Selasa, 21 Februari 2017

(30) Izinkan Aku Memeluk Bayangmu


            Kepada kau yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, izinkan diri ini untuk menyapa sejenak meski tak mampu bertatap muka. Kepada kau yang selalu mampu membuat hati bergetar lalu berubah khawatir seketika, izinkan bayangku hadir pada malam-malam panjangmu.

            Aku begitu rindu kebersamaan kita. Aku rindu kita yang bercanda bersama pada banyak kesempatan. Tugas-tugas kuliah terselesaikan dengan sempurna atas kerjasama yang baik antara kita berdua. Aku juga selalu ingin untuk kembali ke masa dimana kita pernah saling menguatkan tanpa harus menjatuhkan, kita yang bercakap di dunia maya dengan selingan tawa. Aku bisa merasakannya.
            Sore ini, ditemani rintik hujan yang malu-malu menyapa bumi, bolehkah aku memeluk bayang indahmu itu? Bolehkah aku bercengkrama indah meski hanya dengan ilusi akan hadirmu di hadapanku? Mungkin ini terbilang gila. Namun, bagiku setidaknya dapat mengurangi kerinduan yang sudah akut dalam dada karena tak berujung temu. Kata pepatah “obat rindu adalah bertemu dengan yang dicintai”. Kuharap kau yang entah sekarang berada dimana bisa merasakan hal yang sama.
            Mungkin jiwa kita tak mampu berjumpa. Tapi bukankah ikatan cinta kasih kita mampu menghubungkan meski terpisah jarak yang menyiksa. Aku tak membenci jarak, aku bahkan belajar dari jarak. Dengan jarak aku tahu arti kesabaran yang sesungguhnya. Darinya aku juga belajar bagaimana rindu yang begitu tebal terkadang tak harus diungkapkan seketika karena menunda bahagia terkadang begitu membahagiakan. Laksana Adam dan Hawa yang terpisah timur dan barat lalu melewati masa untuk kemudian bertemu dan kau tahu apa yang terjadi setelahnya bukan? Kurasa cinta kita perlu sesi istirahat agar tahu bagaimana arti sebuah pertemuan. Kisah kita butuh jeda sejenak agar ketika kembali berjumpa mampu terangkai kembali menjadi kisah terbaik. Layaknya rangkaian kalimat yang terpisah spasi sehingga membuat yang membacanya menjadi nyaman untuk menyelesaikan kalimat sampai titik.
            Lalu, jika tak kau izinkan untuk memeluk bayang indahmu, setidaknya biarkan memori-memori indah itu menjadi kisah indah dalam dada. Menjadi pelajaran berharga untuk merencanakan masa depan dengan orang yang kita kasihi dan kita cintai.


M. Amin | 23 Feb 2017

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. :)

Podcast Sang Pembelajar