Minggu, 02 Desember 2018

At The Right Time, in The Right Place, with The Right Person


Pagi ini rintik masih menyelimuti Kota Hujan Kedua. Maklumlah, akhir tahun selalu saja seperti ini. Tetapi, akhir tahun ini berbeda. Hadirnya melengkapi perjalanan menuju surga. Hadirnya melahirkan suasana-suasana cinta terus tercipta. Di antara deru laju yang tak dapat dihentikan barang sedetik saja.
Continue reading At The Right Time, in The Right Place, with The Right Person

Jumat, 16 November 2018

Kamis, 15 November 2018

Rabu, 14 November 2018

Selasa, 13 November 2018

Selasa, 23 Oktober 2018

,

Rinai yang Kurindu


Kembali rintik turun 
Membuyarkan mimpi bumi beberapa kurun
Kembali sapamu pada bumi mengalun 
Jawaban atas doa-doa yang terlantun



Sering-seringlah kau hadir
Sesekali bersama kilatan petir
Sesekali bersama suratan takdir
Meluruhkan perasaan hati yang getir

Duhai hujan
Hadirlah bersama rasa aman
Jangan hadir beserta ketidaknyamanan
Kerana begitulah yang selalu kita impikan

Duhai hujan
Aksaraku kembali tertulis pelan
Rasa dalam hati kembali bermunculan
Membariskan kata yang terdetik dalam angan

Duhai hujan
Akankah salamku tersampaikan
Pada gadis di seberang jalan
Sebab pada kerling matanya bayangku tersimpan

Continue reading Rinai yang Kurindu

Selasa, 16 Oktober 2018

Jeda, Temu, Restu (Mengenang Satu Bulan Pernikahan)



Sempat diri berjeda beberapa waktu dari urusan mencintai lawan jenis. Bukan karena tak mau, tetapi lebih karena ingin fokus pada hal-hal lain yang dirasa lebih penting. Sekitar setahun lalu, sempat terlontar ingin kepada orang tua untuk menggenapkan setengah agama. Keinginan itu hadir beserta studi yang akan segera paripurna. Betapa bahagia bila keduanya berjalan dengan sempurna. 
Continue reading Jeda, Temu, Restu (Mengenang Satu Bulan Pernikahan)

Rabu, 03 Oktober 2018

,

Terus Tumbuhkan Cinta dalam Hati


Sekian hari selepas akad terucap di hadapan orang tuamu adalah hari-hari yang begitu indah dalam pandanganku. Hari-hari indah dan mendamaikan hati. Bagaimana tidak bahagia bila dahulunya kita sendiri, kini telah berdua. Dahulu segala hal dilakukan seorang diri, sekarang ada yang harus selalu digandeng, diarahkan agar tetap berada di atas jalan-Nya.
Continue reading Terus Tumbuhkan Cinta dalam Hati

Rabu, 26 September 2018

Senin, 10 September 2018

, ,

Sebar Undangan Plus Silaturrahim


Seminggu terakhir, saya sibuk ke sana kemari untuk menyebarkan undangan resepsi pernikahan yang insyaAllah beberapa waktu lagi akan dilaksanakan. Ada satu hal yang telah lama saya lewatkan, yaitu silaturahim. Karena menyebarkan undangan membutuhkan data yang benar (nama, alamat) agar undangan sampai kepada orang yang benar. Ayah saya sampai membuka berbagai surat keputusan berbagai organisasi yang diikutinya. Saya sendiri menelusuri seluruh kontak di gawai, membuka akun instagram, facebook, twitter, bertanya kepada teman, dan seterusnya.
Continue reading Sebar Undangan Plus Silaturrahim

Jumat, 31 Agustus 2018

,

Five Months Love Journey


Masih kuingat bagaimana diriku sore itu
Gundah, galau bercampur jadi satu
Sesekali menyesali keputusan beberapa waktu lalu
Kembali kuingat bahwa sesal tiada lagi berguna bagiku

