Jangan Mau Diperbudak Nafsu, tapi Kendalikan Nafsu!



Allah menciptakan manusia begitu sempurna. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Malaikat dicipta dari cahaya dan tidak diberi nafsu. Malaikat melaksanakan perintah Allah dengan senantiasa tanpa mampu menolaknya. Sedangkan manusia dikaruniai akal dan nafsu. Keberadaan keduanya harus dikendalikan manusia sesuai petunjuk dari Allah. Salah-salah dalam mengendalikan keduanya bisa menyebabkan seseorang gila dan diperbudak nafsu.

Pertanyaan Allah kepada Rasulullah pada ayat ini sesungguhnya menegaskan bahwa Rasul berlepas diri dari mereka yang menjadikan nafsu (keinginan) sebagai Tuhan. Di masa milenial seperti sekarang, tak jarang kita lihat manusia begitu menuhankan uang, gawai, jabatan, dan lain sebagainya. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengejar dunia yang tak ada habisnya. Sedang alam akhirat yang abadi dikerjakan sekenanya dan seadanya.

Di ayat selanjutnya Allah mengatakan bahwa kebanyakan manusia tidak memahami ayat-Nya dan menyerupakannya seperti ternak, bahkan lebih hina lagi. Maka, supaya terjauh dari predikat tersebut, hendaknya sebagai hamba kita harus mampu mengendalikan nafsu. Makan, minum, liburan, dan hal-hal duniawi sewajarnya saja. Jangan berlebihan. Allah tidak menyuruh kita untuk terlalu fokus kepada dunia, atau kepada akhirat saja. Ia meminta adanya keseimbangan di antara keduanya. Carilah bekal untuk alam akhirat tanpa melupakan nasibmu di dunia. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang mampu menyeimbangkan kebutuhan dunia dan akhirat, tidak diperbudak nafsu serta mampu mengendalikan nafsu sesuai ketentuan dari-Nya.

Komentar