Kebaikan Tak Bercampur dengan Keburukan


Teringat syair yang bercerita tentang Imam Syafii yang bertanya kepada gurunya, Imam Waqi’ tentang mengapa dirinya kesulitan menghafal. Jawab gurunya adalah sebaiknya tinggalkan maksiat.


Sebab maksiat itu bagai noda hitam pada kertas putih. Meski sedikit tentu kertas itu tak lagi putih seperti awalnya. Maksiat juga laksana debu pada kaca. Sedang ilmu adalah cahaya yang mencoba menembus kaca untuk dapat menyinari suatu ruangan misalnya. Dalam hal ini ruangan ini adalah hati.

Keburukan juga tak pernah mampu bersanding dengan keburukan. Laksana minyak dan air yang selalu ada sekat terang pembeda keduanya.

Sama halnya dengan Alquran yang suci hendaknya didatangi dalam keadaan suci. Bersihkan hati bila ingin mendapatkan saripati dan mutiara-mutiaranya yang tersembunyi di balik deretan hurufnya. Bila hati masih kotor, meski membaca Alquran, maka dampak dari membacanya tidak dapat menjadi petunjuk dalam kehidupan. Aktivitas baca Alquran menjadi sebatas formalitas tanpa efek positif.

Maka Allah perintahkan hamba sebelum membaca kalam-Nya yang suci untuk berlindung dari syetan yang unsur utamanya api, mengandung kebencian kepada hamba yang mau mengikuti ketentuan-Nya. Jangan sampai Alquran dibaca dan dipahami dengan membawa sifat-sifat syaitoniyah dalam diri seperti sombong, berbangga diri, dan lain sebagainya.

Semoga kita senantiasa diberi kemampuan untuk membersihkan hati dari segala penyakit batin.

#day1 #tadabur #insightkajian #16:98

Komentar