Di tengah segala kecamuk tak menentu
Kualihkan pikiran pada sosial media andalanku
Tempat mencari hiburan dan menumpahkan sendu
Tempat bersosial dan bertemu orang-orang baru

Kulihat satu permintaan teman di sudut mata
Kuklik konfirmasi begitu saja
Tiada berharap sesuatu terjadi setelahnya
Sebab memang seperti itulah kebiasaannya

Tak dinyana pesan itu memenuhi pandanganku
Satu pesan cukup panjang menggelitik hatiku
Ini tak biasa, pikirku
Baiklah, kutanggapi dengan serius pesan dari teman baru.

Balasan percakapan muncul satu per satu
Menelisik hati terdalamku
Akankah ini menjadi akhir pencarianku
Akan sosok pendamping hidup yang dirindu?

Kutelusuri dirinya 
Melalui sosial media juga tulisan blognya
Berharap memperoleh informasi yang berguna
Anggap saja aku sedang bertaaruf maya

Lubukku berkata, "sepertinya ini yang terakhir. Ayo istikharah!"
Pikiranku pun berujar, "sudahlah, mau cari yang bagaimana lagi?" 
Lantas, segalanya menjadi bersemangat kembali
Seolah dunia yang kurindu kerengkuh sekali lagi

Percakapan sore itu menjadi saksi
Bagaimana dua anak manusia yang saling mencari 
Tentang arti cinta sejati
Cinta yang bersandar pada Ilahi Rabbi

Pada keteraturan takdir
Kuberdoa semoga segala rasa yang hadir 
Senantiasa membawa bahagia yang terus diukir
Berbalut rida-Nya tiada pernah berakhir

Kini, perjalanan cinta akan segera sampai pada muaranya
Di saat khidmat ucapan "qobiltu" menggema mengangkasa
Di saat satu perjanjian yang teguh terucap dari bibir hamba
Beriring restu orang tua dan rida-Nya

Bila saat itu tiba
Mari terus menerus meminta
Agar kekuatan senantiasa bertakhta
Dalam menjalani kehidupan bersama

Mari mengatur visi misi hidup bersama 
Sambil terus berdoa kepada Sang Maha Cinta
Agar segala cita terwujud nyata
Agar semua rencana mendapat restu-Nya

Terima kasih atas rasa percaya
Terima kasih sudah mau saling menjaga
Menuju hari yang penuh rasa cinta
Hari di mana aku dan kamu telah menjadi kita


Continue reading Five Months Love Journey

Rabu, 29 Agustus 2018

Senin, 27 Agustus 2018

, ,

Mengapa Gundah Itu Hadir Menjelang Hari Pernikahan?


Menuju hari pernikahan yang tinggal menghitung hari, terasa ada hal-hal yang mengganjal dalam hati. Ada ketakutan yang muncul. Ada kekhawatiran yang tiba-tiba hadir. Ada rasa-rasa yang tidak seharunya berdiam dalam diri, tetapi terkadang diri tak kuasa menolaknya bertakhta.
Continue reading Mengapa Gundah Itu Hadir Menjelang Hari Pernikahan?

Jumat, 24 Agustus 2018

, ,

Jangan Sampai Kecintaan Terhadap Istri Mengalahkan Bakti Kepada Orang Tua!


