Masih Nerima Undangan Resepsi Temen? Gak Usah Baper!


Syawal kali ini seorang pemuda menerima banyak sekali wedding invitation (undangan nikah) dari teman-teman angkatan kuliah UIN dan juga kawan-kawan organisasinya. Setelah dihitung, ada sekitar 8 undangan yang ia terima. Namun, sayang seribu sayang tak satu pun yang dapat dihadiri sebab satu dan lain hal. 
Bagi kalangan single (jomblo), undangan-undangan tersebut secara tidak langsung menyindir keberadaannya. Meski, bagi sebagian yang lain, hal itu dianggap biasa saja sebab jodoh memang tak ada yang tahu kapan akan datang. Cerita-cerita cinta berujung pernikahan kadang-kadang membuat kita haru, tertawa terpingkal, atau malah berdecak kagum. Ada yang saling mengenal lewat media sosial, ada yang sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun menjalin hubungan, meski ada pula yang sekejap berpapasan langsung sama-sama suka. 
.
Bagi pemuda itu sendiri, ia merencanakan pernikahannya tahun depan usai menyelesaikan jenjang magisternya. Ia tak mau terlalu lama hidup sendirian. Meski sampai saat ini, ia masih belum menemukan siapa yang kira-kira sesuai untuk melengkapi setengah agamanya di kemudian hari. Beberapa hari yang lalu, ia diberi nasihat oleh kawan ayahnya untuk menikah usai studi doktoral sebab usia pemuda masih terbilang muda. Pemuda tersebut hanya tersenyum dan mencoba berpikir keras meramu semua yang masuk ke dalam otaknya. Ia tak mau direcoki pikiran-pikiran yang mengganggu prinsip-prinsip yang telah lama ia pegang.
.
Sang pemuda itu pun menyadari bahwa usaha menjemput jodoh impian adalah sebuah proses yang tidak instan, tak dapat ditempuh dengan coba-coba. Semuanya harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Diawali, dijalani dan diakhiri dengan cara yang diridhoi oleh Allah. Jangan sampai perjalanan menuju pernikahan dihiasi dosa-dosa kecil yang kita anggap biasa saja. Pernikahan melalui jalan-jalan kebaikan akan menghadirkan keberkahan meski tidak selalu berbentuk materi yang melimpah. Teruslah menasihati diri sendiri untuk membaikkan diri setiap hari, berikhtiar sesuai koridorNya. Hingga pada akhirnya bertawakkal dengan ketetapanNya. Perdalam ilmu seputar rumah tangga sebab kehidupan bersama pasangan nanti adalah ibadah seumur hidup, sekali, dan tak dapat diulang lagi. Mulai sekarang, tak perlu baper bila menerima undangan resepsi dari teman-teman kita. Cukup doakan dan mohon doa supaya disegerakan. Disegerakan bukan berarti tergesa-gesa. Maka, semoga ikhtiar baik kita berujung pernikahan menuju mahligai rumah tangga hingga nanti bertemu di syurgaNya. 
.

Komentar