Hadiah dari Negara Sebelah


Sungguh merupakan suatu kebahagiaan mampu berkunjung ke negara tetangga yang katanya cukup kaya raya. Namun, meski kelihatannya bahagia, hati itu masih terus meronta bertanya bagaimana kabar orang-orang tercinta di tanah air. 

Beruntung komunikasi di antara kita berdua masih terus berjalan dengan baik. Sejenak kita merasakan jarak. Jarak yang membuatku terus-menerus tersenyum indah meski dalam hati terasa begitu terpaksa. Kunikmati hari-hariku di negara tetangga itu dengan ceria. Kucoba membuat suatu kenyamanan, setidaknya bagi diriku sendiri. Berbagai masalah yang menerpa aku bersyukur bisa menghadapinya dengan baik sehingga dapat kutuntaskan tugas itu dengan sempurna pada akhirnya. 
Tak lupa kubeli sedikit buah tangan untuk orang-orang terdekat juga tercinta. Aku berjanji akan memberimu hadiah spesial dari negara tetangga meski bagimu harganya tak seberapa. Tetapi bagiku, yang terpenting bukan pada harga, tetapi bagaimana usaha seseorang yang benar-benar cinta ingin membuktikan rasa cintanya dengan sedikit membuat kejutan. Aku senang kau menerimanya dengan senyum indah itu. Kuberharap setidaknya hadiah-hadiah sederhana itu menjadi penanda bahwa kita pernah bersama. Tanda bahwa kita pernah dipertemukan semesta dengan caranya meski kita sama-sama tidak tahu skenarioNya akan membawa kisah ini menjadi seperti apa pada akhirnya. 

M. Amin | 28 Feb 2017  

Komentar