Kata Maaf Untuk Cerita Masa Lalu

Bagi dua orang yang telah mengikatkan diri untuk membangun mahligai rumah tangga, tentunya tak patut untuk masing-masing kembali mengingat bahkan bercerita tentang masa lalu. Terutama cerita masa lalu yang bila diceritakan semakin membuat hubungan keduanya menjadi tidak lagi harmonis.

Satu kata, 'dahulu" bisa menjadi pisau mematikan bila tidak ditempatkan sebagaimana mestinya. Keduanya seharusnya tidak lagi mengungkit kisah-kisah masa lalu yang tak perlu untuk disampaikan. Terlebih tatkala kebosanan telah bertahta, lantas muncul saja kata-kata 'andaikan saya dahulu bersama ...'. Jangan sampai terlintas dan terpikir untuk mengatakan hal semacam itu. Tolak sekuat mungkin. Belajarlah mensyukuri nikmat Allah yang dihadirkan saat ini.

Yang lebih parah adalah menggunakan kata 'dahulu' jauh sebelum gerbang pernikahan (akad) dilaksanakan. Dalam masa mengenal lebih jauh, mungkin keduanya pernah larut dalam percakapan dan secara tak sengaja terlontar kata atau cerita cinta masa lalu. Tentu hal ini akan menyakiti hati pasangan. Dalam lubuk terdalam akan tebersit sedikit kekecewaan, keraguan, kegelisahan, dan berbagai macam rasa yang menunjukkan ketidakpercayaan kepada pasangan. Hal ini cukup berbahaya. Maka, solusinya bila memang sudah terlontar, segeralah meminta maaf kepada pasangan dan berjanjilah untuk tidak pernah lagi mengungkit cerita cinta masa lalu.

Cerita masa lalu ada sebagai pembelajaran untuk pendewasaan. Belajar tentang arti mengikhlaskan kenangan, merelakan peristiwa-peristiwa menyenangkan atau mungkin juga menyedihkan. Masa lalu ada bukan untuk kembali diurai kenangannya, terlebih terjebak dan tak mau beranjak darinya. Duhai masa lalu, aku memilih berdamai denganmu. Jangan sampai kau begitu mudah ku-recall untuk dengan sengaja kuceritakan kepada orang-orang tercintaku di masa kini. Terima kasih kepadamu atas segala pembelajaran berharga. Terima kasih kepadamu atas segala memori yang tercipta. Terima kasih juga padamu atas segala hal yang begitu mendewasakan diri tanpa kesan menggurui.

#renungan #pernikahan #24042018 #prosa

Komentar