Tolong Serius, Ini Bukan Waktunya Bercanda!


Seorang pemuda pagi ini sedikit terlambat menghadiri rapat kerja untuk merumuskan program kerja setahun ke depan. Kok bisa telat? Bukan apa-apa, sebab ada sedikit kesalahpahaman antara pemuda dengan rekan-rekan sekerjanya. Dua malam yang lalu, ketika rapat persiapan pembagian rapot belum ada keputusan final mengenai kapan akan dilaksanakan rapat kerja. Maka, pagi ini sang pemuda bersantai di kamarnya. Tak sadar, kantuk pun menyerangnya usai tadarus subuh.

.
Pukul delapan lewat ia baru bangun berbarengan dengan rekan sekamarnya. Langsung saja ia bersih diri dan bersegera menuju ruang rapat kerja. Sebelum berangkat ia mengecek smartphone-nya dan ternyata pesan mengenai jam dimulainya rapat kerja baru terkirim setengah jam setelah acara dimulai. Ok lah, itu tak jadi masalah. Untung saja rapat belum dimulai sebelum semuanya lengkap.
.
Namun, ada satu hal yang mengusik hatinya. Beberapa rekan kerja yang terbilang muda rasa-rasanya kurang menghormati ketika ketua ma’had sedang berbicara menyampaikan sesuatu. Sesekali mereka malah melemparkan candaan-candaan yang sesungguhnya tidak pada tempatnya. Pemuda tersebut berharap agar mereka sedikit mengerti bahwa rapat ini bukan ajang untuk bercanda sepanjang waktu. Ini waktunya serius. Kalau sudah dibumbui dengan candaan, maka fokus permasalahan akan berubah dan sang pemuda sangat risih akan hal itu. Tolonglah ketahui bahwa ada wakntunya bercanda dengan kawan sekerja. Bukan ketika rapat berlangsung, tetapi di luar forum. Menurut pemuda tersebut, masih sangat banyak waktu untuk sekadar mengobrolkan hal-hal sepele yang sesungguhnya sangat mengurangi pahala berpuasa karena memang rapat tersebut diadakan ketika Ramadhan. Sang pemuda tidak melarang untuk bercanda, tetapi cobalah bekerja sedikit profesional. Pemuda tidak memungkiri bahwa terkadang candaan perlu, tapi kalau sering dilontarkan, justru akan membuat sebuah pertemuan terlalu penuh dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.
.
Jadi, please. Jangan lagi ada gurauan tak berguna ketika rapat sedang berlangsung. Coba hormati siapa saja yang sedang berbicara bila kau ingin didengarkan pula. Kau tentu tak mau tatkala kau sedang menyampaikan suatu hal dalam forum, banyak orang mengabaikanmu. Bagaimana rasanya? Sakit bukan. Maka dari itu, pahamilah untuk saling menghormati satu sama lain. Kau sudah dewasa kan? Cobalah untuk bersikap layaknya orang yang benar-benar telah dewasa. Dewasa bukan soal usia, tapi soal sikap dan kepribadian yang dibangun dari dalam diri. Hal tersebut menjelma pada perbuatan-perbuatan yang santun, penuh hormat, tahu kapan harus serius dan kapan harus bercanda. Jadi sang pemuda berharap, belajarlah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, termasuk bercanda dan bergurau.
.

@muhamin25 | 18 Juni 2017

Komentar