Jangan Lagi Kau Berbohong!


Menjelang siang, aku keluar untuk sarapan soto lamongan dekat kampus. Kemudian menuju BRI depan kampus untuk menabung. Tak sengaja bertemu ust. Makhi. Kusalami beliau. Selanjutnya aku mengganti tebeng helm yang pecah beberapa waktu lalu. Aku menggantinya di toko helm depan Ocean Garden Stasiun Kota Baru Malang. Sepulangnya dari sana, aku cuci motor di Jl. Jakarta.

.
Ketika menunggu motor yang sedang dicuci, saya terkaget karena dihubungi oleh nomor MAN 3 Malang. Ternyata yang menelepon adalah salah satu guru MAN 3 Malang yang salah satu muridnya tidak masuk sebab sakit. Beliau menanyakan kebenaran berita tersebut kepadaku sebab memang aku mengasuh muridnya. Ternyata yang bersangkutan berbohong. Kata dia pekan lalu, ia akan kontrol ke rumah sakit lalu pulang ke rumah. Saya kira ahad sore ia akan kembali. Ahad malam saya tidak sempat mengecek karena capek setelah mengantar peserta MQK untuk seleksi di Pasuruan.
.
Yang saya kaget, ketika guru tersebut menghubungi orang tua sang murid, orang tuanya baru akan ke sekolah hari ini untuk menjenguk anaknya yang sakit. Wah, bagaimana ini. Akhirnya, malam harinya usai maghrib, saya melaporkan hal tersebut kepada bagian kesantrian untuk memanggil yang bersangkutan supaya tidak mengulangi hal serupa. Ketahuilah bahwa sekali kau berbohong, maka kebohongan selanjutnya akan terus kau lakukan, meski tak peduli pada hatimu yang terus memberontak berkata tidak. Maka, jangan sampai kau sekali-kali berbohong. Karena kebohongan adalah pangkal dari segala dosa. Termaktub dalam mahfudzat ro’su adz dzunuubi al kadzibu yang artinya kepalanya dosa adalah kebohongan. Semoga kita diberikan konsistensi untuk selalu berkata kebenaran meski terkadang itu pahit adanya.
.

@muhamin25 | #day47 #dailywritingchallenge #150817

Komentar