Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Selasa, 28 Februari 2017

Mungkin Waktunya Memang Sudah Habis



Hidup ini terlalu singkat untuk meratapi hal-hal yang seharusnya cukup berlalu begitu saja

            Jujur, aku tidak benar-benar melupakan kejadian-kejadian yang terjadi di antara kita berdua. Rintik hujan penghias pertemuan, canda tawa renyah yang menghiasi setiap perjumpaan, perbincangan-perbincangan kesana-kemari nyatanya tak pernah benar-benar membuat diriku lupa padamu.

Senin, 27 Februari 2017

Setidaknya Aku Pernah Berjuang Mendapatkanmu


“Aku yakin ada penjelasan-penjelasan di masa depan atas ketidaknyamana kita hari ini”

Masih teringat jelas dalam memori. Rekaman atas hari bahagiamu. Memang hanya berselang beberapa hari denganku. Tapi tahukah kau, hari itu masih terus saja menorehkan luka sampai sekarang. Pagi itu kupesan buket bunga pada seorang teman. Niatku untuk menyambutmu di depan kelas itu sudah bulat. 

Minggu, 26 Februari 2017

Janganlah Seperti Itu


“Jangan hanya masalah-masalah kecil, kisah indah kita berakhir begitu saja. Mari mendewasa memahami kekurangan satu sama lain”

Aku sering bertanya kenapa beberapa hari ini kau semakin sulit dihubungi. Hatiku begitu khawatir bila terjadi sesuatu yang tidak baik padamu. Aku tidak bermaksud mengganggu aktivitasmu. Aku hanya ingin memastikan bahwa orang yang kucintai senantiasa baik-baik saja meski aku tak selalu berada di sampingnya. Tetapi semakin kesini kenapa rasanya kau semakin banyak berubah. 

Sabtu, 25 Februari 2017

Janji Dua Tahun Sekali


“Kita mungkin bisa saja berjanji, namun masalah realisasi, biarkan tangan Tuhan yang mengeksekusi”

            Bagiku cinta begitu sederhana. Pernah kucatatkan satu mimpi denganmu yang mungkin terdengar lucu. Aku ingin mengabadikan momen-momen indah di antara kita berdua dengan jepretan indah setiap dua tahun sekali. Lagi-lagi keinginan itu hadir begitu saja di kepala, menggerakkan jemariku untuk menuliskannya di catatan handphone-ku.

Jumat, 24 Februari 2017

Hadiah dari Negara Sebelah


“Terkadang perlu memberikan kejutan kepada orang-orang tercinta, tanpa diminta, dan tanpa adanya momen istimewa”

Sungguh merupakan suatu kebahagiaan mampu berkunjung ke negara tetangga yang katanya cukup kaya raya. Namun, meski kelihatannya bahagia, hati itu masih terus meronta bertanya bagaimana kabar orang-orang tercinta di tanah air. 

Kamis, 23 Februari 2017

Indahnya Kebersamaan


“Semoga di waktu yang berbeda dari hari ini kita selalu diberi kesempatan untuk menikmatinya, entah dalam kebersamaan atau hanya sekadar kenangan.

  Bagiku, hari itu begitu spesial. Hari dimana kita bisa kembali merasakan indahnya rajutan kisah kasih dua insan yang telah lama tidak berjumpa. Kutunggu dirimu di ujung gang itu. Aku memang tipe orang yang tak suka menunggu, tapi perihal menunggumu aku akan selalu berkata setuju. 

Rabu, 22 Februari 2017

(31) Taklukkan Dulu Orang Tuanya


            Setiap insan tentu pernah merasakan jatuh cinta. Bila cinta itu sudah begitu memuncak dan keinginan menikah telah begitu kuat, maka menurut saya yang perlu ditaklukkan pertama kali adalah orang tuanya. Saya selalu berpikir untuk mengunjungi rumah orang tua seseorang yang saya cintai sebelum melangkah lebih jauh.

Selasa, 21 Februari 2017

(30) Izinkan Aku Memeluk Bayangmu


            Kepada kau yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, izinkan diri ini untuk menyapa sejenak meski tak mampu bertatap muka. Kepada kau yang selalu mampu membuat hati bergetar lalu berubah khawatir seketika, izinkan bayangku hadir pada malam-malam panjangmu.

Senin, 20 Februari 2017

(29) Kamu Itu Beda Dari Yang Lain


            Diriku melihat dirimu sebagai seseorang yang jauh berbeda dari yang lainnya. Mungkin bagi yang lain kau tak sepintar para ilmuwan. Mungkin juga bagi mereka kau tak berarti apa-apa bagi diriku. Tapi, ketahuilah bahwa cinta selalu menemukan titik indah ketika yang lain tak memandangnya. Kurasa aku mampu melihat sisi itu pada dirimu.

