Becoming Your Editor

Bagaimana perasaanmu bisa mengedit tulisan seorang teman yang baru kau kenal beberapa hari saja? Bagiku itu satu hal yang seru. Bukan karena aku sudah terbiasa mengoreksi tulisan teman di sosial media terutama di banyak grup kepenulisan. Tetapi, lebih karena ada panggilan jiwa. Satu hal yang dirasa oleh hati dan masih belum mampu diungkap oleh kata.  


Satu waktu aku memimpikan memiliki seorang pendamping yang begitu paham akan passion ini. Kesukaan menulis dan menyunting naskah. Dua hal yang beberapa waktu terakhir kugeluti dengan saksama. Meski sampai saat ini masih terus mencari. Aku tidak berputus asa. Sepertinya waktunya sudah semakin dekat. 

Menjadi penyunting naskahmu aku begitu bahagia. Mengantarkan tulisan itu kepada penerbit. Ah, sudahlah. Aku jujur saja. Ini bukan perihal naskah yang disunting, tetapi tentang siapa penulisnya. 

Semenjak membaca tulisannya beberapa waktu lalu. Ada desir dalam hati. Satu rasa yang tak bisa kubendung. Sama seperti beberapa waktu lalu, hampir dua tahun ke belakang tepatnya. Aku benar-benar telah jatuh hati. Bukan hanya pada karyanya, tetapi juga pada pengarangnya. 

Aku tidak sedang berlebihan. Tapi terserah saja. kau tafsirkan seperti apa tulisanku malam ini. Hanya menoba mengeluarkan apa-apa yang terlintas dan terdetik dalam hati. Semoga bila ditakdirkan, sesegera mungkin janji suci itu akan terucap. 

Komentar