Jangan Sukses Kalau Tak Kuat Dicaci!


Seorang pemuda mendapat tugas untuk menuliskan sebuah artikel guna mengisi rubrik pondok pesantren. Ia kerahkan kemampuannya sekuat tenaga untuk membuat artikel sebaik mungkin. Ketika menyunting tulisannya, tiba-tiba dari belakang salah seorang rekan kerja nyeletuk 
“Jangan Jadi Muslimah Loyo? halah kayak sudah tahu aja kayak gimana muslimah loyo”. Ucapnya seraya tertawa kecil. 
Sang pemuda tak memedulikannya dan terus melanjutkan suntingan tulisannya. Itulah salah satu mental seorang pemenang. Ia tak mudah patah semangat hanya karena slentingan-slentingan negatif dari luar dirinya, karena ia tahu bahwa kesuksesan memang sesuatu yang membutuhkan pengorbanan, salah satunya kuat menerima cobaan.
.
Coba kalau sang pemuda putus asa, tentu ia akan meninggalkan tulisannya, terduduk lesu di kursi kantor, lalu memutuskan untuk menghentikan sesi menyunting, atau yang paling jelek adalah menghapus file tulisannya dari komputer. Ingat selalu bahwa orang sukses tidak dilalui dengan tubuh yang santai. Kalau kau ingin sukses maka harus mau bergerak maju, melawan ketidaknyamanan, melakukan perubahan. Sakit memang, tapi pikirkan bahwa di ujung sana ada sesuatu yang begitu indah menanti.
.
Semakin tinggi suatu pohon, maka semakin kencang pula anginnya. Salah satu kata pepatah yang cukup populer bagi mereka yang ingin benar-benar menggapai kesuksesan, entah sukses dunia, atau bahkan akhirat. Kalau calon orang sukses tak mau mengambil resiko yang terus menggoyahkan pendiriannya, maka jangan menjadi orang sukses saja. Kau bisa memilih menjadi yang biasa-biasa saja, hidup tenang, nyaman, tanpa hambatan, setidaknya itu yang terus berkelebatan dalam kepalamu. Hey, tidak seperti itu. Bagaimana pun kau hidup, maka yang namanya cobaan akan selalu ada. Cobaan itu sesuai dengan tingkatanmu dalam menerimanya. Jangan bilang mau sukses kalau dicemooh sedikit saja sudah tumbang, bila dibilang karyanya jelek sudah patah arang. Jadi, sudah sejauh mana kesiapanmu dalam menerima cobaan menuju kesuksesan?
.


M. Amin | 15 April 2017

Komentar