Minggu, 19 Februari 2017

(28) Di Bawah Rinai Itu Kita Pernah Berjalan Bersama


            Terik matahari tak lagi menyengat sore itu. Kala kita bertemu bersama kawan-kawan untuk menghadiri salah satu pesta pernikahan salah satu teman kita. Di seberang gang itu kutunggu kehadiranmu. Sesaat kemudian, sosokmu hadir di hadapanku teriting senyum tulus nan indah itu.

Sabtu, 18 Februari 2017

(27) JANGAN SEKARANG, TAKUTNYA ITU NAFSU BUKAN CINTA


            Hari itu hari dimana pertama kali kudapati senyum yang begitu tulus menyapa diri. Senyum dari pemilik wajah ayu yang kuyakin senantiasa terbasuh wudhu. Busananya sederhana dan ah, kerudung khas itu selalu saja berkelebatan dalam ingatan dan tak mau beranjak pergi. Lihatlah, dirimu begitu mempesona. Urusan umur memang kau lebih muda, tapi kuperhatikan semangat belajarmu di atas rata-rata teman seumuranmu.

Jumat, 17 Februari 2017

(26) Selalu Ingin Hadir di Hari Bahagianya


            Sudah sejak lama aku memendam rasa pada wanita. Ketika aku sudah cinta pada seroang wanita maka aku selalu merapalkan doa pada Tuhan “kalau ia baik menurutmu, maka satukan kami dalam naungan cintaMu, tapi bila kami tak berjodoh, izinkan aku hadir di hari pernikahannya untuk sekadar memberikan restu, begitu pula sebaliknya”.

MENJADI MUSLIM BERMENTAL BAJA


Pernahkah terbersit dalam benak kalian kenapa pemuda harus menjadi pemuda yang kuat?
Kuat disini bisa diartikan dalam artian luas, maksudnya adalah kuat ekonomi, kuat fisik, kuat mental, dan kuat spiritual. Seringkali kita miris tatkala melihat pemuda zaman sekarang diperbudak produk barat yang menggiurkan. Mereka sudah banyak yang lupa akan tugas dan tanggung jawab yang sesungguhnya banyak orang menunggu kontribusi nyata dari tangan-tangan mereka. Pemuda adalah sosok yang diberi kekuatan lebih untuk melakukan banyak hal. Yang saya soroti disini tentunya adalah kekuatan dalam melakukan kebaikan baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Kamis, 16 Februari 2017

(25) Biarkan Rasa Itu Pergi


      Cinta itu penuh teka-teki. Kadang-kadang datang tanpa permisi, juga tak jarang hilang ketika rasa itu telah mengakar kuat dalam hati. Cinta juga kadang tak logis. Kita bisa melakukan hal-hal di luar nalar untuk orang-orang terkasih. Meski terkadang pengorbanan tersebut tak berbalas kasih. 
      Kumengenalnya sudah cukup lama. Intensitasnya meningkat gara-gara dunia maya. Ceritanya ia punya twitter baru dan lama-kelamaan aku mulai terpikat padanya. Awalnya aku biasa saja. Tapi lama-kelamaan aku semakin nyaman dibuatnya. Rahasia-rahasia kita secara tak sengaja terkuak begitu saja, meski belum tahu kemana kisah ini akan bermuara. 

Rabu, 15 Februari 2017

(24) Cukuplah Aku Menjadi Pemuja Rahasiamu


      Cinta memang hebat, mempertemukan hati dua insan dalam waktu singkat, lalu berakhir dengan pertautan komitmen yang begitu kuat, meski terkadang ada saja kerikil kecil di tengah prjalanan cinta, tapi saling mengalah kurasa solusi yang cukup tepat. 
      Aku pernah dijatuhcintakan pada orang yang benar-benar baru, tak pernah kukenal sebelumnya. Kumengenalnya dalam waktu singkat, hanya karena berada pada bagian yang sama lalu aku jatuh hati padanya begitu saja. Parasnya memang tak serupawan lainnya, tapi senyumnya mampu meruntuhkan dinding keimanan dalam dada. Ah, wanita, benarkah kau diciptakan begitu mempesona? 

Selasa, 14 Februari 2017

(23) Februariku Sepi Tanpa Hadirmu


            Februari kali ini tidak seperti biasanya. Bulan dimana kita sama-sama dilahirkan, hanya berselisih beberapa hari. Awalnya aku tak pernah benar-benar tahu dan bahkan percaya bahwa kita dilahirkan di bulan yang sama, tetapi seakan-akan hal itu sudah berubah menjadi teori bagiku. Orang-orang tersayang yang beberapa saat hilang ternyata juga lahir di bulan yang sama meski di tahun yang berbeda.

