Pilih Isi Atau Kulitnya?


.
Madrasah tempat seorang pemuda dulunya belajar hari-hari ini banyak berubah. Tampilan fisik bangunan semakin megah. Lingkungan sekitar juga semakin asri dengan rimbunnya berbagai tanaman dan pepohonan yang menghiasi sejauh mata memandang. Bersyukur ia pernah mengenyam pendidikan di tempat tersebut. Namun, ada yang merisaukan hatinya.
.
Esok hari ada visitasi dari assesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak sebulan terakhir. Ma'had tempat pemuda bekerja pun turut serta dalam mensukseskan visitasi esok hari. Bu Kamad sendiri yang meminta santriwan-santriwati ma'had untuk bersih-bersih kamar dan lingkungan sekitarnya. Sang pemuda pun malam ini rela mendampingi anak asuhnya sembari berkelakar mengulang masa indah dan bercerita kesana-kemari.
.
Namun, menurut pemuda usaha yang dilakukan madrasah cukup berlebihan. Sang pemuda memang tidak tahu berapa tepatnya anggaran yang disediakan untuk memperbaiki tampak luar madrasah tersebut. Namun, dari yang tertangkap oleh mata, nilainya cukup besar. Penataan taman, pembuatan tempat duduk depan kelas, pembuatan beberapa unit kamar mandi baru, pengecatan di beberapa titik. Sang pemuda sempat berpikir dan sedikit membandingkan dengan apa yang dirasakannya dahulu. Sekolah ini masih bercat hijau. Ciri khas warna itu berubah beberapa tahun usai ia keluar dari madrasah. Kala itu kepala madrasah baru saja berganti. Kamad lama (Pak Imam) begitu sederhana. Beliau tak banyak membuat aturan. Beliau lebih banyak menjalankan apa yang sudah ada sambil sedikit membenahi yang perlu diperbaiki. Itu menurut pembacaan sang pemuda. Memang cukup berbeda dengan kamad setelahnya yang lebih fokus pada perbaikan sistem. Sebuah sistem baru diujicobakan di madrasah dan saya kira hasilnya cukup memuaskan. Terbukti anak-anak semakin disiplin, guru juga semakin giat mengajar. Meski terkesan otoriter kalau kata adik kelas sang pemuda, tetapi adakalanya hal itu diperlukan.
.
Bila diperhatikan kamad sekarang yang notabene adalah mantan kamad sebelah (MTsN). Maka, sudah barang tentu apa yang telah beliau capai disana sedikit demi sedikit akan ditularkan disini. Tampaknya tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya akan terjadi kemajuan yang luar biasa. Mulai program kitab kuning, renovasi ruang kelas XII, pembangunan unit kamar mandi, penataan taman madrasah, dst. Pemuda tersebut hanya berharap semoga yang dilakukan untuk memoles kulit tidak melupakan isi. Sebab keduanya sesungguhnya harus berjalan seriringan. Penguatan sistem di dalam harus mendapat perhatian serius. Di samping pembangunan fisik yang terus dikejar entah untuk mendapat prestise atau memang benar-benar dibutuhkan.

Catatan H-1 visitasi BAN-SM 13 Juni 2013

Komentar