Mari Terus Saling Menjaga

Sore ini, skenario semesta sedang bermain. Didukung sebesar usaha yang dilakukan, juga doa yang dipanjatkan. Seakan takdirnya sedang berperan tanpa sungkan. Mempertemukan dua insan pada sebuah kesempatan. Menjadi begitu indah dan menawan. 

Di balik panjangnya berbagai macam pinta. Di balik ikhtiar-ikhtiar yang dimampu oleh seorang hamba. Pada suatu senja ada ucap yang ditata. Ada berbaris prosa berakhir rima. Ada harap yang menjadi realita. Ada gundah yang ingin berakhir bahagia. 

Sore ini, di balik suara-suara parau nan malu. Di antara denyut nadi yang menderu. Di antara detik waktu yang berjalan maju. Di antara detak jantung yang tak menentu. Dengan penuh kehati-hatian kuketuk hatimu. Dengan penuh kesiapan mental mendengarkan segala jawabmu. 

Kukatakan bahwa kata-kataku sore tadi bermakna denotasi. Bukan konotasi, apalagi sekadar ilusi. Terlontar begitu saja berbagai basa-basi. Meski dirimu paham tentang apa yang terdetik di dalam hati. Lantas, terkata pula apa yang selama ini berdesir dalam hati. Kataku tercekat sesekali, kemudian mencoba melanjutkan kalimat-kalimat dalam perasaan yang tak menentu. Aku coba teguhkan hatiku bahwa bila niat ini suci, tentu akan ada jalan menujunya. 

Gundah itu benar-benar berubah menjadi bahagia ketika mengetahui bahwa ada keselarasan rasa. Tahu di sana ada harap dan pinta yang sama. Ada mimpi dan cita yang coba dirajut bersama. Lantas percakapan bergulir begitu saja. Kegugupanku seketika sirna. Kebahagiaanku meluap ke mana-mana. 

Begitulah awal cerita ini bermula. Rindu yang dibalut dengan lafal-lafal suci kepada Pencipta. Takdir-Nya sedang membelai dua insan bersama turunnya senja. Restu-restu tiba-tiba hadir begitu saja. Semakin memantapkan langkah menuju momen sakral dalam kehidupan manusia. 

Mari doakan segala yang terbaik untuk kelanjutan cerita kita. Sebab bila nikmat yang didapat tidak didoakan keberkahan, takut ia akan berubah menjadi bencana dan laknat. Pun dengan berbagai bencana yang menerpa, marilah berdoa agar diberikan kesabaran berlipat ganda. 

Duhai adinda, ketahuilah bahwa perjalanan menuju hari suci itu begitu berat. Akan ada batu terjal yang terus menghadang. Akan ada banyak halangan yang merintangi. Marilah kita saling mengisinya dengan doa pada Ilahi. Bermohon kekuatan dari-Nya sepanjang hari.  

Dari Kota Sejuta Rindu 
Mari bersama merenda segala mimpi dengan syahdu 
Di antara jarak yang masih berdiri membatu 
Berharap temu denganmu dengan penuh restu.  

Malang, 9 April 2018 

Komentar