
YD Marina Biotek Industri UB IM3: Indonesia menargetkan renewable energy mix dengan 23% pada tahun 2025. Berdasarkan Ministry of Energy and Mineral Resources                        
YD Doyahudin Tangerang IM3: Betul kita memiliki target sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.

YD Doyahudin Tangerang IM3: Terimakasih mba @YD Marina Biotek Industri UB IM3  telah bntu. Pemerintah kita menurut pendapat saya sudah serius hal ini bisa dilihat dari regulasi/payung hukum dalam pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan.         
1. Inpres No.1 Tahun 2006 Tentang penyediaan dan pemanfaatan Bahan Bakar Nabati. sprti Bioethanol, Biodisel.                       
2. UU No. 30 Tahun 2007 tentang energi                   
3. UU No. 21 Tahun 2014 Tentang panas bumi   
4. PP No. 79 Tahun 2014 Tentang kebijakan Energi Nasional
5. dan sedang disusun PP khusus energi terbarukan.  
6. masih ada lagi segudang regulasi melalui kementrian terutama Kementrian ESDM.                        
Selain itu Kemenristekdikti memasukan Energi Terbarukan sebagai tema riset strategis. Terus knp sampai skr belum terlihat perkembangan secara signifikan dalam pemanfaatan energi terbarukan? menurut informasi dan analisis saya knp belum terlihat secara signifikan.
1. Belum familiar Energi terbarukan di masyarakat Indonesia.
2. Menyebarnya potensi energi terbarukan diberbagai daerah di Indonesia.
3. Teknologi masih belum sempurna kita kuasai.
4. Pemerintah masih kekurangan anggaran.
dan masih ada lagi.

Bahkan perbankkan eropa sudah tidak mau membiayai pembangkit listrik tenaga energi fosil terutama batubara.

Oh iya tambahan info lagi. ASEAN Bekerjasama dg Germany dalam pengmbangan Enrgi terbarukan. Indonesia kebagian Panas Bumi dan Biomassa (salah satunya biodiesel dan Bioethanol). Target pada tahun 2025 sebanyak 15,6juta kiloliter/tahun dan tahun 2050 sebanyak 57,5 juta kiloliter.

                        
Q
1.ada gak sih legal frame work mengenai misalnya mau bangun infrastruktur Green di Indonesia? Aturan yang akan memperjelas bahwa proyek yang akan kita bangun akan berdampak pada lingkungan
 A : Legal frame work yang ada itu salah satunya AMDAL. Tpi analisisnya bukan green industry melainkan upaya win win solution kontribusi company ke masyarakat dan sebaliknya. 
2. Untuk mengetahui apakah proyek yg di bangun berkontribusi pada pengurangan dampak climate change gimana?

3. Apakah Indonesia punya green princples sendiri, sebagaimana green principles dr lembaga internasional ? Atau kita manut aja sama prinsip dan standar green yang ada di internasional?

YD Doyahudin Tangerang IM3: Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan:
"Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas.”

Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan.

Maka sebagai akibatnya…
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya. Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa2, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA.”
PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA.” 
Sedangkan PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA.”
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR: “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”
Dan...pikiran yang terakhir itulah yang konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang sangat terkenal.

Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap” TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.
Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.
Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI.
Semoga pikiran2 kita didominasi oleh Pikiran Besar (Great Minds) 
Mari kita menghasilkan solusi untuk bangsa dan negara                        
Pemimpin  tanpa pikiran besar hanya jadi orang kecil  di tempat yg besar.
Jangan kehilangan pikiran besar anda karena ada di tempat kecil.
Dan jangan kecilkan pikiran Anda karena ingin  dekat dg orang besar.                        
Today’s Students, Tomorrow’s Leaders

Komentar