Semakin Sulit Berjumpa


Mari merenung sejenak. Ada berapa banyak kawan lama yang sampai saat ini masih dengan mudah kita hubungi? Berapa persen dari mereka yang masih enak kita ajak berbagi cerita masa lalu? Saya yakin sebagian kita akan menjawab sedikit sekali.


Kau tahu kenapa demikian? Salah satu sebabnya adalah waktu yang terus berputar maju dan tak akan pernah kembali. Sebagai konsekuensinya adalah tanggung jawab setiap kita tentu akan semakin besar pula. Hal itu menyebabkan perpisahan dengan kawan-kawan lama untuk kemudian menemukan lingkungan baru, juga teman-teman baru. Sehingga semakin ke sini semakin sulit untuk sekadar berkumpul meskipun hanya satu tahun sekali, misalnya dalam momen lebaran.

Ketika lebaran tiba, sudah sedikit dari kita yang mau anjangsana ke rumah kawan-kawan lama kita. Bagi saya silaturrahim setiap lebaran menjadi agenda wajib yang harus saya lakukan. Saya akan berkunjung ke rumah teman-teman lama saya, guru-guru saya, dan siapa pun yang pernah hadir dalam kehidupan saya selagi saya bisa. Kata kawan lama dan teman lama disini bukan berarti makna negatif, tetapi hanya ingin menegaskan adanya perbedaan dengan kawan-kawan yang kita kenal kemudian.

Semakin sulitnya kita berjumpa dengan orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan kita didasari oleh alasan-alasan yang memang masuk akal. Ada sebagian mereka yang melanjutkan kuliahnya, mengejar cita-citanya yang tinggi, atau mungkin mengejar cinta sejatinya dengan menikah. Hal itu lumrah adanya. Kita semua hanya perlu memahami bahwa memang hal-hal tersebut telah sampai pada waktunya.

Maka, selalu saya sempatkan silaturrahim dan menghadiri setiap reuni yang diadakan. Entah reuni MI, SMP, MA, atau bahkan kuliah. Semua itu tak lain karena saya menganggap di kemudian hari nanti kita akan mengenang semuanya dengan pasti. Maka, selagi hayat masih dikandung badan, mari berusaha untuk senantiasa menjalin persahabatan yang harmonis dengan kawan-kawan lama kita. Jangan mentang-mentang kita telah mendapatkan kawan baru kita melupakan yang lama. Dengan silaturrahim, kehangatan persaudaraan dapat kembali kita rasakan layaknya pertama kali kita bersua. Semoga kita tidak tergolong hamba-Nya yang melupakan pentingnya silaturrahim dengan teman-teman kita, baik yang lama maupun yang baru saja kita kenal. Harapan kita adalah hal itu menjadi satu wasilah kita agar usia kita terus dipenuhi dengan hal-hal baik.

M. Amin | 31 Mar 2017

Komentar