Pesan Guru Kepada Muridnya


Nak, bagaimana kabarmu hari ini? Semoga curahan nikmat-Nya tak pernah terputus padamu. Izinkan gurumu hari ini memberikan sedikit pesan kepadamu sebagai bekal untuk masa depanmu. Sesekali bacalah pesan-pesan ini di waktu luangmu.
.

Nak, yang harus senantiasa kau ingat bahwa engkau datang mencari ilmu kesini untuk mencari ridho Allah, menjalankan perintah rasul-Nya. Niatkan untuk menghilangkan kebodohan dari dalam diri supaya kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi diri sendiri, terlebih bagi umat manusia. Hindarilah keinginan-keinginan duniawi ketika kau mencari ilmu. Percayalah bahwa dengan meniatkan segala sesuatu untuk akhirat-Nya, maka dunia akan mengikuti dengan sendirinya.
.
Nak, selanjutnya kau harus terus bersungguh-sungguh dalam mengenyam pendidikan di sini. Ingatlah jerih payah kedua orang tuamu untuk menjadikanmu orang yang tidak buta terhadap pengetahuan. Ingat bahwa sungguh-sungguh akan membawamu kepada kesuksesan sebagaimana kata pepatah “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil”. Jadi, jangan pernah terbayang gemilangnya kesuksesan dalam dirimu kalau kau tak pernah serius dalam belajarmu selama ini.
.
Nak, dalam kitab “Ta’limul Muta’allim” disebutkan bahwa ilmu yang harus dipelajari pertama kali adalah ilmu fiqih dan ilmu hal. Artinya ilmu-ilmu seputar keseharian terkait segala hal yang terus menjadi rutinitas kita. Misal sholat, berdoa, dst. Ingatlah bahwa ilmu agama itu sejalan dengan ilmu yang lain. Sampai sejauh ini, tidak ada orang yang hidup menderita dan meronta-ronta tatkala mau menjalankan ajaran agama Islam dengan baik dan sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya.
.
Nak, jagalah pergaulanmu dengan lawan jenis. Berinteraksilah dengan mereka sewajarnya saja. Sebatas hal-hal yang masih dalam batas syariat agama. Jangan pernah lewati batas tersebut atau kau akan terjebak di dalamnya. Selalu pegang pemahaman bahwa segala aturan-Nya tak ada yang sia-sia dan menyengsarakan umat manusia.
.
Nak, dapatkan keberkahan ilmumu dengan hormat kepada gurumu. Gurumu sungguh tidak mau menjadi orang yang gila hormat, tetapi dalam Islam diajarkan untuk menghormati yang lebih tua. Ingat bahwa dengan menghormati orang lain, maka secara otomatis ada rangsangan kepada semesta untuk melakukan hal yang sama melalui orang-orang di sekitarmu. Itu sudah sunnatullah.
.
Nak, kuasailah keterampilan dengan professional. Jangan setengah-setengah. Kau mungkin tidak merasakan manfaatnya sekarang, tetapi lima, sepuluh, dua puluh tahun lagi ilmu-ilmu dan keterampilan yang kau kuasai hari ini dapat begitu berguna, entah untuk penghidupanmu atau yang lainnya.
.
Akhirnya, selamat hari pendidikan nasional. Semoga kita menjadi insan-insan yang terus menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Tidak perlu menjadi guru terlebih dahulu untuk bisa memindahkan dan menularkan hal-hal baik. Kebaikan dapat ditularkan oleh siapa saja. Ingatlah kebaikannya dan abaikan saja siapa yang mengatakannya.
.

@muhamin25 | 3 Mei 2017 

Komentar