Selasa, 04 April 2017

Gak Usah Banyak Alasan!


Salah satu sifat orang yang susah untuk sukses adalah mereka yang selalu mencari alasan ketika mereka menerima amanah atau diberi suatu pekerjaan yang harus diselesaikan. Misal saja tugas UTS yang harusnya dikumpulkan minggu depan, masih minta diundur lagi. Padahal sudah jauh-jauh hari tugas UTS tersebut diberitahukan. Mereka akan mengeluarkan 1001 macam alasan. Secara tidak sadar, alam bawah sadar mereka tidak pernah berada di bawah tekanan. Mereka terlampau nyaman dengan apa yang mereka jalani sekarang. Tak mau sesekali melompat lebih tinggi, melebihkan usaha agar hidup ini lebih bermakna.


Tidak ada orang sukses yang instan. Kalau memang ada, biasanya tak bertahan lama. Lalu, mereka akan dikalahkan oleh konsistensi orang-orang yang terus menjalankan ritual kedisiplinan menuju kesuksesan. Bahkan, setelah mencapai satu kesuksesan, orang sukses akan segera mencari target-target selanjutnya dan mencoba mewujudkannya dengan cara yang sama. Taka da rasa bosan, apalagi lelah. Mengapa? Mereka begitu memahami bahwa hidup ini terlalu singkat untuk digunakan berleha-leha. Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti kata orang bijak. Banyak karya akan dihasilkan ketika orang lain banyak mencibir karyanya sedangkan mereka tak lebih dari sekadar menghina tanpa mencoba melakukan usaha yang sama atau melebihkan usaha di atas orang yang mereka hina. Mereka sesungguhnya iri dengan kesuksesan orang karyanya sudah menyebar kemana-mana sedangkan mereka hanya mampu menjadi penonton.

Sekarang coba renungkan. Kita adalah makhluk-Nya yang telah diciptakan dengan berbagai kelebihan sebagai pemakmur muka bumi. Lalu, pertanyaannya, sampai saat ini apa saja yang telah kamu lakukan untuk ikut serta memakmurkan bumi-Nya? Apakah kamu hanya duduk manis di halaman rumah setiap pagi, menikmati kopi yang terhidang sambal membaca koran? Apakah kau sudah mencoba memberikan kontribusi nyata? Setidaknya satu pencapaian yang cukup fenomenal dalam kehidupanmu. Nikmat akal yang hanya dianugerahkan Allah kepada manusia seharusnya digunakan sebaik mungkin. Salah satu bentuk mensyukurinya adalah mencari ilmu selagi kita hidup. Ilmu didapat dari mana saja, tidak hanya dari dalam kelas.

Sedikit cerita, bagi saya yang sekarang sedang menempuh studi pascasarjana, saya cukup bersyukur bisa melakukannya. Lagi-lagi satu impian saya kembali terwujud. Satu buah hadiah indah dari usaha panjang selama empat tahun berkutat di dunia perkuliahan sarjana. Sebagai balas budinya, saya harus serius. Saya tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja. Sungguh masih banyak kawan-kawan di luar sana yang mencoba untuk kuliah pascasarjana tapi tak kunjung mendapatkannya. Lalu, saya menjadi heran tatkala melihat teman-teman seperjuangan saya sekarang banyak yang dibuai kenikmatan-kenikmatan sesaat yang bisa jadi akan sangat berbahaya bila diteruskan. Saya sendiri sibuk, tapi nyatanya masih bisa menyelesaikan semua tugas dengan baik. Lalu, kenapa mereka yang sebenarnya memiliki lebih banyak waktu kosong tidak dapat menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan? Itu semua kembali pada pola pikir masing-masing orang. Akhirnya, tidak usah banyak alasan untuk mencapai apa yang kau mau. Tak ada yang tak mungkin selama kita mau berusaha. Ingat bahwa pepatah pernah mengatakan “Sebesar usahamu, sebesar itu pula yang kau dapatkan”.

M. Amin | 4 April 2017   

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. :)

Podcast Sang Pembelajar