Pagi itu, 16 Agustus 2018, saya membantu orang tua mencuci baju. Seperti biasa, kami asyik mencuci sambil mengobrol berbagai masalah kehidupan. Karena hari-hari ini adalah hari-hari menuju janji suci, tentu saja obrolan yang bergulir tak jauh dari pernikahan. Ketika saya membawa kaos muktamar IMM yang baru saja dibeli beberapa waktu lalu untuk dicuci, ibu tiba-tiba bilang kepada saya,
"Hmm, gini ya sekarang. Ibunya gak dibelikan kaos. Kemarin beli kaos berapa?"
"Beli dua buk, yang satu untuk Ul**."
"Jadi sekarang yang dibelikan calonnya. Apik yo."
"Bukan gitu buk, kemarin pas gak bawa uang lebih juga."
"Mas, kasih tahu anakmu. Nanti kalau sudah menikah jangan sampai lupa sama ibunya ini." Kata ibu ke ayah. 
"Ya buk, insyaAllah saya gak bakal lupa sama ibuk sampai kapan pun, pun ketika nanti sudah menikah. Tolong diingatkan kalau saya lupa."
Continue reading Jangan Sampai Kecintaan Terhadap Istri Mengalahkan Bakti Kepada Orang Tua!

Minggu, 19 Agustus 2018

,

Kembali Menuntaskan Rindu


Rabu lalu, 15 Agustus 2018, aku kembali pulang. Kepulangan kali ini sebab agenda persiapan pernikahan yang kurang lebih sebulan lagi akan dilaksanakan. Pagi hari, aku sudah tak sabar menunggu Ustad Taufiq untuk memohon izin. Menjelang pukul 8 pagi, aku berhasil mendapat izin itu. Setelah menyetrika baju dan bersih diri serta sarapan, aku pergi menuju indekos salah seorang teman semasa kuliah S2. Aku juga meminjam buku persiapan menikah karya Arif Rahman Lubis dari salah seorang teman. Aku berbincang banyak seputar perkuliahan dan tentu saja kehidupan remaja. Menjelang Zuhur, kami berdua salat Zuhur di masjid dekat indekos temanku. Setelahnya, aku memutuskan untuk segera pulang ke mahad untuk persiapan pulang ke Bojonegoro.
Continue reading Kembali Menuntaskan Rindu

Selasa, 07 Agustus 2018

, ,

Saling Mengerti Keadaan Masing-Masing


Semalam, kau menulis di pesan whatsapp bahwa kau meminta sesuatu dariku. Aku pun menyanggupi selagi mampu. Ternyata kau butuh spirit sebab kau lelah. Tumpukan tugas yang tak kunjung usai. Rentetan tanggung jawab yang melambai-lambai sepanjang waktu. Kau serasa ingin berhenti. Kau serasa berada di persimpangan jalan antara lanjut ke depan atau berhenti bahkan kembali pulang.
Continue reading Saling Mengerti Keadaan Masing-Masing

Minggu, 05 Agustus 2018

, ,

Ibu Adalah Madrasah Pertama dan Ayah Adalah Kepala Madrasahnya


Bersyukur kepada Allah bahwa pagi ini saya bersama jamaah lainnya masih diberikan nikmatnya menimba ilmu. Terutama ilmu syari. Pagi ini saya berkesempatan hadir di kajian Ustad Salim A. Fillah. Figur ulama yang banyak menghiasi layar youtube. Beruntung kali ini bisa bertatap muka langsung dengan beliau. Tema kajian hari ini adalah الأم مدرسة الأولى yang artinya Ibu Adalah Madrasah Pertama. Tetapi, di awal kajian, beliau menambahkan والأب مديرها dan Ayah Adalah Kepala Madrasahnya. Apa alasan beliau menambahkan redaksi atau judul kajian menjadi sepanjang itu? Sebab menurut beliau, dalam Alquran banyak sekali dialog yang terjadi antara ayah dan anak. Contoh antara Nuh AS dan Kanan, antara Luqman dan anaknya, antara Ibrahim dan Ismail dan seterusnya. 
Continue reading Ibu Adalah Madrasah Pertama dan Ayah Adalah Kepala Madrasahnya

