Minggu, 30 April 2017

Pesan Untuk Pelengkap Jiwaku


Dik, izinkan mas memanggilmu dengan panggilan itu ya. Atau kau mau panggilan yang lain, silahkan saja. Yang penting kita sepakat. Dik, kita memang belum dipertemukan saat ini, tapi boleh kan aku berpesan beberapa hal kepadamu duhai calon istriku, calon ibu dari anak-anakku.
.

Dik, bila nanti kau jadi istriku, telah kusiapkan tangan terkuat untuk senantiasa membantu pekerjaan rumahmu. Aku tak mau menjadi orang yang bersantai-santai sedang kau bertingkah tak ubahnya pembantu rumah tangga. Tidak. Sama sekali aku tidak mau. Semoga kita bisa terus bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga berdua.
Dik, mari sama-sama menjaga rahasia masing-masing. Cukuplah kita simpan sendiri aib-aib itu. Tak perlu kita umbar kemana-mana. Kau tentu paham kan bahwa bahayanya akan sangat besar bila hal tersebut kita lakukan? Dik, pahamilah bahwa menjalin kehidupan rumah tangga tidak hanya sekadar mengubah status kita yang sebelumnya menjadi berpasangan begitu saja. Tetapi, lebih dari itu. Aku teringat pesan ibuku bahwa kehidupan rumah tangga yang baik dibangun atas dasar agama. Maka, mari bersama membenahi pemahaman keagamaan kita berdua. Kuharap bersamamu tahajudku semakin rutin, subuhku semakin menyejukkan hati. Kau mau kan melakukannya? Bukankah hal ini yang kita idam-idamkan sejak dahulu?
Dik, kapan pun aku khilaf, jangan pernah bosan untuk terus mengingatkanku. Begitu pula sebaliknya, aku juga akan terus mengingatkanmu bila suatu saat kau lupa. Intinya, mari sama-sama mengingatkan demi kebaikan rumah tangga kita berdua. Dik, bila nanti buah hati kita telah lahir, mari kita ajari mereka dengan pemahaman Islam yang kuat. Begitu pula terus kita bimbing untuk senantiasa berada di atas jalan-Nya. Mari bersama kita doakan mereka menjadi generasi penerus perjuangan agama dan bangsa ini. Sambil terus kita ikhtiarkan lewat sholat-sholat malam kita, subuh, dhuha dan di keseluruhan ujung sholat-sholat kita.
.
Dik, pahamilah bahwa kita sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Tak ada satu pun makhluk di atas muka bumi ini yang sempurna kecuali nabi Muhammad. Maka, sudah selayaknya kita saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mari terus berbenah dan melengkapi satu sama lain. Dik, temani jatuh bangunku nanti ya. Jangan pernah bosan untuk terus sama-sama menguatkan.
.
Dik, teruslah membersamaiku bagaimana pun keadaanku. Dalam senang dan dukaku. Aku paham bahwa pernikahan menciptakan kata “saling”. Saling menguatkan, saling mengingatkan, saling memahami, saling membantu, dan saling-saling yang lain. Jangan pernah kedepankan ego kita masing-masing. Akhirnya, semoga keinginan-keinginan kita di masa depan dapat terus kita sandarkan kepada-Nya agar ketentuan-Nya senantiasa berimbas baik bagi kehidupan kita berdua. Semoga penantian ini segera berakhir dan kita dipersatukan dalam mahligai pernikahan yang bahagia.
.

@muhamin25 | 29 April 2017  

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. :)

Podcast Sang Pembelajar