(24) Cukuplah Aku Menjadi Pemuja Rahasiamu


      Cinta memang hebat, mempertemukan hati dua insan dalam waktu singkat, lalu berakhir dengan pertautan komitmen yang begitu kuat, meski terkadang ada saja kerikil kecil di tengah prjalanan cinta, tapi saling mengalah kurasa solusi yang cukup tepat. 
      Aku pernah dijatuhcintakan pada orang yang benar-benar baru, tak pernah kukenal sebelumnya. Kumengenalnya dalam waktu singkat, hanya karena berada pada bagian yang sama lalu aku jatuh hati padanya begitu saja. Parasnya memang tak serupawan lainnya, tapi senyumnya mampu meruntuhkan dinding keimanan dalam dada. Ah, wanita, benarkah kau diciptakan begitu mempesona? 

      Mungkin bisa dibilang aku suka padanya pada pandangan pertama. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja rasa itu ada. Satu rasa menjadi fitrah manusia, saling berkasih dan menebar sayang di antara Adam dan Hawa. Semangatku seketika meluap-meluap.  Aku tak sering besua dengannya karena memang kelas kita berbeda. Kita tak berbincang serius kecuali dalam keadaan terpaksa. Itu pun hanya sekadar tugas organisasi yang harus selesai saat itu juga. 
      Aku sempat hadiahkan sesuatu padanya. Lewat teman sekelasnya aku tititpkan hadian itu sambil berkata "salam ya buat dia" Bagiku mengaguminya dari jauh sudah lebih dari segalanya. Hal itu lebih baik daripada berdekat-dekatan namun terjerumus dalam dosa. Akhirnya, semoga Kau jatuhcintakan hamba pada seseorang yang senantiasa mencintaiMu lebih dari yang lain. 

Dari pengagum rahasiamu yang senantiasa rindu senyum indahmu (2011) 

M. Amin | 2 Februari 2017

Komentar