Minggu, 29 Juli 2018

, ,

Ciptakan Lingkungan Kerja Kondusif


Dalam dunia kerja, terkadang ada masa-masa yang cukup membosankan. Rutinitas yang itu-itu saja tentu begitu menjemukan untuk dilakukan. Tetapi terlepas dari itu semua, ada kebersamaan yang dibentuk dengan berbagai ragam dan macamnya. Kita temukan di antara rekan kerja kita yang suka menghibur dengan guyonannya. Ada di antara mereka yang suka serius dan disiplin dalam bekerja, dan berbagai macam lainnya.
Continue reading Ciptakan Lingkungan Kerja Kondusif

Sabtu, 28 Juli 2018

,

Qiroah, Kitabah, dan Keindahan Syair Arab


Pagi ini dinginnya menusuk tulang. Tetapi, pagi ini saya ada agenda yang cukup penting. Agenda tersebut adalah menghadiri pelatihan Qiroah dan Kitabah di UM yang akan diisi oleh Prof. Nahlaa' Al-Binyaan. Beliau adalah salah satu profesor di Universitas Malik Su'ud Arab Saudi. Bersama dengan beliau hadir pula sang suami, Dr. Abdullah Al-Luhaibi yang bekerja di universitas yang sama. Bagi saya yang sudah lama tidak mengikuti pelatihan bahasa Arab, rasanya pelatihan kali ini cukup sesuai untuk kembali menumbuhkan geliat keilmuan bahasa Arab yang beberapa bulan terakhir jarang digunakan.
Continue reading Qiroah, Kitabah, dan Keindahan Syair Arab

Minggu, 22 Juli 2018

,

Mengulik Rumah Tangga Hasan Al-Banna

Apa yang terlintas dalam diri ketika mendengar Hasan Al-Banna? Seorang tokoh pendakwah melalui gerakan Ikhwanul Muslimin yang digagasnya ternyata bukan orang sembarangan. Buku ini menceritakan sisi kehidupan keluarga yang bisa jadi tak banyak orang ketahui. Bagaimana ia berinteraksi dengan istri, anak-anak, juga masyarakat sekitarnya.
Continue reading Mengulik Rumah Tangga Hasan Al-Banna

Sabtu, 21 Juli 2018

It Is Not Just A Seller


Kemarin, 20 Juli 2018, saya bersama salah satu rekan berencana membeli beberapa barang yang dibutuhkan. Saya sendiri hanya menemani. Agenda saya selain menemaninya belanja adalah mereparasi jam tangan yang baterainya sudah beberapa hari ini habis. Seperti biasa, saya menuju tukang servis jam tangan langganan saya di dekat Sardo. Ternyata toko yang saya tuju masih tutup. Sudah beberapa hari sejak saya kembali ke Malang, toko tersebut tutup.
Continue reading It Is Not Just A Seller

Kamis, 19 Juli 2018

Berbagi Kebahagiaan


Satu hal yang saya suka dan menjadi kebiasaan santri, terutama santri kelas XII adalah kebiasaan berbagi. Berbagi kebahagiaan sudah menjadi kebiasaan yang mengakar kuat. Angkatan 27 menunjukkan niat baik itu malam ini. Mereka yang memperoleh kebahagiaan mau berbagi dengan kawan satu gedung. Mereka bahu membahu mempersiapkan ini itu sampai terselenggara acara yang khidmat dan tentu saja nikmat.
Continue reading Berbagi Kebahagiaan

Selasa, 17 Juli 2018

Bersamamu Menjemput Impian (2)


Selepas Zuhur, aku menjemputmu di penginapan. Tak jauh dari penginapan, kita berdua makan siang. Warung Ayam Nelongso menjadi pilihan siang hari ini. Sembari antre, kita kembali berbincang tentang banyak hal. Setelah memesan makan, kita menuju lantai 2 untuk mencari tempat yang nyaman. Kita memilih tempat lesehan dekat berjarak sekian meter dari jendela. Beberapa saat setelah menempatinya, seorang ibu dengan dua anaknya mengambil duduk dekat dengan kita berdua. Putra ibu tersebut memutuskan pindah tempat duduk tepat di depanku. Aku sesekali mengamatinya sambil berpikir, "Menjadi orang tua itu bukan hal mudah. Persiapan dari berbagai sisi harus dilakukan. Semoga kelak kita mampu mengantarkan anak-anak kita menuju gerbang sukses dunia akhirat ya, Dik".
Continue reading Bersamamu Menjemput Impian (2)

