Saling Memahami Keadaan


Dua hari lalu saya sedang menyelesaikan naskah yang akan saya kirim ke salah satu grup menulis whatsapp yang saya ikuti. Saya tidak berharap banyak, hanya dapat menghasilkan tulisan pada hari itu juga. Alhamdulillah akhirnya selesai juga. Karena esok harinya adalah sholat Idul Adha, saya segera beristirahat ketika jam telah lewat tengah malam. Sudah sekitar tiga jam saya berkutat di depan komputer kantor. Saya juga bertemu beberapa panitia Idul Adha yang hendak menuju jalanan depan masjid untuk membuat garis shof besok pagi, sebelum saya memutuskan untuk pergi ke kamar saya sendiri.

.
Saya masih sempat bermain gawai meski tidak lama, dan saya pun tertidur pulas. Pagi harinya, saya buka pesan whatsapp. Ada beberapa pesan dari Steering Committee (SC) yang meminta saya untuk mendampingi anak-anak yang sedang membuat garis shof di depan masjid pada pukul 01.00 dini hari. Namun, sebab gawai yang saya matikan semalam, saya tidak mengetahui kabar ini. Sebenarnya saya tahu, namun sebab saya begitu lelah setelah menggarap naskah, mata saya tak bisa diajak kompromi malam itu. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Hanya ucapan maaf yang dapat aku tuliskan mewakili perasaan menyesal yang mendalam. Semoga mereka mengerti.
.
Bagi saya, tugas mendampingi tidak selamanya harus dilakukan oleh seluruh SC. Buktinya, tidak semua SC hadir dini hari itu, hanya beberapa saja. Lagipula, saya yakin panitia juga sudah terlatih dan paham bagaimana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Agar tidak terasa memberatkan bagi SC, sebaiknya ada pembagian tugas dari SC sendiri sejak awal kepanitiaan dibentuk. Kemudian, ada rasa saling memahami antar SC bilamana memang SC berhalangan hadir untuk mendampingi panitia. Jangan memaksakan kehendak sendiri yang bisa jadi membuat kita dibenci banyak orang, kecuali kita memang siap untuk itu. Semoga saya dapat lebih bertanggung jawab dalam mengemban amanah apa pun di masa mendatang, juga tolong pahami keadaan orang lain. Jangan harap kau dipahami orang lain, kalau kau sendiri tak memulai memahami keadaan orang lain. Camkan itu baik-baik!

@muhamin25 | #day65 #dailywritingchallenge #02092017

Komentar