Ketelitian Itu Penting

Ilustrasi: Google.com
Pagi ini saya harus rela bolak-balik ruang ujian dan kantor mahad sebanyak 3 kali. Kali pertama saya komplain masalah soal yang tak saya temukan satu pun dalam amplop soal dan lembar jawaban ujian. Saya hanya menemukan lembar jawaban, presensi, dan berita acara. Saya memutuskan untuk kembali ke kelas, mengambil amplop soal dan menunjukkan kepada panitia bahwa memang saya hanya mendapat lembar jawaban, presensi dan berita acara saja.

.
Lima menit kemudian saya dapati kelas yang diawasi oleh salah seorang ustadzah datang ke kantor membawa banyak soal ujian. Langsung saja saya hitung dan meminta kekurangannya untuk dicetak kepada panitia ujian. Saya pun kembali ke kelas.
.
Masalah belum selesai. Setelah sampai di kelas, ternyata sekitar 4 anak belum mendapat lembar jawaban. Saya kembali menuju kantor untuk meminta lembar jawaban. Sayang seribu sayang, tidak ada panitia yang bertugas. Sepertinya sedang sibuk mengurus kelas lain. Okelah, saya langsung mencari ke sana kemari. Akhirnya saya menemukan lembar jawaban di ruang kepala mahad. Langsung saja saya kembali ke kelas. Saya tengok jam tangan. Waktu ujian sudah terbuang hampir lima belas menit. Semoga anak-anak masih bisa menyelesaikan menjawab soal tepat waktu. Tentunya ada tambahan waktu lima belas menit bilamana mereka belum selesai sebab mereka tidak salah.
.
Pagi ini sepertinya saya diajak berolahraga. Tidak mengapa, sebab saya memang sudah lama tidak berolahraga, terutama lari. Tetapi yang menjadi fokus utama adalah masalah ketelitian terutama dari panitia ujian. Saya kira panitia sudah bekerja maksimal. Tapi memang sepetinya semalam sudah cukup lelah sehingga ada kelas yang hanya mendapat soal saja, pun sebaliknya, ada pula kelas yang hanya mendapat lembar jawaban. Misalnya kelas yang saya awasi pagi ini.
.
Semoga kejadian pagi ini menjadi koreksi untuk semuanya. Sebagai manusia hendaknya lebih teliti lagi dalam segala hal. Terlebih berkaitan dengan hal-hal administrasi dalam sebuah ujian akhir. Supaya respon-respon negatif tidak didapat dari banyak pihak. Semoga setiap kita dapat selalu berbenah menuju arah yang lebih baik.
.

Malang, 17 November 2017

Komentar