Senin, 13 Februari 2017

(22) Pertemuan Tanpa Rencana Istimewa


            Jujur, aku selalu menikmati perjumpaan-perjumpaan singkat kita. Perjumpaan kita di perpustakaan, ruang kuliah, sepanjang jalan kampus, dan lain sebagainya. Awalnya aku merasa itu adalah hal biasa. Tapi lama-kelamaan aku begitu merindukannya.

Minggu, 12 Februari 2017

(21) Benarkah Itu Pertemuan Terakhir Kita


            Terkadang aku masih tidak percaya bahwa dirimu telah benar-benar tidak hadir di sisi. Masih sangat kuingat pertemuan terkhir itu. Entah apa yang menggerakkanku untuk senantiasa membutuhkanmu, tetapi rasanya itu datang begitu saja dari hati. Hari itu pementasan drama, semuanya disiapkan sedemikian rupa. Hanya saja aku masih membutuhkan sesuatu yang sebenarnya bisa saja kupinjam kepada rekan-rekan putri sejurusanku, tetapi aku lebih memilihmu. Kutulis pesan

Sabtu, 11 Februari 2017

(20) Karena Cinta Adalah Dua Yang Sepakat Bersama


            Mungkin aku terlalu berlebihan untuk berharap suatu hari nanti aku bisa bersanding denganmu di pelaminan. Aku juga pernah bermimpi kita membangun istana cinta dalam mahligai rumah tangga bahagia. Membesarkan anak-anak kita lalu menua sambil mengenang kisah kita di masa muda.

Jumat, 10 Februari 2017

(19) Empat Tahun Yang Begitu Berharga


            Kubuka catatan di handphone-ku dan teringat sesuatu. Aku pernah menuliskan mimpi-mimpi indah bersamamu. Tidak kepalang tanggung, aku ingin foto tiap dua tahun sejak pertemuan pertama kita di bawah temaram lampu malam itu. Tiga kali mimpi itu terlaksana dan sangat kusayangkan sekali yang keempat dan kelima memang tidak akan pernah lagi menjadi nyata. Aku ingin membuat

Kamis, 09 Februari 2017

(18) Karma Itu Terjadi Padaku


            Waktu aku masih sangat cinta padamu, secara tiba-tiba aku bertemu dengan sosok baru yang lagi-lagi membuatku begitu mudah jatuh hati. Kau boleh marah padaku atas kejadian itu. Memang kisah cinta kita tampak sedang berjalan di tempat dan aku sedikit mulai bosan dan sepertinya mulai mencari pelampiasan rasa. Dan jatuhlah pelampiasanku pada sosok baru itu. Senja itu menjadi saksi perjumpaanku dengannya. Hanya karena kita punya tujuan yang sama aku pun memberikan bantuan padanya. Malam harinya di tengah-tengah panasnya perdebatan di dalam ruangan itu aku diingatkannya untuk sholat isya’. Bagiku ini tak biasa. Tapi aku jujur jatuh hati padanya hanya karena kejadian kecil tersebut.

Rabu, 08 Februari 2017

(17) Pesona Yang Tak Akan Pudar


            Kala itu masih pagi, kududuk dengan tenang menghadap laptop sambil mencari referensi tugas akhirku. Tiba-tiba saja kau hadir di hadapanku. Tuhan, betapa indahnya. Senyummu menentramkan jiwa, wajahmu senantiasa memancarkan semburat cahaya keimanan dalam dada. Sungguh, aku tak bisa berpaling darimu. Sambil kutulis cerita ini, kulirik dirimu di seberang bangku yang kelihatannya juga sedang asyik membolak-balik halaman buku atau sekadar mengetikkan

Selasa, 07 Februari 2017

(16) Deretan Buku Menjadi Saksi Bisu Pertemuan Kita


            Ada potongan-potongan masa lalu yang tak mudah lapuk dimakan waktu. Deretan buku di perpustakaan itu seolah menjadi saksi pertemuan kita kala itu. Ia memang tak tak mampu berbicara layaknya manusia, tapi diriku yakin ia merekam semuanya. Disana ada kita yang mencoba membangun cinta dan menyatukan dua hati yang berbeda. Memang kita tidak sama persis, tapi aku begitu yakin di masa depan kita akan bersama, setidaknya kalau kau punya kemauan yang serupa.

Senin, 06 Februari 2017

(15) Kita Pernah Saling Percaya


            Kau pernah bercerita padaku bahwa kau takut akan hal-hal tertentu. Aku pun berusaha sekuat tenaga untuk senantiasa menguatkanmu, bagaimanapun keadaanmu. Kita juga pernah berbagi mimpi-mimpi masa depan kita. Masih ingatkah kau pada rencana menulis buku bersamaku. Saat itu kau terlihat begitu semangat sehingga membuatku semakin menggebu demi mewujudkan hal itu. Dari percakapan di telepon kala itu, aku bisa merasakan bahwa disana matamu bersinar-sinar dan hatimu bergejolak bahagia dibarengi senyuman indah di wajahmu itu.

