Meski Sudah Teliti, kadang Masih Khilaf Juga


Namanya juga manusia, meski menggembar-gemborkan teliti kepada siapa pun, terkadang diri ini juga khilaf sekali dua kali. Bukan tanpa alasan. Mungkin saat itu lelah sehingga tidak membaca keseluruhan surat, mungkin sedang berada dalam kondisi terpuruk, bad mood atau apalah yang lainnya.
.
Baiklah, saya mengaku salah. Silahkan cecar saya semaumu. Benci saya sampai kapan pun kalau mau. Saya akan terima. Tapi jujur saya mencoba pemakluman atas kejadian itu, saya bersedia minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
.
Beberapa orang lebih suka mencari-cari kesalahan dan kambing hitam, padahal ada sesuatu yang lebih baik dari itu. Apa itu? Mencari solusi. Lihatlah, betapa sedikitnya yang memandang masalah untuk mencari solusi. Kerjaannya sepanjang waktu mencari kesalahan, bahkan kesalahan kecil dan sangat sepele. Bahkan, meski yang bersalah sudah minta maaf, masih saja diomongi ini itu.
.
Ya sudahlah. Mungkin dunia sudah semakin tua, semakin susah mencari orang yang dengan kepala dingin dan ksatria mau memaafkan kesalahan orang lain. Banyak orang pintar di dunia, tapi sedikit sekali yang berkarakter. Kadang miris mendengarnya, tapi itulah kenyataannya.
.
Maka, saya berjanji untuk menjadi salah satu barisan orang berkarakter sekaligus pandai itu. Kamu mau ikut saya atau tetap seperti itu saja? Terserah.

Salam perdamaian.
13 Februari 2018

Komentar