Mengalahlah Sesekali!


Ahad pagi begitu menyenangkan. Udara dingin menusuk tulang membuat bulu kuduk berdiri meski matahari sudah mulai menampakkan cahayanya. Langkah-langkah kaki para santri ma’had pun menambah semangat pagi ini. Pasalnya mereka akan mengakhiri agenda OSAMA seminggu ini dengan game yang tentunya sangat menggembirakan hati. Saya sendiri tak mau ketinggalan. Sudah lama rasanya tak berolahraga ringan. Akhirnya, saya putuskan untuk berlari mengitari kompleks MAN 3 Malang. Sekitar 10-15 menit kemudian saya telah selesai dari ritual lari pagi. Tidak terlalu ngos-ngosan, meskipun sudah cukup membuat tubuh saya lelah.

.
Sembari beristirahat, saya mengamati para santri baru dan panitia OSAMA beberapa meter dari lapangan. Beberapa santri yang saya kenal mendekati dan duduk di sebelah saya menemani mengobrol. Beberapa saat kemudian, ketua dan bendahara OSAMA menghampiri saya untuk berkonsultasi seputar kegiatan penutupan OSAMA nanti malam. Mereka berdua berseragam pramuka sebab hari ini akan diadakan technical meeting lomba PERAK LINGGARJALI (Perlombaan Akbar Lingkup Penggalang Regional Jawa-Bali). Ketepatan mereka berdua bertindak sebagai sie giat dan memang harus memberikan pengarahan dalam technical meeting tersebut.
.
Mentari mulai meninggi. Tampak para santri dan panitia sudah mulai menepi mencari tempat teduh untuk beristirahat usai game yang mengasyikkan meski cukup melelahkan. Usai dzuhur saya menuju kantor ma’had sebab ada suatu hal yang harus saya selesaikan. Bakda Ashar, saya membuka pesan whatsapp dan ustad Taufiq menanyakan siapa yang piket kantor dan berharap supaya kantor tidak kosong. Sebab beberapa wali santri sedang ramai berkunjung. Kemudian saya mendapat pesan lagi dari yang piket siang itu bahwa ia masih ada urusan di luar sehingga tidak bisa menjaga piket kantor sore ini. Akhirnya saya pun menggantikan piket kantor tersebut. Setengah jam kemudian, beberapa santri meminta saya untuk membuka IAC. Saya cek siapa yang piket lalu saya kirim pesan kepada yang piket sore itu untuk menjaga IAC. Saya buka IAC, lalu saya serahkan kepada yang piket untuk menjaganya.
.
Sebenarnya saya bisa saja mengabaikan semua panggilan jiwa untuk menggantikan orang-orang yang piket tersebut. Tetapi saya kira ada tanggung jawab lebih dan sikap dewasa untuk mampu mengambil alih tanggung jawab orang lain selagi kita mampu. Saya bukan bermaksud sombong atau pamer. Saya hanya menganjurkan kepada diri saya dan pembaca sekalian bahwa kita harus menyadari ada tanggung jawab di luar tanggung jawab yang kita pegang saat ini. Selagi mampu, tidak ada salahnya kita ambil kesempatan emas itu. Terkadang mengalah itu diperlukan pada masa-masa darurat. Dengan catatan jangan lupa mengingatkan kepada yang bertanggung jawab untuk di kemudian hari dapat menjalankan amanahnya dengan baik atau setidaknya mau mencari pengganti bila memang ada kepentingan yang mendesak.
.

@muhamin25 | #day23 #dailywritingchallenge #220717

Komentar