Minggu, 15 Juli 2018

,

Pada Tiga Yang Penuh Harap


Di antara deru waktu yang terus melaju

Tentang dua insan yang hendak menuju
Pada kesatuan padu nan syahdu
Pada janji suci yang kan diingat selalu


Bila ada ketidaksesuaian langkah 

Ingatlah momen-momen indah
Bila ada ketakteraturan arah
Putarlah memori tentang segala nikmat yang tercurah


Pada angka tiga kita berharap

Semoga langkah semakin tegap
Pada setiap agenda yang akan ditatap
Semoga mimpi-mimpi kita tak pernah lenyap


Bojonegoro, 30 Juni 2018 20:36 (3rd months anniversary, 30 Maret - 30 Juni)
Continue reading Pada Tiga Yang Penuh Harap

Kamis, 12 Juli 2018

,

Bagiku, ini Adalah Soal Pembiasaan


Tentu teman-teman pernah tahu tentang peribahasa alah bisa karena biasa. Artinya kebiasaan yang terbentuk akan menjadikan kita bisa dan mampu dalam hal yang dibiasakan tersebut. Contoh sederhana, kita membiasakan diri membaca buku dua halaman per hari, maka lama-kelamaan kita akan menjadi seorang yang kecanduan untuk membaca buku. Pun dengan hal lainnya, prinsipnya sama. Biasakan maka kamu akan bisa.
Continue reading Bagiku, ini Adalah Soal Pembiasaan

Rabu, 11 Juli 2018

, ,

Bersamamu Menjemput Impian


Senin, 9 Juli 2018
Kabar bahagia itu segera kukabarkan padamu beberapa saat yang lalu. Perihal sidang tesis yang akan dilaksanakan esok hari. Kau berjanji akan menghadirinya. Aku pun begitu bahagia mendengarnya. Hari ini kau tepati janji itu. Siang hari sepulang dari sekolah dan mempersiapkan segalanya, kau berangkat dengan bus. Aku menunggu kedatanganmu di Kota Sejuta Rindu. Beberapa jam kemudian kau telah sampai di Kota Sejuta Rindu.
Continue reading Bersamamu Menjemput Impian

Kamis, 05 Juli 2018

, , ,

Perhatikan Keinginan Istrimu


Menjalani kehidupan rumah tangga tentu saja menjadi impian semua orang. Terlebih menjadikan rumah tangga tersebut adalah representasi rumah tangga surgawi, rumah tangga yang damai, penuh ketaatan kepada Pencipta. Tentunya hal itu tak dilalui dengan instan. Ada proses panjang. Ada pemahaman, ada penerimaan, ada rasa mengalah yang terkadang perlu dikedepankan daripada memperuncing masalah yang hadir tiba-tiba.
Continue reading Perhatikan Keinginan Istrimu

Senin, 02 Juli 2018

,

Perjalanan Akademik Itu Berakhir di Hari Penuh Berkah



Betapa senangnya rasa hati ini tatkala semua proses pendaftaran sidang tesis hari ini usai. Betapa tidak senang, sejak Ahad lalu, berbagai pengalaman berharga didapatkan. Ahad lalu, seusai menghadiri Halal Bi Halal “Gedhen” RT 02 RW 01 Ledok Kulon, Bojonegoro, sekitar pukul 11 siang, saya meluncur menuju Kota Sejuta Kenangan. Kota yang selama sembilan tahun ini menggembleng dan membentuk diri saya. Kota yang kenangannya berkelindan dengan indah. Kota yang pesonanya tak akan pudar dari mata.
Continue reading Perjalanan Akademik Itu Berakhir di Hari Penuh Berkah
, ,

