Tentukan Prioritasmu!



Memasuki akhir tahun lalu, seorang pemuda sedang asyik menulis. Ia dilanda kegilaan pada menulis. Kala itu, ia sedang menyelesaikan editing naskah keduanya. Meski kuliah pascasarjananya sedang sibuk juga, tetapi ia tetap saja menulis. Itu semua karena mimpi-mimpi di masa depannya. Tentang berbagai bayangan kesejahteraan yang tiba-tiba saja menyelinap masuk dalam pikirannya.
.
Tapi karena terlalu asyik, ia sedikit lupa dengan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Tugas-tugas akhir semester dikerjakan sekenanya lantas dikumpulkan. Belum lagi ketika berbicara masalah tugas akhir yang seharusnya sudah siap disidangkan di akhir semester, hanya menjadi sebuah mimpi. Judul yang pernah diajukan tak semantap judul tugas akhir kuliah sarjana dulu.
.
Ia tak berhak menyalahkan keadaan. Masalah itu hadir karena keteledorannya sendiri. Hobi menulis yang dipilihnya sejak beberapa bulan terakhir mengambil porsi waktu yang berlebihan. Ia tak lagi mampu mengontrolnya dengan baik.
.
Namun, setelah SK pembimbing tugas akhir itu turun, kesadarannya akan prioritas tugas akhir pun kembali. Ia tahu yang mana yang harus diprioritaskan. Tentunya dengan tanpa menghilangkan hobinya sama sekali. Ia utamakan tugas akhir, tetapi ia juga menyediakan waktu yang cukup untuk menelurkan tulisan-tulisannya.
.
Akhirnya, semua ini adalah tentang mengatur porsi yang seimbang. Seumpama mengatur kapan harus tidur dan kapan harus beraktivitas. Memang, ada hal-hal yang harus menjadi fokus utama. Tetapi tidak serta-merta menghapus hal-hal lainnya. Atur prioritasmu, fokus dan jangan lupa untuk senantiasa bermohonlah pertolongan dari-Nya.
.

Komentar