Cepatlah Beradaptasi!


Dua hari lalu, santri baru ma’had Al-Qalam sudah masuk dan tinggal di ma’had. Tentunya mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang sudah terbiasa dengan lingkungan dan kebiasaan pesantren, ada pula yang memang baru pertama kali merasakan bagaimana hidup jauh dari orang tua. Maka dari itu, mereka harus cepat beradaptasi di tempat yang baru ini supaya segalanya jauh lebih mudah.

.
Semalam, ada santri baru yang mengetuk kamar saya. Sudah cukup larut, hampir pukul 11 malam. Saya pun membuka pintu dan menanyainya apakah ada yang bisa dibantu. Ternyata ia complain masalah bak mandi yang kotor dan meminta untuk diganti. Lalu saya katakan padanya untuk membersihkan dan jangan sedikit-sedikit minta diganti. Dari raut mukanya, tampaknya ia tidak puas dengan jawaban saya. Ia tampak sedikit marah, bingung, celingukan, atau mungkin kaget juga. Bagi saya hal itu wajar. Mungkin saja ia belum terbiasa membersihkan kamar mandi rumahnya sehingga ketika tinggal di ma’had tidak mau membersihkan bak kamar mandi ma’had. Pagi harinya saya sampaikan bahwa hidup di ma’had ini sudah tidak enak. Kalau mau enak ya pulang saja, tidak usah di ma’had. Di ma’had itu tirakat. Tidak semua fasilitas ada. Harus menerima fasilitas apa adanya. Bukan berarti ma’had tidak mau menyediakan fasilitas sebagus hotel bintang lima, tetapi semua dilakukan sebagai pembelajaran supaya santri terbiasa hidup sederhana, agar memaknai bahwa tidak semua yang diinginkan dapat terwujud sekejap mata.
.
Dari kejadian di atas, bila kita perluas lagi dalam kehidupan social masyarakat, maka kita harus dengan cepat beradaptasi. Bila tidak yang ada kita akan tertinggal dan tertindas roda zaman. Contoh saja pabrik nokia yang tetap kekeuh dengan system usungannya, padahal sekitarnya sedang marak berpindah pada system android. Maka, dalam waktu singkat, perusahaan tersebut diakuisisi oleh Microsoft yang mau beradaptasi dengan system android yang sedang ramai digunakan. Seorang sarjana ketika memasuki dunia kerja pertama kali juga harus punya daya adaptasi cepat. Semakin cepat dia beradaptasi tentu lebih baik. Bisa saja dalam waktu singkat ia akan naik pangkat dari yang awalnya karyawan menjadi kepala bidang dst. Maka dari itu, mari kuasai ilmu adaptasi dengan maksimal supaya kita dapat lebih mudah hidup pada lingkungan dan area yang benar-benar baru dan tidak tertinggal dengan yang lain.
.

@muhamin25 | #day12 #dailywritingchallenge #110717

Komentar