Jangan Jadi Anak Manja


Nak, bila besar nanti jadilah pribadi yang mandiri. Jangan kau gantungkan dirimu pada orang lain. Kau boleh meminta bantuan kepada temanmu, tetapi ingat satu hal, jangan pernah bergantung padanya. Apa bedanya? Meminta bantuan maksudnya kamu masih punya keinginan kuat untuk terus belajar. Tetapi kalau bergantung itu beda. Bila ia yang kau gantungkan tidak ada, maka kau akan mencari sandaran yang lain. Bahkan bisa jadi kamu tidak lagi mau berusaha keras. Membiarkan dirimu jatuh begitu saja, mengikuti alur hidup tanpa ada mimpi dan keinginan yang kuat untuk mewujudkan mimpi dengan tanganmu sendiri, dengan usahamu sendiri.
Continue reading Jangan Jadi Anak Manja

Senin, 25 Juni 2018

,

Satu Langkah Awal Terlewati


Menjejaki satu langkah awal menuju janji suci terlaksana sudah. Pada hari yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak, kita sama-sama bertemu. Tak hanya antara aku dan kamu. Tapi keluarga besarku dan keluarga besarmu. Mungkin ada yang berpikir, mengapa harus keluarga besar? Tidak cukupkah satu dua orang saja? Sebenarnya ini merupakan hikmah dari khitbah. Dengan hadirnya dua keluarga besar, artinya ada banyak saksi dan lebih ada banyak doa yang terlantun dari lisan-lisan dua keluarga untuk kelancaran menuju hari yang dinantikan.
Continue reading Satu Langkah Awal Terlewati

Jumat, 22 Juni 2018

, , ,

Pelan-pelan Mengenal Keluarga Besarmu


Adinda, terima kasih atas penerimaanmu atasku sampai hari ini. Menuju hari bahagia itu, kau mengajakku untuk mengenal keluargamu. Aku pun tak bisa mengelak, lagi pula untuk apa mengelak, cepat atau lambat aku tentu harus mengenal keluarga besarmu. Pun sebaliknya. Aku mengiyakan ajakanmu dan kau kenalkan diriku pada satu per satu keluarga besarmu. Mulai dari kakek, nenek, saudara ayahmu, saudara ibumu, sepupumu, dan seterusnya.
Continue reading Pelan-pelan Mengenal Keluarga Besarmu

Kamis, 21 Juni 2018

Tentang Menyeleksi Hal-hal Tidak Penting dalam Hidup

Pagi ini, pada liburan di hari kesekian, saya kembali disibukkan dengan bersih-bersih rumah. Kali ini gudang menjadi objek yang akan dibersihkan. Berbagai macam barang pecah belah dikeluarkan, dibersihkan, dipilah dan dipilih. Mana yang harus dibuang dan mana yang harus disimpan menjadi pekerjaan tersendiri ketika bersih-bersih semacam ini.


Ada kertas-kertas zaman kuliah sarjana, buku bacaan, sepatu zaman Aliyah, dan berbagai barang lainnya. Saya bersama keluarga gotong royong membersihkan gudang yang sesungguhnya hanya memiliki luas lebih kecil daripada ruang-ruang lainnya. Satu sampai dua jam pekerjaan tersebut akhirnya selesai. Beberapa barang terpaksa "dipertimbangkan" (istilah ayah saya) alias berakhir menjadi barang rongsokan. Beberapa lainnya kembali disimpan dan ditata dengan rapi. Ruangan dibersihkan, dipel, diberi pengharum dan kembali ditutup.
Continue reading Tentang Menyeleksi Hal-hal Tidak Penting dalam Hidup

Rabu, 20 Juni 2018

Jangan Ajari Anakmu Mental Miskin!


