Belajar Dari Pengalaman


Hari ini saya kembali beraktivitas seperti biasa. Usai subuh dan membaca kalam Ilahi, saya bersantai di kamar sampai sekitar pukul 06.15 mengondisikan para santri untuk berangkat ke sekolah. Agak siang sedikit saya sarapan dan menuju kantor mahad karena ada beberapa urusan. Saya ambil presensi jama’ah ini sekaligus mengumpulkan presensi jama’ah pada minggu sebelumnya.

.
Karena sebelum sarapan saya bertemu dengan Pak Jun dimana beliau mengabarkan bahwa beliau akan memasang banner kepengurusan Organisasi Santri Ma’had (OSIMA) 2016-2017. Saya jadi penasaran. Sebab, kata beliau bannernya cukup besar, apalagi foto ketua ma’hadnya. Akhirnya, saya putuskan untuk mengamati pemasangan banner kepengurusan tersebut sambal membantu dan bercengkrama dengan Pak Jun dan timnya. Setelah terpasang, saya memang sedikit kaget. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, banner kepengurusan kali ini dua kali lebih panjang. Untuk memasangnya pun, Pak Jun bersama tim merasa sedikit kesulitan untuk menentukan posisinya dimana. Saya pun dimintai pendapat dan saya jawab agar sebaiknya dipasang tepat di belakang gedung Albania, antara dua jendela. Mereka pun sepakat dan kami pun bahu-membahu memasangnya.
.
Sejurus kemudian, dating ustad Ali dan ustad Gunawan hampir bersamaan. Setelah memasang banner kepengurusan tersebut, saya dipanggil oleh ustad Gunawan. Beliau menasihati saya agar banner kepengurusan tahun selanjutnya dibuat lebih proporsional dalam hal ukuran. Kemudian mengenai garis koordinasi dan instruksi juga perlu diperhatikan. Ternyata setelah saya amati memang ada salah sat ugaris instruksi yang seharusnya mengarah ke bawah, ternyata garis tersebut mengarah ke atas. Saya dengarkan paparan ustad Gunawan dengan seksama untuk perbaikan pembuatan banner selanjutnya.
.
Dalam keseharian kita, tentunya ada peristiwa yang bisa jadi menjadi pembelajaran berharga, titik tolak perubahan dalam hidup. Nah, mari senantiasa beruasah agar di setiap harinya, kita mampu mengambil pembelajaran-pembelajaran tersebut. Tujuannya tak lain untuk perbaikan di masa mendatang. Bukankah hadits nabi menyebutkan bahwa bilamana suatu hari seseorang lebih baik dari sebelumnya ia termasuk ke dalam golongan yang beruntung? Semoga kita ada di antaranya.
.

@muhamin25 | #day25 #dailywritingchallenge #240717

Komentar