Teruslah Menulis!

      

      Mengapa menulis itu penting? Seberapa besar kekuatan menulis dalam mempengaruhi kehidupan seseorang? Dan apa keuntungan menulis?

            Pertanyaan-pertanyaan tersebut saya yakin menghinggapi hampir semua penulis pemula yang terlalu banyak alasan. Mereka beralasan ini dan itu untuk tidak segera mengeksekusi menulis. Apa pun itu. Bagi saya itu kurang baik. Saya dulu memang salah satu dari mereka, tapi setelah saya tersadar saya tak lagi beralasan dan berusaha untuk terus menulis sepanjang sisa hidup saya.
            Pertanyaan pertama, menulis itu begitu penting karena beberapa alasan. Alasan pertama adalah menulis adalah perintah tersurat dari Allah dalam firman-Nya dalam kitab suci Al-Qur’an, Ialah yang mengajarkan manusia dengan pena. Betapa Allah mengungkapkan besarnya manfaat menulis itu kepada manusia meski kadang seringkali manusia lupa akan hal tersebut. Alasan lainnya tentu dengan menulis secara tidak langsung kita menyebarkan manfaat selama tulisan kita memang tulisan yang benar-benar dapat membuat orang lain melakukan perubahan nyata dalam kehidupan. Menulis juga menjadi tanda kemajuan sebuah peradaban. Kita kenal banyak ulama, mereka semua menuangkan ide dan pemikirannya melalui pena dan kertas yang sampai saat ini karyanya masih terus kita nikmati dan pelajari.
            Pertanyaan kedua, menulis memiliki dampak dalam berbagai aspek baik bagi penulis maupun pembaca tulisan. Bagi penulis ada kepuasan tersendiri ketika ia mampu mencurahkan pikirannya dalam sebuah rangkaian kata dan deretan kalimat. Ada sebuah kepuasan batin, meski kadang juga materi yang dirasakan. Kegundahan dalam hati seketika menjadi plong ketika mampu dituliskan dengan indah. Bagi pembaca, akan mendapatkan apa yang selama ini mereka cari dari sebuah catatan kecil seorang penulis yang bisa jadi penulisnya tidak pernah peduli sejauh mana tulisannya dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Itulah hebatnya menulis. Kalau kata bang Brili, menulis dapat menembus otak banyak orang bila dibandingkan dengan peluru senjata.
            Pertanyaan terakhir, keuntungan menulis ada banyak sekali. Selain yang telah saya sebutkan sebelumnya, tentu ada kekayaan materi yang akan didapat bila seorang penulis mampu menerbitkan bukunya dan mendapat royalti. Ia juga akan menjadi artis dadakan, tetapi artis yang tidak sekadar artis karena ia lahir dari kelentikan jemarinya dalam memainkan kata per kata yang mampu menyihir pembacanya. Ia adalah artis papan atas yang tak mudah ditumbangkan oleh popularitas, juga dihilangkan oleh cacian karena penulis memiliki mental sekuat baja karena memiliki sejarah panjang dalam proses penulisan karyanya.
            Mungkin itu alasan-alasan kenapa menulis menjadi satu hal yang bagi saya sendiri sebuah keasyikan yang tidak kalah dengan berlibur ke luar negeri atau mendaki gunung tertinggi. Jadi, teruslah menulis, jangan pernah berhenti menulis, mari senantiasa bersemangat menebar kebaikan melalui liuk indah kata demi kata. Mereka kita menjadi pencipta peradaban terbaik peradaban dan meninggalkan sebaik-baik warisan bagi generasi selanjutnya.

Salam inspiratif, Muhammad Amin, 29 Maret 2017 

Komentar