Satu hal yang saya perhatikan ketika puasa Ramadan akan berakhir adalah budaya meminta zakat. Mulai dari yang anak-anak sampai dewasa bahkan manula melakukan hal yang sama. Mereka akan mendatangi kediaman orang yang berpunya, berucap, "Pak, zakate.". Lantas, setelah diberi sesuai kemampuan pemilik rumah, mereka akan ngacir. Melanjutkan hal yang sama di rumah-rumah orang "punya" lainnya. 
Continue reading Jangan Ajari Anakmu Mental Miskin!

Senin, 18 Juni 2018

Turn to 24, You


Bagaimana perasaanmu dapat merayakan hari berkurangnya jatah umur bersama calon pasangan penyempurna agama? Tentu bahagia bukan? Nah, itulah yang aku rasakan kemarin, Rabu, 13 Juni 2018. Dua momen bahagia beradu menjadi satu. Kedua orang tua merayakan ulang tahun peenikahan ke 25. Silver anniversary, plus Dik Ulfa Rosyidah merayakan ultahnya yang ke-24.
Continue reading Turn to 24, You

Rabu, 13 Juni 2018

Mudik Bersamamu


Senin, 11 Juni 2018, kembali kau jejakkan kaki di Kota Sejuta Rindu. Aku sudah merindukannya sejak lama. Sejak kepulangan sebelum puasa waktu lalu, rindu ini mengakar kuat meski tak terucapkan. Rindu ini semakin menguat meski tak tertuliskan. Ia mengendap dalam hati mendamba pertemuan.
Continue reading Mudik Bersamamu

Minggu, 03 Juni 2018

, , ,

Simpan Cinta Ini dalam Hati

Adinda, ketika suatu saat nanti, Kakanda tak mampu lagi menulis cerita indah melalui tulisan sebagaimana awal kita bersua, kuharap Adinda selalu ingat bahwa segala tulisan itu datang dari hati. Maka, simpan segalanya dalam hati kecilmu. Semoga tulisan itu penuh kebaikan, tidak berisi kebencian. Sehingga dapat diambil pelajaran berharga, olehmu, juga oleh keluarga kecil kita kelak.
Continue reading Simpan Cinta Ini dalam Hati
,

Empat Macam Ujian dari Allah

Ada empat ujian yang diberikan Allah kepada manusia. Berikut adalah penjelasannya:

1. Ujian dengan perintah Allah.
Ujian pertama adalah ujian ketika menjalankan perintah Allah. Kita sabar dalam menjalankan salat, zakat, puasa, dan seterusnya. Contohnya adalah kisah Nabi Ibrahim. Beliau begitu teguh menjalankan perintah Allah untuk menyembelih anak semata wayangnya, Ismail. Beliau juga mempertaruhkan keluarganya untuk tinggal di tanah yang tidak ada tanaman di atasnya, sebuah tanah suci. Itu semua beliau lakukan hanya dalam rangka menjalankan perintah Allah SWT.

2. Ujian dengan larangan Allah. Ujian kedua adalah bersabar untuk meninggalkan larangan Allah. Kita tinggalkan minum khomer, kita tinggalkan berjudi dan berbagai larangan lainnya karena Allah. Contoh nyata dilakukan oleh Nabi Yusuf. Nabi Yusuf mampu menahan nafsunya untuk tidak berzina dengan Zulaikha meskipun kondisi dan situasi mendukung. Begitulah seharusnya seorang muslim dalam menghadapi ujian terhadap larangan Allah.

3. Ujian dengan musibah. Contoh nyata adalah Nabi Ayyub. Beliau bersabar ketika menerima musibah penyakit di sekujur tubuhnya yang menyebabkan beliau ditinggalkan oleh kelurganya. Berkat kesabarannya, maka Allah kembalikan kesehatan beliau dan beliau kembali tinggal bersama keluarganya. Maka, hendaknya semacam itulah muslim menghadapi musibah dari-Nya.

