Mengapa Hidup harus Terjadwal?


            Bagi kalian yang mengaku sok sibuk dan tak punya waktu, cobalah menepi dari kesibukan kalian, lalu carilah tempat sepi dan mulailah merenung. Tanyakan pada hati terdalam kalian apa benar saya sangat sibuk hari ini? Apa benar saya tidak punya waktu luang lagi untuk mengejar mimpi yang tak kunjung terwujud dan terjebak rutinitas sepanjang hari?

            Saya yakin banyak dari kita yang mengaku demikian. Hal tersebut tidak salah. Sah-sah saja orang berkata ia sok sibuk dan tak punya waktu luang untuk melakukan sesuatu yang lebih produktif. Maka, salah satu solusi yang menurut saya cukup ampuh adalah dengan membuat jadwal.
            Mengapa harus membuat jadwal? Apa kalian alergi dengan kata jadwal? Saya harap tidak. Ada beberapa alasan mengapa membuat jadwal menjadi satu hal penting yang harus kalian lakukan. Pertama, dengan jadwal kegiatan kita dalam satu hari misalnya maka tujuan kita seharian akan menjadi jelas. Kita menjadi lebih fokus ketika melakukan sesuatu. Jadwal ini bisa dibuat per pekan, per bulan, bahkan per tahun. Terserah kalian saja. Kedua, jadwal membuat kehidupan kita teratur dan tidak terkesan diatur oleh orang lain atau keadaan di sekitar kita. Hidup ini memang singkat, maka jangan jadikan keseluruhan hidup dikendalikan oleh keadaan. Cobalah untuk mulai mengendalikan hidup kalian sendiri, niscaya semesta akan memberikan respon yang tentunya mendukung pengendalian hidup tersebut. Masih ingat hukum ketertarikan kan? Bila sinyal positif kita pancarkan, maka semesta akan merespon hal yang sama, begitu pun sebaliknya. Ketiga, dengan jadwal kita mencoba untuk tidak melewatkan hal-hal penting dalam kehidupan kita. Keempat, hidup ini sebentar saja. Maukah kalian melewatkannya dengan begitu saja tanpa melakukan setidaknya satu hal berharga yang membuat kalian terkenang dengan baik oleh sekeliling kalian? Maka, letakkanlah impian-impian itu dalam jadwal setiap harimu, pecah ke dalam kegiatan-kegiatan yang memang kelihatannya kecil, tetapi di kemudian hari akan kalian petik hasil dari ketekunan dan keteguhan kalian melakukan hal kecil tersebut. Kelima, membuat jadwal sesungguhnya telah menyelesaikan setengah dari pekerjaan. Sebagaimana dikatakan pepatah arab “tandziimul ‘amali yuwaffiru nishfal waqti” yang artinya perencanaan suatu kegiatan sesungguhnya telah memenuhi setengah dari keseluruhan pekerjaan yang akan dilakukan.   
            Saya sendiri mencoba mempraktekkan untuk membuat jadwal dalam satu hari dan hal itu saya bandingkan dengan ketika saya tidak membuat jadwal dalam sehari berikutnya. Jujur, hasilnya jauh berbeda. Saya dapat melakukan lebih banyak hal ketika jadwal saya jelas, tetapi sebaliknya saya lebih banyak termenung, tidak banyak melakukan hal-hal produktif bila tidak ditunjang dengan jadwal yang gamblang. Maka, saran saya cobalah sebelum kalian tidur tuliskan jadwal kegiatan yang akan dilakukan esok hari. Lebih baik lagi bila dicantumkan waktunya, missal jam 4 pagi bangun subuh dst. Niscaya hal tersebut akan banyak membantu mewujudkan mimpi-mimpi yang sekian lama tertulis di dinding kamar. Semoga kita tidak termasuk golongan yang merugi karena menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan oleh-Nya. So, tunggu apa lagi. Segera buat jadwalnya sekarang juga dan rasakan perbedaannya!

M. Amin | 5 April 2017 

Komentar