Have Many Friends, but Choose The Best One!



Satu hal yang banyak ditanyakan teman-teman kepada saya adalah mengapa saya tidak kumpul-kumpul ngopi di warkop bersama kawan-kawan sejurusan? Mengapa hanya berkutat pada buku sepanjang hari dan tugas-tugas kuliah yang membosankan?
.
Baiklah, kujawab hari ini. Tentang saya tidak mau ngopi bukan berarti saya tidak suka ngopi. Saya terbiasa minum kopi hampir tiap hari di pagi selepas subuh. Saya bukannya tidak pernah ngopi di warkop. Pernah meski hanya beberapa kali. Itu pun dengan alasan yang sangat jelas. Mengerjakan tugas, berdiskusi, cari inspirasi, dan berbagai hal-hal lain yang saya rasa positif adanya.
.
Berkumpul dengan teman-teman cenderung banyak tertawa, melenakan, menghabiskan masa muda yang amat berharga. Ini hanya beberapa saja, tidak semuanya. Jadi saya hanya mencoba membunuh waktu dengan hal-hal berbau positif. Paham?
.
Selanjutnya terkait tugas itu, saya punya impian di masa depan. Banyak hal. Semua itu akan jauh lebih mudah bila hal-hal kecil semacam tugas kuliah diprioritaskan. Banyak teman-teman menyepelekannya. Padahal, hal-hal atau masalah besar dapat lebih mudah diselesaikan bila terbiasa mengatasi masalah kecil.
.
Terkait pertemanan, sesungguhnya saya berjanji pada diri saya sendiri untuk mencoba bergaul dan berteman dengan siapa pun. Tetapi untuk menjadi sahabat saya akan pilih-pilih. Yang diutamakan tentu agama dan akhlaknya. Sebab saya teringat kata Imam Syafii bahwa "Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan
kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya
sangat mudah sekali". Semoga kita senantiasa dilingkupi kawan-kawan yang selalu mengajak dalam hal ketaatan kepada Pencipta.
.

Komentar