Minggu, 05 Februari 2017

(14) Temaram Lampu Jadi Saksi


            Masih hangat dalam memori bagaimana cinta begitu saja hadir. Malam itu kulayangkan pandangan ke sekitar sekadar mencari udara segar. Namun, tak dinyana mata ini tertuju pada sosok indahmu. Sosok yang akhirnya mampu kukenal sejauh ini, menyisakan rindu di malam-malamku.
            Lama aku mencoba mengobati luka masa lalu. Aku tahu itu tak mudah bagiku. Tetapi hanya dengan menatapmu malam itu, rasanya aku begitu yakin kau dihadirkan oleh Pencipta alam semesta untuk membantuku merajut kisah indah sekaligus penawar luka-luka masa lalu. Kau begitu baik pada orang baru. Aku pun yang biasanya begitu kaku dapat begitu mudah melancarkan kata-kata. Entah ini perasaan apa. Tapi kurasa ini yang dinamakan cinta.

Sabtu, 04 Februari 2017

(13) Lucunya Cinta Masa Kecil


            Kita pernah berada pada satu ruangan yang sama. Aku selalu bertanya-tanya dalam hati siapa pula yang punya nama sepanjang gerbong kereta itu? Oh, rupanya ia adalah gadis cilik yang cantik parasnya. Kacamata yang dipakainya semakin menambah rona kecantikan pada wajahnya. Senyumnya yang begitu ramah pada setiap orang yang ditemuinya juga mampu meluluhlantakkan dinding hatiku. Lamat-lamat kuingat, hey, bukankah kau teman masa kecilku sewaktu masih di taman kanak-kanak dulu. Ah, dunia ini nyatanya begitu sempit dan hari ini kita bisa berjumpa kembali.

Jumat, 03 Februari 2017

(12) Alasanku Mencintaimu


            Hari sudah menjelang senja tatkala kita berjumpa di serambi masjid itu. Kau tampak begitu anggun dengan busana yang melekat pada dirimu. Meski baru beberapa kali bertemu, aku begitu mudah berkali-kali jatuh hati kepadamu. Sempat pula kau lontarkan senyum manis itu di hadapanku yang bagiku manisnya mengalahkan apa pun. Kita pun pernah bertukar pandang meski hanya sesaat sebelum kumenyadari segalanya sudah terlambat.

Kamis, 02 Februari 2017

(11) Sisakan Sedikit Ruang untuk Patah Hati


Aku pernah mendengar seseorang berseru “tatkala kau mencintai pujaan hati, sisakan sedikit ruang untuk siap terluka. Jangan sampai kau berikan hatimu padanya sepenuhnya”. Mungkin saat itu aku belum sebegitu paham sekarang akan makna ujaran tersebut, tetapi beberapa waktu lalu aku bisa membuktikannya sendiri.
            Tatkala diri ini sudah tak lagi tahu-menahu bagaimana kabarmu hari-hari ini, jujur hal ini begitu aku takutkan pada beberapa waktu. Takut kehilanganmu sudah barang tentu. Namun otakku

Cukuplah Kematian Sebagai Pengingat


      Beberapa hari ini diri ini kembali diingatkan akan kematian. Guru-guru yang saya cintai satu per satu dipanggil ke haribaanNya. Beberapa hari lalu, salah seorang ustadz di Haiah Tahfidz Al-Qur'an UIN Maliki Malang, ustadz Mansyur Thoyyib kecelakaan dan meninggal dunia. Semalam, saya dapat kabar bahwa sore hari kemarin mantan kepala sekolah zaman MIN Kepatihan Bojonegoro awal-awal (masih kelas 1) meninggal dunia. Ya Allah, apakah ini tanda akhir zaman, dimana banyak orang

Rabu, 01 Februari 2017

(10) Masih Saja Sepi Tanpa Hadirmu


      Benarkah tanpamu hati ini akan sepi? Aku seringkali mempertanyakannya pada akal sehat juga hati kecilku. Secara logika, meski tanpamu aku masih akan tetap melanjutkan kehidupanku. Toh, sebelum bertemu denganmu aku adalah pribadi mandiri yang senantiasa ceria dan riang gembira. Tapi hati kecilku menjawab bahwa tanpa hadirmu dunia ini serasa hampa. Mungkin begitulah gambaran dua orang yang sedang jatuh cinta. Tatkala dua orang
Back to top