4. Ujian dari orang kafir. Ujian keempat adalah ujian orang kafir. Contohnya adalah Nabi Muhammad. Beliau begitu sabar menghadapi gempuran dari kafir Quraisy.

Itulah empat macam ujian. Semoga kita diberi kekuatan untuk menghadapi ujian yang ada oleh-Nya.

#RamadhanBercerita #RamadhanBerceritaday15 #latepost #31052018

Continue reading Empat Macam Ujian dari Allah

Jumat, 01 Juni 2018

,

Jihad Fi Sabilillah

Beberapa hari terakhir, agama Islam terkesan keras, peperangan, teroris. Padahal sesungguhnya Islam tidak mengenal konflik. Islam adalah agama damai, agama persaudaraan.

Dalam Islam, jihad fi sabilillah termasuk ke dalam salah satu perdagangan yang menyelamatkan kita dari azab yang pedih. Hal itu disebutkan dalam surat Ash-Shaf ayat 10. Jihad para pencari ilmu adalah dengan ilmunya.

Allah sendiri dalam sifatnya yang 99, bila diamati ada sifat-sifat yang kontradiktif, bertentangan. Misal Maha Pemaaf dan Maha Yang Pedih Siksanya. Adanya sifat-sifat ini menunjukkan bahwa Allah tidak ekstrem kanan atau ekstrem kiri. Allah punya konsep universal dan komprehensif. Sifat "rahim", penyayang Allah membersamai 99 sifatnya.

Maka, bila telah ada rahmah, kasih sayang, maka yang ada hanyalah husnuzan kepada Allah. Maka, jihad adalah berjuang sungguh-sungguh. Jihad yang lebih besar adalah jihad melawan hawa nafsu. Maka, tugas kita sebagai muslim adalah berjuang menegakkan kalimat Allah yang tinggi. Meninggikan agama Allah, agama Islam.

#ringkasanceramah #RamadhanBercerita #RamadhanBerceritaday14 #30052018

Continue reading Jihad Fi Sabilillah

Rabu, 30 Mei 2018

, ,

Cinta Itu...

Cinta itu mendidik, tidak menghardik
Cinta itu mencerdaskan, tidak membodohkan
Cinta itu menumbuhkan, tidak mengerdilkan
Cinta itu mendekatkan, tidak menjauhkan

Cinta itu menguatkan, tidak melemahkan
Cinta itu membangkitkan, tidak menjatuhkan
Cinta itu memperhatikan, tidak mengabaikan
Cinta itu membahagiakan, tidak menyengsarakan

Cinta itu memahami, tak hanya ingin dipahami
Cinta itu memberi, tak hanya menuntut diberi
Cinta itu tak hanya soal materi, tapi soal hati
Cinta itu rela berbagi, tak hanya dipendam sendiri

Cinta sejati mendekatkan kepada Ilahi 
Cinta sejati menjauhkan dosa dari dalam diri
Cinta sejati mengasihi yang disayangi
Cinta sejati selalu tahu ke mana ia harus kembali


Malang, 28 Mei 2018 22:49
Continue reading Cinta Itu...

Minggu, 27 Mei 2018

Sabtu, 26 Mei 2018

,

Merawat Ibadah Puasa Ramadan

Dalam sebuah ceramah yang disampaikan seorang ustaz selepas salat jamaah, sang penceramah mengingatkan tentang hendaknya sebagai muslim kita harus tahu bahwa Ramadan adalah syahrul jihad. Bulan penuh dengan perjuangan. Nabi pernah menyatakan sepulang dari perang Badar yang begitu melalahkan, Beliau bersabda bahwa kita baru saja pulang dari perang kecil. Kita akan menghadapi jihad atau perang yang lebih besar dari perang Badar. Para sahabat pun bertanya kepada Rasul, "adakah yang lebih besar daripada perang Badar ini?"
Continue reading Merawat Ibadah Puasa Ramadan

Podcast Sang Pembelajar