Renungan Pernikahan 1


Bersyukur hari-hari ini mendengar banyak kabar bahagia. Terutama yang berkaitan dengan nikah. Hari ini saja ada pernikahan dua kawan sejurusan sewaktu kuliah S1, juga kakak tingkat sewaktu masih sekolah di MAN. Meski hanya mampu menghadiri salah satunya, sesungguhnya doa-doa terbaik tetap membumbung ke angkasa tiada henti bagi kawan-kawan yang menikah hari ini. 

.
Sepulang dari resepsi pernikahan tersebut, saya membuka media sosial. Kembali saya temukan kabar gembira yang sama. Kakak kelas pramuka, kakak kelas sewaktu SMP hari ini juga melangsungkan akad nikah. Saya pun hanya mampu mengomentari dengan ucapan dan doa terbaik. 
.
Pertanyaan yang sama diulang-ulang ditanyakan. Apalagi kalau bukan, "kamu kapan menyusul?" Lalu, saya balas. Doakan saja, rencananya sih tahun depan. Lalu yang bertanya menjawab, "Aamiin". Langkahku menuju pernikahan memang masih belum sepenuhnya dimulai. Meskipun pandangan tentang pasangan hidup sudah senantiasa terbayang. Niatku, beberapa waktu lagi aku akan berkonsultasi dengan kedua orang tua untuk membicarakan masalah serius ini. Sepertinya memang waktunya sudah cukup tepat. Paling tidak ada ilmu-ilmu menuju pernikahan yang didapatkan. Siapa tahu dengan begitu, keinginan menyempurnakan separuh agama tidak omong kosong tanpa usaha menuju ke sana. 
.
Jujur saja, diri ini masih takut melangkah. Bukan apa-apa, sebab momen sekali seumur hidup ini jika tidak disiapkan sebaik-baiknya, tentu ke belakang kita akan susah sendiri. Semoga segala hal menuju kesempurnaan iman ini diberikan kemudahan. Luruskan niat karena-Nya bukan karena dia yang akan kau nikahi. 

#renunganpernikahan #16092017

Komentar